Batik Cirebon

Monday, June 30, 2014

Mahasiswi Kedokteran UGM Kembangkan Batik Indonesia Histologi

batik indonesia
Lima mahasiswi jurusan Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada Yogyakarta yaitu Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nisa Karima, Nurulita Ainun Alma, dan Hilda Dwi Mahardiani, membuat kreasi batik histologi atau jaringan tubuh makhluk hidup yang mengantar kelimanya meraih dana DIKTI (Direktorat Pendidikan Tinggi) tahun 2013 dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K).
Ide pembuatan batik indonesia bermotif jaringan tubuh tersebut bermula ketika mereka mempelajari histologi pada semester awal perkuliahan. Dosen menjelaskan tentang berbagai struktur jaringan tubuh, salah satunya alat penyaring darah pada ginjal atau ginjal glumerulus.
Oleh dosen dijelaskan struktur ginjal glumerulus bentuknya memang indah, bahkan bagus kalau misalnya dituangkan menjadi motif batik. Dari pengalaman itu kelima mahasiswi mulai proses pembuatan kreasi batik histologi, dan diberi nama Batik Kumahargyan yang berarti indah dan dihormati.
Nisa Karima mengatakan, tujuan pengembangan batik dengan motif histologi tersebut sebagai pelatihan wirausaha sekaligus menyebarkan pengetahuan kepada masyarakat melalui batik.
"Selain mencoba berwirausaha, kami juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang apa sih sebenarnya yang ada didalam tubuh manusia. Kenapa tubuh bisa bergerak, kenapa kita bisa bernafas. Kita ingin memperkenalkan itu kepada masyarakat melalui metode yang sebenarnya sangat mudah yaitu pakaian yang mereka pakai sehari-hari yang bisa mereka lihat kapan saja,” kata Nisa Karima.
Untuk sementara ini, batik Kumahragyan diproduksi dalam dua desain yaitu motif musculus skeletal yang menggambarkan system pergerakan otot, rangka dan tulang dalam berbagai warna, serta motif fertilisasi implantasi yaitu proses pembuahan dan penempelan janin dalam dinding rahim dalam warna-warna gradasi. Pemasarannya selain dijual kepada kenalan para mahasiswa dan dosen juga dijual secara online melalui facebook dan twitter.
Menurut Amalia Setyawati, dipilihnya dua motif tersebut melalui konsultasi kepada berbagai pihak.
“Awalnya ada banyak model sekitar lima atau enam, terus kita survey ke teman-teman, tanya ke keluarga, akhirnya kita ambil dua model ini. Fertilisasi-implantasi dan musculus skeletal itu ternyata paling banyak peminatnya,” jelas Amalia Rani.
Dosen Fakultas Kedokteran UGM yang juga spesialis ginekologi, dokter Ova Emilia mendukung usaha yang dilakukan para mahasiswanya.
“Orang kan tidak tahu kalau dilihat itu otot ya seperti kalau orang beli daging. Tapi kalau kita pandang di mikroskop itu cantik. Jadi sel-selnya itu ada kekhasan. Ada yang namanya otot polos, otot lurik, yang belum semua orang tahu bahwa itu semua indah,” kata dokter Ova Emilia.
Menurut ketua Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad, Nyonya Ety Suliantoro Sulaiman, sejak dahulu kala motif batik sangat beragam dan merefleksikan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Misalnya, batik indonesia motif Semen menggambarkan tentang reproduksi manusia.
“Dari dulu itu banyak disain-disain kuno yang ternyata (berupa) sel-sel saja. Dari mana mereka tahu wong dulu itu belum ada mikroskop tetapi ada yang namanya sel telur wanita, sel telur pria, (motif) Semen itu kan jadi macem-macem,” kata nyonya Ety Suliantoro Sulaiman.
Batik motif jaringan tubuh manusia tersebut dikerjakan para perajin batik di wilayah Pandak Bantul Yogyakarta. Dalam setiap kemasan batik disertakan informasi terkait arti pola histologi dan informasi kesehatan lainnya.

Saturday, June 28, 2014

Pakai Batik Indonesia ke Puncak Elbrus, Tim Mapala UMY Pecahkan Rekor Muri

batik indonesia
Batik Indonesia - Tim Elbrus Mapala Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Setelah menyabetnya usai mencapai puncak Gunung Elbrus di Moskow Rusia, anak bangsa ini menorehkan rekor kategori 'Mengenakan Batik Indonesia di Puncak Gunung Tertinggi'.
Tim Mapala UMY dinilai telah berhasil memperkenalkan batik di dunia internasional, khususnya kepada penduduk Muslim Rusia. Selain berhasil membawa batik ke puncak Elbrus, dengan mengenakannya saat berada di puncak.
"Yang kami nilai, Mapala UMY ini bisa mendapatkan Muri adalah usahanya, dalam kontribusi mempertahankan dan memperkenalkan batik kepada dunia internasional. Walaupun batik sudah diakui oleh UNESCO, tetapi perjuangan Tim Elbrus Mapala UMY yang sudah memperkenalkan batik kepada masyarakat Rusia, dan juga membawanya hingga ke puncak Elbrus, belum pernah ada yang melakukannya," ujar Senior Manager Muri Paulus Pangka, Rabu 25 Juni 2014.
"Dan ini merupakan hal pertama kali yang dilakukan oleh Mapala UMY," tambah Paulus.
Selain itu, lanjut Paulus, ia menyampaikan terima kasih dan rasa bangga yang sangat besar kepada tim itu. Juga rasa syukur, atas kontribusi mereka dalam melestarikan budaya bangsa ke dunia internasional.
"Saya sangat bangga, dan juga sangat bersyukur sekali, dan ucapan terima kasih saya ucapkan sebesar-besarnya kepada Tim Elbrus Mapala UMY, yang sudah ikut berkontribusi melestarikan budaya bangsa. Selain itu, juga saya bangga karena semangat positif pemuda dalam dunia olahraga kependakian internasional seperti yang dilakukan oleh teman-teman Mapala UMY ini," ujar Paulus.
Manager dari Tim Ekspedisi Gunung Elbrus Soewarjono Lempo menjelaskan, pihaknya sengaja menjadikan batik sebagai salah satu dari rangkaian misi mereka.
"Misi kami adalah memperkenalkan batik indonesia dan mengenakannya hingga sampai ke puncak Elbrus. Kenapa kita gunakan batik? Karena batik ini adalah salah satu identitas Yogya dan Indonesia. Jadi pada saat pendakian, kita siasati pakai batik di bagian luar, karena disana minus 43 derajat Celcius," beber Soewarjono yang juga anggota Mapala UMY.
"Sangat dingin sekali, jadi ya misinya adalah mengantarkan batik ke puncak Eropa. Hal ini adalah upaya melestarikan batik di dunia internasional," imbuh Soewarjono.
Tim ekspedisi pendakian gunung Rusia setinggi 5642 Mdpl di atas permukaan laut itu terdiri dari: Soewarjono Lempo, Singgih Ainun Muttaqin, Muhammad Fauzan, dan Saigunsi Bonita Arini.

Wednesday, June 25, 2014

Batik Indonesia Sangat Dikenal Masyarakat Venezuela

Batik Indonesia – Tak banyak yang tahu, Prianti Gagarin Djatmiko Singgih, Duta Besar Republik Indonesia di Republik Bolivar Venezuela yang berkedudukan di Caracas, memiliki kepedulian yang tinggi untuk mempromosikan batik Indonesia. Dalam kaitan ini, KBRI Caracas secara konsisten berupaya mempromosikan batik Indonesia melalui berbagai cara, antara lain sering menggelar peragaan busana batik, memasukkan kurikulum mata pelajaran pengenalan wastra batik Indonesia di sekolah mode Venezuela “Instituto Brivil”, penyelenggaraan workshop batik di KBRI Caracas dan Instituto sampai promosi wastra nusantara di berbagai media di Venezuela. “Bahkan, pernah kami menyelenggarakan kompetisi desain busana dengan menggunakan kain batik,” ungkap Prianti saat menjadi salah satu narasumber di Talk Show bertema “Indonesian Heritage Preservation and Economic Impact”, Selasa (24/6) di Perpustakaan Bank Indonesia, Surabaya, gelaran Lions Club Surabaya (LCS) “Kresna”. Ditambahkan Prianti, bahwa batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai tradisi yang tinggi dan harus dilestarikan.
 “Dan sekarang, dalam waktu 2,5 tahun terakhir, batik Indonesia sudah sangat dikenal di Venezuela dan negara-negara di sekitarnya,” kata diplomat yang selalu terlihat energik ini. Sementara itu, Silvia Zulaika, Presiden Lions Club Surabaya “Kresna” selaku ketua panitia acara mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja menggelar talk show ini sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan budaya Indonesia, tak terkecuali Batik. “Tak hanya tugas pemerintah, namun kita harus bersama-sama mengajak serta menumbuhkan kesadaran bagi semua elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk melakukan upaya pelestarian seni budaya bangsa Batik Indonesia, dengan berbagai cara sesuai profesi dan bidang masing–masing,” papar Silvia. Selain itu, lanjut Silvia, Lions Club Surabaya “Kresna” adalah satu-satunya bagian dari Organisasi Pengabdian Masyarakat LIONS CLUB International yang memiliki visi menyelaraskan kegiatan sosial kemasyarakatan dengan kegiatan pelestarian budaya, sebagaimana disinggung dalam salah satu tujuan Lions Clubs nomer 4, yaitu menaruh perhatian secara aktif terhadap kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat dalam bidang seni budaya, sosial dan tata susila. Dalam talk show yang juga menghadirkan Freddy Istanto, Direktur Surabaya Heritage Society ini, juga digelar fashion show koleksi Batik Chic, dengan menampilkan busana batik khas Sidoarjo. Tak ketinggalan, demo Sketching dan Painting dari LK Bing dan Denny Samawa yang concern terhadap bangunan cagar budaya di Surabaya pada khususnya.

Friday, June 13, 2014

Batik Cirebon - Orang Jepang Pun Suka Batik Indonesia

anak jepang mengenakan batik indonesiaBatik Cirebon - Orang Jepang Pun Suka Batik Indonesia.Kain Batik Indonesia dan pakaian batik Indonesia motif mega mendung sangat disukai orang Jepang. Kali ini sampai dengan 9 Juni nanti pameran batik Indonesia diselenggarakan di Entetsu Hyakkaten, Galeri Rose lantai 9, dan di Lantai 7 Art Salon. Bukan hanya kain batik, tetapi pakaian batik dan produk yang menggunakan kain batik dari berbagai daerah seperti Cirebon dll juga dipamerkan di sana.

"Saya senang batik Indonesia karena ibu saya desainer batik. Dia berusia 63 tahun senang sekali mendesain baju batik dan berbagai pakaian batik," papar Hirokazu Fukagawa, eksekutif Imari, yang menyelenggarakan pameran tersebut khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (6/6/2014) pagi.Kain, baju, pakaian, tas, payung dan berbagai produk lain, ada sekitar 40 buah dipamerkan di sana semua dari batik.

"Saya suka batik Yogyakarta karena warnanya alami sekali, warna indigo paling suka saya," lanjut Hirokazu lagi.Selain batik Yogya, dia juga memilkiki batik dari daerah lain di Indonesia, seperti dari Solo, Pekalongan, Cirebon dan sebagainya.

"Tahun lalu sekitar Juni saya ke Pekalongan dan Yogya melihat tempat produksi batik langsung. Senang sekali saya bisa melihat langsung tempat-tempat pembuatan batik di Indonesia," ungkapnya.Upayanya mempromosikan batik sedikitnya sudah 10 tahun lalu bahkan juga dipamerkan di departemen store Takashimaya Nihonbashi tahun 2004 terus menerus setiap tahun sampai sekarang.

"Tahun ini sekitar Desember nanti mungkin kami akan pameran lagi di Tokyo di Takashimaya," katanya.Menurutnya, banyak orang Jepang semakin suka kain batik Indonesia saat ini, dalam bentuk pakaian dan sebagainya."Sejuk, apalagi mulai memasuki musim panas enak menggunakan baju batik rasanya," katanya.

Sunday, May 4, 2014

Batik Cirebon-Publik Italia Terpukau Tenun Dan Batik Indonesia

batik indonesia di ottawaBatik Cirebon-Publik Italia Terpukau Tenun Dan Batik Indonesia.Batik Indonesia dan tenun dalam busana klasik dan kontemporer karya dua perancang mode papan atas Indonesia, Chossy Latu dan Carmanita memukau publik Italia.Peragaan busana diselenggarakan dalam acara Wonderful Indonesia: A Kaleidoscope of Indonesian Heritage di Roma oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Roma dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Acara yang dihadiri sekitar 600 orang dari kalangan pejabat pemerintah, korps diplomatik, pebisnis, pengamat mode internasional, dan media massa dimaksudkan untuk memperkenalkan Tenun Dan Batik Indonesia untuk menuju coutoure dan memperoleh pasar di Italia dan Eropa, demikian keterangan pers KBRI Roma yang diterima ANTARA London, Senin.Peragaan busana ini terpadu secara unik dan harmonis dengan pagelaran budaya yang menyajikan berbagai tarian dari Bali, Betawi, Sumatera Barat, dan Jawa Barat serta "mini exhibition" yang memajang produk-produk Indonesia mulai dari handicraft sampai dengan contoh agricultural products seperti kopi dan kakao.

Suasana Indonesia pun semakin terasa kental dengan alunan musik tradisional Arumba dan Sasando serta peragaan membuat batik oleh Putri Favorit Batik Nusantara 2011, Twinda Rarasati.Chossy Latu dan Carmanita bukan nama yang baru muncul di panggung internasional.Pada pagelaran kali ini, Chossy Latu tetap konsisten menggunakan kain tenun dalam baju-baju rancangannya yang sengaja dibuat klasik dan simple dan "wearable" agar dapat dipakai sehari-hari.Sementara itu, Carmanita yang lahir di lingkungan keluarga pembatik, menggelar koleksi busana Batik Indonesia rancangannya yang beraliran kontemporer dengan inspirasi alam.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Roma Priyo Iswanto mengatakan masyarakat dunia perlu ikut melestarikan Batik Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia dengan cara tidak harus ikut membuat Batik Indonesia tetapi memberikan pasar buat Batik Indonesia.Dalam rangka menuju "haute coutoure" dan menembus pasar Italia dan Eropa, KBRI Roma menggandeng Sekolah Mode Koefia di Roma yang telah berumur 100 tahun untuk melambungkan batik dan tenun fashion di Italia, negara yang sering kali disebut sebagai kiblat dunia mode.Acara ini dilaksanakan sebagai satu rangkaian acara Malam Resepsi HUT ke-67 Proklamasi RI dan mengambil tempat di Hotel Sheraton Roma.

Batik Cirebon-Masyarakat Inggris minati lukisan Batik Indonesia

batik indonesia di auchlandBatik Cirebon-Masyarakat Inggris minati lukisan Batik Indonesia.Masyarakat Inggris meminati lukisan Batik Indonesia, karena pameran lukisan batik yang digelar di lingkungan Lancaster University, Lancaster, Inggris tampak dikunjungi banyak orang."Pameran diadakan di Lancaster Environment Centre selama 1,5 bulan hingga 15 Juni mendatang," kata pengamat batik yang pengajar Batik Indonesia di Inggris, Haikal Bekti Anggoro, kepada Antara London, Minggu.

Kegiatan "Indonesian Batik Paintings Exhibition" yang digelar Esti Mardiani-Euers, pelajar asal Indonesia, itu menampilkan koleksi lukisan batik kontemporer Indonesia asal Jawa Tengah dan Yogyakarta.Kegiatan mahasiswa untuk mempromosikan Indonesia di Inggris Raya itu aktivitas sampingan dari Esti Mardiani-Euers yang menjadi seorang peneliti di bidang water engineering dan dosen di bidang statistik.

Sebelumnya, Esti kerap mengadakan pameran batiknya di pusat kota Lancaster, yaitu di Ashton Memorial, Williamson Park, serta Gregson Centre.Lancaster University merupakan universitas terbaik di UK dan nomor 10 di dunia untuk kategori universitas berusia di bawah 50 tahun."Suatu kehormatan bagi saya untuk diundang mengadakan pameran di kampus berkelas dunia ini," ucap Esti Mardiani-Euers.

Kota Lancaster sendiri terletak di Barat Laut Inggris, dan merupakan kota bersejarah di Inggris yang menahan gempuran bangsa Skotlandia selama berabad-abad.Kastil yang masih berdiri gagah di pusat kota sendiri merupakan kastil milik ratu Inggris, Queen Elizabeth II.Menurut Esti Mardiani-Euers, minat akan karya seni seperti Batik Indonesia menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat, mengingat mengkoleksi benda seni dapat dikategorikan sebagai kebutuhan tersier.

Dulu, minatnya sangat tinggi sebelum resesi 2007-2008 melanda UK, lalu trend sempat menurun sebelum sekarang kembali meningkat setelah ekonomi mulai membaik.Esti Mardiani-Euers memiliki minat di bidang Batik Indonesia karena keluarganya yang bergelut di industri tersebut. Ia dan kakaknya merupakan pelukis batik, serta kerap berkunjung ke desa-desa mencari bakat-bakat terpendam para pelukis Batik Indonesia yang belum dipasarkan secara baik.

"Mereka kurang paham bagaimana teknik marketing hasil karya mereka, padahal di sini orang-orang menawar untuk membeli lukisan mereka seharga jutaan rupiah," ujar Esti.Esti Mardiani-Euers merupakan lulusan Lancaster University bergelar Doktor dengan penelitian di bidang pembangkit listrik tenaga air dengan skala piko, yaitu lebih kecil dari mikro.Bidang penelitiannya sendiri sangat dapat diaplikasikan di Indonesia untuk menerangi desa-desa terpencil. Minatnya akan batik merupakan hobi yang ia geluti untuk mengisi waktu luang di sela kesibukannya.

"Saya coba luangkan waktu untuk selalu mempromosikan Indonesia, dan melalui kapasitas saya sebagai penggemar batik," ujarnya.Peluang bisnis batik di Inggris memang terbuka besar. Tidak hanya sebagai pakaian, namun sebagai lukisan, aksesoris, dan hiasan rumah."Jika hanya dijadikan kemeja atau gaun, Batik Indonesia hanya laku ketika musim panas, karena di musim-musim lainnya akan terlalu dingin untuk mengenakan batik," ujar Haikal Bekti Anggoro, mahasiswa yang juga pengajar batik di Inggris.

"Melihat pameran lukisan batik yang mendapat antusiasme yang tinggi menunjukkan banyak cara lain untuk membawa batik ke Inggris, bukan sekedar baju saja," tambahnya.Pameran ini juga dibuka bersamaan dengan pelaksanaan Britain Goes Batik dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di UK, sebuah gerakan untuk mengenakan batik setiap tanggal 2 di setiap bulannya dan juga kebetulan bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional.Selain itu, pameran ini dijadikan acara pemanasan untuk meningkatkan animo masyarakat kota Lancaster menjelang acara "Indonesian Night" di pusat kota Lancaster yang akan digelar pada 10 Mei mendatang.

Sunday, April 20, 2014

Batik Cirebon - Kebumen Luncurkan Batik Indonesia Untuk Sarung Jumatan

batik trusmi cirebonBatik Cirebon - Kebumen Luncurkan Batik Indonesia Untuk Sarung Jumatan.Setelah bertahun-tahun mengembangkan batik Kebumen yang aplikasinya lebih mengarah untuk busana kemeja dan gaun, Kebumen kini mulai mengembangkan batiknya untuk kain sarung.

"Pengembangan Batik Indonesia untuk dikenakan sebagai sarung sampai saat ini belum menjadi program yang familiar bagi kita. Namun kami akan berusaha memulainya. Sebagai tahap awal, kami akan meluncurkan program penggunaan sarung Batik Indonesia untuk kegiatan 'Jum'atan' di Kebumen," ujar anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kebumen, Cici Suwarso SH, di ruang kerjanya, Selasa (15/04/2014).

Latar belakang pengembangan Batik Indonesia Kebumen untuk diaplikasikan pada kain sarung menurut Cici adalah kecenderungan selama ini yang lebih memfokuskan batik untuk busana kemeja dan gaun. Akibatnya, sarung batik pun terpinggirkan. Padahal untuk memperluas spektrum Batik Indonesia Kebumen, haruslah menggunakan pula sarung sebagai media promosinya karena sarung banyak ikenakan oleh masyarakat.

"Kita cenderung tak memikirkan penggarapan Batik Indonesia untuk sarung. Padahal sarung adalah bagian dari budaya masyarakat kita, termasuk banyak dipakai untuk kegiatan sholat Jum'at di mesjid," papar Cici.

Keinginan Dekranasda Kebumen itu menurut Cici akan diwujudkan dengan kerjasama pembuatan desain dengan perajin batik Kebumen. Hal itu diyakini tak akan sulit mengingat sejak lama batik Kebumen sudah dibuat pula sebagai arung.

"Sedang sebagai media promosi awal dari program ini kami akan bekerjasama dengan pejabat Pemkab dan tokoh masyarakat Kebumen agar bersedia mengenakan sarung batik Kebumen setiap sholat Jum'at di mesjid," jelas Cici (Dwi/KRJogja)