Thursday, September 19, 2013
Gejala Transformasi Batik Cirebon
Gejala Transformasi Batik Cirebon.Penulis terhenyak ketika salah pakar dan produsen Batik Cirebon ternama di Pekalongan, H Dudung Aliesyahbana, dalam kuliah umumnya di Prodi D-3 Teknologi Batik Cirebon Universitas Pekalongan (Unikal) menyatakan bahwa perkembangan Batik Cirebon sekarang ini lebih dominan pada batik carangan dan sempalan.
[caption id="attachment_1427" align="alignnone" width="554"]
Gejala Transformasi Batik Cirebon[/caption]
DUNIA industri fashion sudah sedemikian rupa menggiring Batik Cirebon pada kondisi seperti sekarang ini. Bahkan di Pekalongan, muncul semacam kebanggaan bahwa jika bisa memproduksi batik dengan harga semurah mungkin maka itu ’’prestasi’’.
Jika sudah berbicara harga murah maka akhirnya mutulah yang dipertanyakan. Mutu, terutama akan terkait dengan kain dan obat Batik Cirebon yang digunakan, serta desain yang ditampilkan. Orang Jawa bilang ana rega ana rupa, dan hal ini memiliki kedalaman bahwa produk yang dijual dengan harga murah, apakah dijamin memiliki mutu bagus?
Jika batik menjadi seperti itu maka yang awalnya karya seni adiluhung bertransformasi menuju tahapan yang lebih rendah. Meminjam istilah Van Peursen bahwa transformasi budaya tidak berarti menuju tahapan yang lebih tinggi tetapi menuju hal yang sifatnya berbeda. Apakah proses transformasi hanya menuju pada sesuatu yang lebih rendah?
Kamis - Jum'at, Warga Diimbau Kenakan Batik Cirebon
Batik Cirebon - Menjelang pengukuhan oleh Badan Dunia UNESCO bahwa batik merupakan warisan tak benda Indonesia, Pemkot Pekalongan akan memberikan sambutan cukup meriah. Mulai Kamis (1/10) - Sabtu (3/10), semua warga diimbau untuk mengenakan pakaian Batik Cirebon.
[caption id="attachment_1482" align="alignnone" width="240"]
Kamis - Jum'at, Warga Diimbau Kenakan Batik Cirebon[/caption]
Bahkan Pemkot juga telah membuat surat edaran ke semua SKPD dan instansi pemerintah maupun swasta, supaya selama tiga hari mengenakan baju bermotif Batik Cirebon.
Demikian dikatakan Wakil Wali Kota H Abu Almafachir, didampingi Kepala Disperindagkop Slamet Prihantono dan beberapa pengusaha Batik Cirebon, ketika talk show di Radio Kota Batik Cirebon (RKB), pagi kemarin. Menurutnya, imbauan itu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas dikukuhkannya Batik Cirebon sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
’’Apalagi Kota Pekalongan merupakan salah satu penghasil dan pemroduksi Batik Cirebon, sehingga selayaknya harus menyambut berita gembira ini dengan meriah,’’ tandasnya, lalu mengatakan, sebaiknya Batik Cirebon yang dikenakan bukan jenis printing.
Tren Batik Cirebon Etnik Bidik Segmen Atas
KUDUS, batik Cirebon - Tren Batik Cirebon terus berkembang. Meski jaman sudah moderen, demi mengedepankan kualitas, sebagian perajin Batik Cirebon masih mempertahankan pembuatan secara konvensional.
Salah satunya yang saat ini kembali tren adalah tema - tema Batik Cirebon etnik yang menonjolkan sisi kedaerahan potensi lokal Kudus, yaitu Batik Cirebon etnik. Perajin sengaja membidik segmen atas karena bahan baku yang digunakan memang cukup berkualitas.
[caption id="attachment_1296" align="alignnone" width="300"]
Tren Batik Cirebon Etnik Bidik Segmen Atas[/caption]
Praktisi dan pelopor Batik Cirebon Kudus, Yuli Astuti saat ditemui menjelaskan, sebenarnya tren Batik Cirebon setiap tahun terus berganti, tergantung dari permintaan pangsa pasar. "Namun khusus Batik Cirebon Kudus meski tren berganti namun tema - temanya masih mengusung potensi alam di Kudus seperti tema keretek dan warna - warna alam," katanya.
Batik Cirebon Hanya saja kolaborasi tema masih tetap berlaku, karena permintaan pasar ada yang kurang menyukai tema keretek. "Sebenarnya fleksibel saja, inovasi batik Kudus memang dinamis. Namun saya tekankan ciri khas Kudus harus tetap ada," paparnya.
Wednesday, September 18, 2013
Pasang Surut Kehidupan Batik Cirebon
DALAM perjalanannya, Batik Cirebon Pekalongan mengalami pasang surut. Menurut Ketua Paguyuban Pecinta Batik Cirebon Pekalongan, Fatiyah A Kadir, pada era 1970-an, Batik Cirebon hanya digunakan sebatas sarung atau kain yang dililitkan di pinggang. Namun pada masa itu, Batik Cirebon Pekalongan telah menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.
[caption id="attachment_1681" align="alignnone" width="300"]
Pasang Surut Kehidupan Batik Cirebon[/caption]
“Kalau dipesan orang Palembang, motifnya dibuat khusus. Begitu juga jika yang memesan orang Medan, warna dan motifnya juga dibuat khusus sesuai permintaan konsumen,” jelas Fatiyah.
Fatiyah menjelaskan, saat itu pemasaran batik hanya sebatas menunggu pesanan dari konsumen. Para pemilik toko dan pedagang dari luar Jawa datang ke Jawa untuk belanja Batik Cirebon di Kota Pekalongan.
Namun pada tahun 1980-an, Batik Cirebon mengalami masa-masa sulit. Fatiyah menuturkan, pada saat itu, penjualan Batik Cirebon sepi karena terdesak batik printing. “Batik Cirebon tradisional, Batik Cirebon asli Kota Pekalongan terpuruk bahkan sempat sampai mati,” kenangnya.
Geliat Street Fashion Batik Cirebon Digencarkan
SEMARANG, suaramerdeka - Menggelar peragaan busana Batik Cirebon di jalanan menjadi cara sendiri untuk mempopulerkan warisan budaya bangsa. Lewat ajang ini Batik Cirebon bisa dikenalkan lebih dekat kepada masyarakat.
Seperti yang terjadi di Jalan Pahlawan, Minggu (14/4), acara Fashion Show on The Street 2013 Busana Batik Cirebon dan Tenun Jawa Tengah digelar bersamaan dengan event car free day, dalam rangka peringatan Hari Kartini ke 134. Tujuannya untuk mengangkat hasil kerajinan UKM melalui pameran dan fashion on the street agar lebih dikenal masyarakat.
[caption id="attachment_1709" align="alignnone" width="300"]
Geliat Street Fashion Batik Cirebon Digencarkan[/caption]
Acara tersebut tampak dipadati oleh warga yang sedang beraktivitas di car free day. Mereka tampak antusias ingin melihat dari dekat peragaan busana terbuka itu. Ketua Dekranasda Jateng, Sri Suharti Bibit Waluyo didaulat untuk membuka acara yang diselenggarakan oleh Disperindag Jateng bersama Dekranasda tersebut.
Dia menyampaikan, dalam perkembangannya Batik Cirebon telah menyentuh berbagai kalangan dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Penggunaannya pun tak lagi terbatas pada acara formal tapi sekarang sudah merambah ke acara santai dan keseharian. "Sayangnya promosi Batik Cirebon di Kota Semarang sendiri kurang gencar. Tapi melalui acara fashion on the street ini masyarakat diharapkan semakin tertarik membeli dan memakai batik," ujarnya.
Intip Busana Batik Cirebon Para Kontestan Miss World 2013
VIVAlife - Batik Cirebon Serangkaian acara kontes kecantikan ratu sejagad, Miss World 2013 sudah dimulai di Bali. Panitia menegaskan bahwa kontes tersebut akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
[caption id="attachment_1653" align="alignnone" width="200"]
Intip Busana Batik Cirebon Para Kontestan Miss World 2013[/caption]
"Acara tetap berlangsung karena tidak mungkin memindahkan lokasi atau menghentikan acara," ujar Direktur PT Global Mediacom Tbk yang juga salah satu ketua panitia penyelenggara, Budi Rustanto di Warung Daun, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Batik Cirebon - Dia juga menegaskan bahwa tudingan negatif mengenai adanya eksploitasi tubuh di kontes itu tidak lah benar. "Kami coba negosiasikan dengan pemilik lisensi, karena tujuan kami bagaimana kami merancang Miss World 100 persen budaya Indonesia. Mereka mendukung," tambahnya.
Batik Cirebon - Budi juga mengatakan bahwa dalam negosiasi tersebut telah dicapai kesepakatan: tidak ada peserta Miss World yang mengenakan bikini. Sebagai gantinya, pada sesi Beach Fashion, para kontestan akan mengenakan sarung Batik Cirebon.
Wednesday, June 19, 2013
Pengguna Batik Telah Mendunia, Nasib Buruh Batik Tidak Berubah
Seperti yang kita sudah lihat dari berbagai media, boming penggunaan batik sebagai busana sehari-hari menunjukkan trend kenaikan yang sangat signifikan, bahkan ribuan pebisnis baru lewat pembukaan batik store/ outlet didalam maupun luar negeri tumbuh berkembang bagikan jamur di musim hujan.
Pengakuan Dunia lewat Unesco pada tahun 2009 lalu di Dubai Uni Emirates Arab, bahwa batik adalah kekayaan budaya Indonesia, memberi nilai positif bagi para pedagang batik, pengepul maupun juragan batik diberbagai wilayah di Indonesia, khususnya pengrajin batik di pulau jawa dan sebahagian di pulau sumatra. Bahkan pada tahun 2010 pengrajin batik telah menikmati lonjakan permintaan, mulai dari motif batik SBY, dengan corak warna warni serta memiliki khas tersendiri, dengan menampilkan garis tengah pada bagian depan batik tersebut, ratusan juragan batik kaya mendadak, rumah baru, mobil baru bahkan bisa pergi naik haji dengan semua kerabatnya.Batik Trusmi
Subscribe to:
Posts (Atom)
