Batik Cirebon

Saturday, August 16, 2014

Batik Trusmi - Mewariskan Batik Nusantara

Batik Trusmi – Untuk mampu melanggengkan batik nusantara bisa di bilang gampang-gampang susah. Tetapi sebagai warga negara Indonesia kita diwajibkan untuk mencintai sekaligus mewariskannya kepada sanak cucu. Kelak agar kebudayaan batik nusantara tidak hilang di makan waktu. Menjadi tantangan tersendiri ketika arus globalisasi yang semakin tidak berjarak membuat kebudayaan asing begitu mudah masuk. Tanpa upaya dari kita untuk melanggengkan, bisa di pastikan generasi penerus Indonesia akan lebih memilih trend fashion negara asing untuk mereka kenakan. Untuk kita yang masih berpredikat sebagai negara berkembang, memang kalah jauh dengan negara maju dalam hal promosi gencar. Namun tidak perlu jauh-jauh, di mulai dari diri sendiri dan keluarga batik akan tetap langgeng.
Batik Trusmi
Pengrajin batik tulis setiap tahun semakin berkurang. Hal ini di klaim karena, minat generasi muda untuk belajar membatik semakin menurun. Di tambah lagi di era digitalisasi yang semakin mudah untuk membuat batik, cukup dengan print kain batik sudah jadi. Perlu di ketahui, bahwa yang di wariskan dunia untuk Indonesia adalah budaya menulis batik, bukan kain batik seutuhnya. Ini yang perlu di wariskan agar batik tulis tetap langgeng di masa mendatang. Kita beruntung karena ada banyak industri batik di Indonesia, di batik trusmi cirebon misalkan.
Mengajak sanak atau saudara ke tempat wisata edukasi batik adalah cara sederhana mewariskan batik. Di Indonesia sebagai tempat lahirnya batik, begitu banyak wisata batik. Sanggar pembatikan batik trusmi misalkan, atau di solo, pekalongan dll. Mereka akan dengan senang hati mengajarkan anak-anak untuk membatik. Lupakan terlebih dahulu motif mega mendung, motif parang atau motif keratonan. Biarkan anak-anak berkreasi terlebih dahulu sesuai imajinasi mereka. Yang terpenting adalah, mereka tahu dan mampu untuk membatik. Sehingga nanti, muncul minat dari anak-anak untuk berkreasi lewat kain batik. Melalui ide dan inovasi mereka kelak, batik akan mampu menembus pasar dunia. Dan dari situ pula, akan lahir para pengusaha-pengusaha batik yang mampu bersaing di trend fashion dunia.

Thursday, August 14, 2014

Batik Trusmi – Pesaing Batik Indonesia

Batik Trusmi – Indonesia memegang hak paten atas budaya Batik, tetapi Indonesia bukan negara satu-satunya yang produktif menghasilkan produk batik. Pemerintah Indonesia pun mengakui bahwa Indonesia memang bukan satu-satunya negara yang memproduksi batik. Namun dalam urusan kualitas memang batik Indonesia di nilai lebih unggul dari pada negara lain, karena setiap motif batik Indonesia ada filosofinya.
Pernyataan tersebut pernah di lontarkan oleh ibu negara Ani Yudhoyono saat peringatan hari batik nasional di Lapangan Jatayu, Pekalongan, Jawa Tengah. Beliau mengatakan bahwa soal kualitas Batik Indonesia adalah yang terbaik di bandingkan dengan negara lain. Batik memang bukan satu-satunya milik Indonesia, karena memang budaya batik menyebar ke seluruh dunia. Batik Indonesia memiliki makna dan ciri khas sendiri sehingga bisa menjadi icon bangsa kita yang tidak bisa dipisahkan.
Menurut data Kementerian Perindustrian menyebutkan,terhitung ada 10 negara yang menjadi pesaing Indonesia dalam produktifitas memproduksi batik. Untuk menjaga nama Indonesia sebagai pemegang hak paten batik maka yang menjadi tantangan tersendiri adalah bagaimana cara mempertahankan batik di Indonesia dan mempertahankan Industri batik yang sudah berdiri di Indonesia seperti batik Trusmi Cirebon, batik pekalongan dll. Dan lebih baik lagi jika bisa memasarkannya ke dunia agar menambah devisa negara dalam bidang industri batik dan pariwisata.
batik trusmiBeberapa negara produsen batik di klaim menjadi pesaing terberat Indonesia. Masing-masing batik dari berbagai negara memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari proses pembuatan sampai, corak, motif sampai kain yang di gunakan. Yang di akui sebagai pesaing paling berat adalah batik asal tiongkok yang membanjiri pasar Indonesia.
Bukan hanya tiongkok, batik asal negara serumpum Malaysia juga menjadi ancaman bagi batik lokal. Karena, banyak pekerja batik pekalongan yang di pekerjakan di Malaysia. Berikut beberapa ciri khas batik negara lain, agar mudah membedakannya dengan batik lokal.
Tiongkok, Bila di bedakan dengan batik Indonesia, pola batik tiongkok ini lebih halus, menampilkan pola dengan ragam yang rumit seperti satwa dan mitos tiongkok atau china ini. Polanya kemudian semakin berkembang dan memiliki hias bunga yang beragam.
Malaysia, bila di bedakan dengan batik Indonesia, pola batik tiongkok ini lebih halus, menampilkan pola dengan ragam yang rumit seperti satwa dan mitos tiongkok atau china ini. Polanya kemudian semakin berkembang dan memiliki hias bunga yang beragam.
Azerbaijan, termasuk salah satu negara yang ikut meramaikan persaingan batik. Pola batik di negara ini dapat ditemukan di syal sutra perempuan Azerbaijan yang dikenal sebagai kelagai.Syal ini sudah menjadi bagian dari pakaian wanita Azerbaijan selama berabad-abad. Kelagai pertama kali diproduksi di desa Basgal dan diciptakan menggunakan metode stamping dan warna-warna alami. Kepompong secara tradisional diproses oleh perempuan sementara pencetakan dengan lilin panas hanya dipercayakan kepada seniman laki-laki. (batik trusmi)
Thailand, Thailand juga di anggap sebagai negara pesaing batik Indonesia. Yang khas dari batik Thailand adalah corak dan warna batik yang terkesan cerah dan berwarna-warni. Corak dan warna terinspirasi dari motif hewani dan nabati. Untuk membudayakan dan semakin mempopulerkan batik di Thailand, beberapa tempat wisata di Thailand yang menjadi sasaran wisatawan, menyediakan kursus membatik.

Tuesday, August 12, 2014

Batik Trusmi - Menggali Eksistensi Batik di Eropa

Batik Trusmi – Banyak orang bijak berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mencintai dan menjaga kebudayaan bangsanya sendiri.Banyak macam ragam dan jenis budaya yang dimiliki negeri tercinta ini, mulai dari budaya yang bersifat abstrak hingga kongkret hingga sampai budaya tersebut mejadi ciri khas atau identitas bangsa ini karena budaya tersebut telah mendarah daging dan sudah menjadi kebiasaan dalam hidup bermasyarakat sehari-hari. Masyarakat yang mencintai negaranya biasanya mampu membawa eksistensi budaya negaranya hingga ke eropa, dan tentu saja memasarkan budaya sebagai tujuan wisata internasional yang menghasilkan devisa tinggi. Tentu saja eksistensi batik di eropa pun bisa kita tingkatkan.
batik trusmiSeperti contoh budaya batik yang menjadi lambang atau simbol orang pribumi yang masih berbau kraton,misalnya orang-orang dilingkungan kraton surakarta, jogjakarta atau batik trusmi cirebon membuat dan memakai batik setiap hari atau setiap ada acara di kraton, itu merupakan suatu budaya yang telah menjadi suatu adat kebiasaan yang mencermikan kepribadian diri manusia tersebut.
Keindahan motif dan corak batik tidak hanya membuat orang Indonesia terpukau, begitupun juga dengan reaksi warga asing, mereka spontan luluh dengan pesona batik yang rupawan. Inilah kebanggaan yang ditemukan oleh para Putra-Putri Batik Nusantara. Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang eksistensinya telah diakui industri mode internasional. Berbagai selebriti dunia seperti Jessica Alba mengenakannya dan desainer Amerika, Diane von Furstenberg pun mengaplikasikannya ke dalam koleksinya.
  • Alasan Mengapa Batik Lebih Sulit Laris di Pasarkan Di Eropa
Yang pertama adalah fakta dimana diversifikasi batik belum terlalu kuat. Tentu saja kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang pasar eropa sukai. Negara seperti eropa atau amerika pasti memiliki selera yang berbeda. Tidak bisa disamakan dengan apa yang laku di jual di Indonesia lantas di pasarkan ke luar.
Hal ini berkaitan dengan ‘taste’ yang dimiliki tiap orang. Ini juga mengingatkan kita akan gaya Eropa yang didominasi Paris dan Milan untuk urusan mode. Milan yang gaya desainnya sangat kental nuansa dekoratif, tradisi dan glamor sangat bertolak belakang dengan Paris yang siluetnya bersih, struktural dan mengedepankan pakem timeless.
Industri mode internasional yang saat ini sedang dihantam krisis ekonomi tentunya juga beradaptasi dengan garis rancangan yang simpel dan siap pakai. Produk yang tadinya dikerjakan secara detail terpaksa mengalami penyederhanaan untuk menekan ongkos produksi. Hal inipun harus menjadi pertimbangan saat membawa batik ke pasar internasional. Ketika pasar internasional memesan batik tulis dalam jumlah ribuan sudah tentu sulit untuk menjaga konsistensi warna. Dalam hal ini batik printing akan lebih unggul, tapi yang di khawatirkan semakin lama batik tulis akan semakin di tinggalkan. (batik trusmi)

Friday, August 8, 2014

Batik Trusmi – Mahasiswa UNY kembangkan “anime batik”

Batik Trusmi – Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta membuat dan mengembangkan motif batik kontemporer “Anime Batik”.

“Inovasi baru dengan menyisipkan gambar anime ke dalam motif batik akan menimbulkan kesan modern, sehingga konsumen tidak bosan dengan batik,” kata koordinator tim Syaiful Amri di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, anime adalah sebuah animasi dari Jepang yang ditunjukkan dengan gambar-gambar berwarna-warni yang ditunjukkan untuk menjadikan ciri khas dari sebuah tokoh.

“Anime bukan hanya untuk anak-anak, melainkan juga untuk remaja dan dewasa,” katanya.

Ia mengatakan di Indonesia peminat anime begitu cepat berkembang khususnya generasi muda. Hal itu terbukti dengan banyaknya komunitas-komunitas yang meniru gaya berpakaian dari tokoh anime yang ada di Jepang.

“Beberapa anime yang cukup terkenal di Indonesia di antaranya Naruto, Onepiece, dan Bleach,” katanya.

Menurut dia, melihat perkembangan dan kepopuleran anime yang banyak disukai berbagai kalangan baik dari segi gambar maupun karakter itu membuka peluang usaha baru yakni memadukan kombinasi antara gambar anime dengan motif batik trusmi yang ada di Indonesia.

“Metode yang digunakan dalam pembuatan produk itu dengan metode cap dan tulis. Dengan kedua metode tersebut dapat dihasilkan baju batik dan kain batik yang mempunyai inovasi menarik yang digemari generasi muda,” katanya.

Ia mengatakan batik adalah warisan budaya bangsa dan salah satu pakaian tradisional Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara.

Oleh karena itu, batik trusmi perlu dilestarikan terutama oleh generasi muda agar batik tidak punah oleh perkembangan zaman dan teknologi.

“Sebagai salah satu cara untuk melestarikan batik, kami membuat motif batik kontemporer Anime Batik,” katanya.

Anggota tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY itu adalah Agus Rahmat Hidayat, Rantau Indramawan, Dhanianto Choirudin M, dan Novi Arumnika.

Wednesday, July 30, 2014

Jumlah Pengunjung Pusat Grosir Batik Trusmi Cirebon Naik 500 Persen


Setelah menunaikan tradisi silaturahim bersama sanak keluarga di hari Lebaran, sebagian warga dan pengunjung Kota Cirebon mulai memadati sejumlah tempat wisata, salah satunya Pusat Grosir Batik Trusmi. 

Pusat batik yang terletak tak jauh dari Jalur Utama Pantura ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung hingga 500 persen.

Rata-rata pengujung berasal dari luar Kota Cirebon, di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, dan terdapat pula wisatawan lokal. Mereka memanfaatkan hari libur usai lebaran untuk berbelanja, dan wisata edukasi batik.

“Pengunjung pada musim arus balik ini meningkat hingga sekitar 20.000, dari biasanya yang hanya sekitar 3.000 pengunjung. Kebanyakan mereka berasal dari luar Cirebon, periksa saja letter mobil mereka masing-masing,” kata Ibnu Riyanto, pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi Cirebon, Selasa (29/8/2014).

Selain berbelanja dengan harga murah, sebagian pengunjung dapat melihat atau bahkan sekaligus ikut membatik di lokasi produksi batik trusmi bersama para pengrajin. 

“Kalau sudah sampai Jakarta, harga batik indonesia bisa naik lebih dari dua-tiga kali lipat. Jadi mereka manfaatkan waktu selagi melintas Cirebon,” tambah Ibnu.

Meski sudah menyediakan lahan luas, dia tetap saja kewalahan karena lahan parkir yang disediakan seringkali tak menampung jumlah kendaraan pengunjung sehingga tumpah ke jalan umum. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengunjung akan lebih melonjak drastis pada tiga sampai empat hari setelah Idul Fitri.

Friday, July 25, 2014

Pengusaha Batik Indonesia 24 Tahun Jadi Entrepreneur Termuda

ibnu riyanto batik trusmi cirebon


Berita Batik Indonesia – Ibnu Riyanto, 24, mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena menjadi entrepreneur termuda sekaligus pemilik toko batik terluas.
Saat penyematan penghargaan itu pada Minggu, terungkap Ibnu adalah pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi di Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon yang memiliki luas lahan 4.840 meter persegi. Berdasarkan akta pendirian, toko tersebut didirikan pada 11 Maret 2011 atau saat Ibnu berusia 22 tahun 5 bulan 10 hari.
Manajer MURI Sri Widayati seusai penilaian menerangkan, prestasi ini belum pernah diraih oleh orang lain sebelumnya. “Karena ia memecahkan dua rekor sekaligus, yaitu pengusaha termuda sekaligus pemilik toko batik terluas di Indonesia,” kata Sri.
Sebelumnya, entrepreneur  termuda pernah dicatatkan atas nama Sigit Pramono yang menjadi Dirut BNI pada usia 45 tahun dan Jimi M Rifai yang menjabat sebagai Dirut Sarinah pada usia 36 tahun. Selanjutnya Ibnu pun berhak menerima piagam penghargaan dari MURI, sebagai entrepreneur termuda sekaligus pemilik toko batik indonesia terluas.

Penghargaan Untuk Ibnu Riyanto Pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi

Ibnu Riyanto mengungkapkan, penghargaan tersebut justru akan lebih sebagai pemacu bagi dirinya untuk berusaha lebih maju lagi. “Terutama untuk memajukan batik indonesia, warisan leluhur bangsa indonesia,” katanya. Ibnu pun mengungkapkan jika di tokonya ini mengutamakan batik cirebon sebanyak 70% dan sisanya batik yang berasal dari daerah lain.
Untuk pengembangan bisnis, Ibnu mengaku telah membuka cabang di Medan, Jakarta, dan Surabaya. Bahkan tahun ini pun ia menargetkan membuka cabang di Singapura. “Ini dikarenakan nilai penjualan di Singapura lebih tinggi dibandingkan di negara Asia Tenggara lainnya.”
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jabar akan terus mendorong munculnya pengusaha muda di Jawa Barat. “Saat ini pengusaha muda di Jawa Barat baru sekitar 0,8% dari idealnya 4%,” katanya.
Karenanya dalam lima tahun ke depan ditargetkan mencetak 100 ribu pengusaha muda di Jawa Barat. Pihaknya pun akan memberikan berbagai kemudahan terutama kesempatan dan modal bagi pengusaha-pengusaha muda tersebut.

Tuesday, July 22, 2014

Tampil Kasual dengan Batik Indonesia

batik indonesia
batik indonesia
Batik Indonesia - Berbusana batik kini tak harus ribet, banyak manik-manik, terkesan mewah dan mahal. Kalau sudah berbusana model itu, pasti diharuskan hadir pada acara-acara sakral, kenegaraan dan kegiatan resmi lainnya. Saat ini model batik memang semakin beragam. Bisa mewah maupun kasual. Ingin tampil kasual? Bukan berarti harus jatuh pada pilihan kemeja. Pilih saja suasana lain dengan batik berpadu celana jins.
Fashion show di Rumah Batik Danarhadi Jalan Gajahmada, belum lama ini kembali melahirkan karya-karya inovatif. Mengusung tema "Play it Cool", beberapa busana batik kasual untuk wanita dan pria dipamerkan. Pagelaran busana menghadirkan berbagai koleksi terbaru dari Batik Danar Hadi. Parade diawali dengan serangkaian koleksi sport yang menampilkan busana modern dengan motif candi. Terbuat dari bahan katun berkonsep kasual namun tetap cantik untuk pemakainya.
Parade busana yang dibawakan model dari Totok Shahak itu juga menampilkan busana batik gaya modern dari bahan katun bermotifkan kontemporer flower. Serta, tak ketinggalan koleksi busana cantik bermotif etro garis merah, perpaduan oriental dan jumput batik indonesia. Seluruh koleksi dihadirkan dalam beragam warna dengan materi sutra dan crepe melayang untuk kesan tetap mewah dan elegan.
"Batik bisa menjadi pilihan untuk tetap tampil santai, kasual namun tetap trendi. Dengan batik, sekaligus mempromosikan warisan budaya asal Indonesia," kata Managing Director PT Batik Danar Hadi, Diana Santosa.
Berdiri sejak 1967, Danar Hadi mengakar kuat pada seni tradisional yang diusungnya. Beragam motif baru rutin dipasarkan dan dipromosikan pasar lokal maupun mancanegara. Untuk mempromosikan batik, Danar Hadi rutin menggelar fashion show yang dihadiri pelanggan setianya. Ketatnya persaingan di industri batik indonesia mendorong perusahaan yang dipimpim H Santosa itu makin agresif memperkuat posisinya di pasar ritel batik dalam negeri. Yaitu dengan melakukan ekspansi di semua lini bisnis.
Sejumlah pengembangan bisnis sudah disiapkan mulai dari renovasi Rumah Batik Danar Hadi, kemudian mengombinasikan Rumah Batik dengan hotel yang dibangun sendiri oleh manajemen Danar Hadi hingga membuka toko di sejumlah mal. Seperti House of Danar Hadi, Ndalem Woeryoningratan serta restoran Soga di Solo.
Saat ini, beragam produk telah tersebar di 13 rumah Batik Danar Hadi di 10 kota Indonesia. Antara lain, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Medan, Surabaya, dan Bali. Bahkan sempat membuka sejumlah outlet di luar negeri, seperti di Singapura dan Jedah. Ekspor batik juga rutin dilakukan yaitu ke Amerika, Italia dan Jepang.
"Perkembangan lifestyle yang pesat, maka Danar Hadi mulai tahun ini giat melakukan perubahan dan pengembangan bisnis," terang Diana.