Batik Cirebon

Showing posts with label kain batik. Show all posts
Showing posts with label kain batik. Show all posts

Sunday, May 4, 2014

Batik Cirebon-Masyarakat Inggris minati lukisan Batik Indonesia

batik indonesia di auchlandBatik Cirebon-Masyarakat Inggris minati lukisan Batik Indonesia.Masyarakat Inggris meminati lukisan Batik Indonesia, karena pameran lukisan batik yang digelar di lingkungan Lancaster University, Lancaster, Inggris tampak dikunjungi banyak orang."Pameran diadakan di Lancaster Environment Centre selama 1,5 bulan hingga 15 Juni mendatang," kata pengamat batik yang pengajar Batik Indonesia di Inggris, Haikal Bekti Anggoro, kepada Antara London, Minggu.

Kegiatan "Indonesian Batik Paintings Exhibition" yang digelar Esti Mardiani-Euers, pelajar asal Indonesia, itu menampilkan koleksi lukisan batik kontemporer Indonesia asal Jawa Tengah dan Yogyakarta.Kegiatan mahasiswa untuk mempromosikan Indonesia di Inggris Raya itu aktivitas sampingan dari Esti Mardiani-Euers yang menjadi seorang peneliti di bidang water engineering dan dosen di bidang statistik.

Sebelumnya, Esti kerap mengadakan pameran batiknya di pusat kota Lancaster, yaitu di Ashton Memorial, Williamson Park, serta Gregson Centre.Lancaster University merupakan universitas terbaik di UK dan nomor 10 di dunia untuk kategori universitas berusia di bawah 50 tahun."Suatu kehormatan bagi saya untuk diundang mengadakan pameran di kampus berkelas dunia ini," ucap Esti Mardiani-Euers.

Kota Lancaster sendiri terletak di Barat Laut Inggris, dan merupakan kota bersejarah di Inggris yang menahan gempuran bangsa Skotlandia selama berabad-abad.Kastil yang masih berdiri gagah di pusat kota sendiri merupakan kastil milik ratu Inggris, Queen Elizabeth II.Menurut Esti Mardiani-Euers, minat akan karya seni seperti Batik Indonesia menunjukkan tingkat kemakmuran masyarakat, mengingat mengkoleksi benda seni dapat dikategorikan sebagai kebutuhan tersier.

Dulu, minatnya sangat tinggi sebelum resesi 2007-2008 melanda UK, lalu trend sempat menurun sebelum sekarang kembali meningkat setelah ekonomi mulai membaik.Esti Mardiani-Euers memiliki minat di bidang Batik Indonesia karena keluarganya yang bergelut di industri tersebut. Ia dan kakaknya merupakan pelukis batik, serta kerap berkunjung ke desa-desa mencari bakat-bakat terpendam para pelukis Batik Indonesia yang belum dipasarkan secara baik.

"Mereka kurang paham bagaimana teknik marketing hasil karya mereka, padahal di sini orang-orang menawar untuk membeli lukisan mereka seharga jutaan rupiah," ujar Esti.Esti Mardiani-Euers merupakan lulusan Lancaster University bergelar Doktor dengan penelitian di bidang pembangkit listrik tenaga air dengan skala piko, yaitu lebih kecil dari mikro.Bidang penelitiannya sendiri sangat dapat diaplikasikan di Indonesia untuk menerangi desa-desa terpencil. Minatnya akan batik merupakan hobi yang ia geluti untuk mengisi waktu luang di sela kesibukannya.

"Saya coba luangkan waktu untuk selalu mempromosikan Indonesia, dan melalui kapasitas saya sebagai penggemar batik," ujarnya.Peluang bisnis batik di Inggris memang terbuka besar. Tidak hanya sebagai pakaian, namun sebagai lukisan, aksesoris, dan hiasan rumah."Jika hanya dijadikan kemeja atau gaun, Batik Indonesia hanya laku ketika musim panas, karena di musim-musim lainnya akan terlalu dingin untuk mengenakan batik," ujar Haikal Bekti Anggoro, mahasiswa yang juga pengajar batik di Inggris.

"Melihat pameran lukisan batik yang mendapat antusiasme yang tinggi menunjukkan banyak cara lain untuk membawa batik ke Inggris, bukan sekedar baju saja," tambahnya.Pameran ini juga dibuka bersamaan dengan pelaksanaan Britain Goes Batik dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di UK, sebuah gerakan untuk mengenakan batik setiap tanggal 2 di setiap bulannya dan juga kebetulan bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional.Selain itu, pameran ini dijadikan acara pemanasan untuk meningkatkan animo masyarakat kota Lancaster menjelang acara "Indonesian Night" di pusat kota Lancaster yang akan digelar pada 10 Mei mendatang.

Sunday, April 20, 2014

Batik Cirebon - Kebumen Luncurkan Batik Indonesia Untuk Sarung Jumatan

batik trusmi cirebonBatik Cirebon - Kebumen Luncurkan Batik Indonesia Untuk Sarung Jumatan.Setelah bertahun-tahun mengembangkan batik Kebumen yang aplikasinya lebih mengarah untuk busana kemeja dan gaun, Kebumen kini mulai mengembangkan batiknya untuk kain sarung.

"Pengembangan Batik Indonesia untuk dikenakan sebagai sarung sampai saat ini belum menjadi program yang familiar bagi kita. Namun kami akan berusaha memulainya. Sebagai tahap awal, kami akan meluncurkan program penggunaan sarung Batik Indonesia untuk kegiatan 'Jum'atan' di Kebumen," ujar anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kebumen, Cici Suwarso SH, di ruang kerjanya, Selasa (15/04/2014).

Latar belakang pengembangan Batik Indonesia Kebumen untuk diaplikasikan pada kain sarung menurut Cici adalah kecenderungan selama ini yang lebih memfokuskan batik untuk busana kemeja dan gaun. Akibatnya, sarung batik pun terpinggirkan. Padahal untuk memperluas spektrum Batik Indonesia Kebumen, haruslah menggunakan pula sarung sebagai media promosinya karena sarung banyak ikenakan oleh masyarakat.

"Kita cenderung tak memikirkan penggarapan Batik Indonesia untuk sarung. Padahal sarung adalah bagian dari budaya masyarakat kita, termasuk banyak dipakai untuk kegiatan sholat Jum'at di mesjid," papar Cici.

Keinginan Dekranasda Kebumen itu menurut Cici akan diwujudkan dengan kerjasama pembuatan desain dengan perajin batik Kebumen. Hal itu diyakini tak akan sulit mengingat sejak lama batik Kebumen sudah dibuat pula sebagai arung.

"Sedang sebagai media promosi awal dari program ini kami akan bekerjasama dengan pejabat Pemkab dan tokoh masyarakat Kebumen agar bersedia mengenakan sarung batik Kebumen setiap sholat Jum'at di mesjid," jelas Cici (Dwi/KRJogja)

Saturday, April 19, 2014

Batik Cirebon - Amerika Jadi Pasar Ekspor Batik Indonesia Terbesar

batik indonesia di ottawaBatik Cirebon - Amerika Jadi Pasar Ekspor Batik Indonesia Terbesar.Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyebut bahwa pasar ekspor terbesar batik Indonesia adalah Amerika, Eropa dan Jepang.

“Pasar utama kita Amerika, Jepang dan Eropa,” sebut Mari Elka, saat jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (28/9/2011).

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perdagangan (Kemendag), dari tahun 2006 hingga 2010, pangsa pasar eskpor Batik Indonesia ke Amerika menduduki peringkat pertama. Tercatat pada tahun 2010, pangsa pasar ekspor Batik Indonesia ke Amerika sebesar 35,63 persen dengan nilai 24,668 juta dolar AS.

Sementara pangsa pasar Eropa secara komunal berada pada urutan kedua. Kemudian diikuti Jepang dengan pangsa pasar sebsar 10,90 persen dan nilai 7,547 juta dolar AS.

Lebih lanjut, Mari Elka menguraikan bahwa nilai ekspor Batik Indonesia ke semua Negara tujuan, sempat mengalami puncak di tahun 2008 hampir 100 juta dolar AS, tepatnya 93,09 juta dolar AS. Namun setelah itu, turun seiring pengaruh dari krisis global.

“Karena pasar utama kita Amerika, Jepang dan Eropa, yang tiga-tiganya mengalami penurunan dari pertumbuhan ekonominya, mengalami berbagai macam masalah ekonomi. Hingga dapat dikatakan batik itu menjadi item yang mereka akan kurangi pembeliannya,” demikian dikatakannya.

Karenanya, pemerintah akan melakukan strategi diversifikasi pasar (buka pasar) baru ekspor Batik Indonesia. Tidak lagi mengenjot ekspor Batik ke tiga Negara yang mulai lesu.

Seiring dengan itu, diversifikasi produk pun akan dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang baru. “Karena mungkin tiap pasar permintaannya berbeda,” ucapnya.

Namun ditegaskannya, jangan hanya melihat pada nilai ekspor yang 100 juta dolar AS, tetapi lebih dari itu yakni nilai fashion branding yang bisa diperoleh dengan keberadaan Batik di luar negeri.

“Sebagai tools, untuk promosi dan diplomasi, Batik Indonesia itu bisa memiliki nilai yang lebih tinggi daripada nilai yang tercermin dari angka ekspor,” tegas Mari Elka

Thursday, April 17, 2014

Batik Cirebon - Empat Batik Indonesia dari Keraton Dipamerkan di Malang

IMG_6291Batik Cirebon - Empat Batik Indonesia dari Keraton Dipamerkan di Malang.Batik Indonesia dari empat keraton di Indonesia dipamerkan di Kota Malang, Jawa Timur. Pameran tersebut dihadiri puluhan wisatawan mancanegara, seperti dari Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

Pameran Batik Indonesia Keraton itu digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-100 Kota Malang dan merupakan kegiatanan rutin Hotel Tugu Kota Malang.

Pameran yang berlangsung antara 12-27 April itu menghadirkan Batik Indonesia dari berbagai keraton di Indonesia, yakni dari Keraton Yogyakarta, Keraton Sumenep Madura, Keraton Solo dan Keraton Cirebon.

"Pameran kali ini hanya menghadirkan empat batik keraton khas Indonesia," kata Anita Yudhi, Ketua Panitia Pameran Batik Keraton, kepada Kompas.com, Minggu (13/4/2014).

Menurut Anita, dari batik keraton yang dipamerkan itu mayoritas Batik Indonesia yang memiliki sejarah tersendiri dalam pembuatannya. "Seperti batik keraton Sumenep, batiknya lebih identik dengan budaya Indonesia yang dipadukan dengan budaya China atau akulturasi China," jelasnya.

Warna batik keraton Sumenep didominasi warna cokelat, hijau dan merah. "Di daerah pesisir mayoritas akulturasi China. Karena warga China jika ke Nusantara turun di pesisir Indonesia, seperti Keraton Solo, Cirebon dan Surakarta serta Sumenep," ungkap Anita.

"Kalau Keraton Solo dan Yogyakarta pada dasarnya motifnya sama. Diantaranya, parang barong, trumtum kawung. Pembedanya hanya warnanya saja. Sogannya cokelat kuning keemasan. Yogyakarta latarnya cokelat kombinasi latarnya putih," katanya.

Adapun keraton Cirebon, khas pakem keraton, peksi nagaliman. Ada singa barong dan pintu kraton. "Misi kita hanya untuk melestarikan budaya batik Indonesia. Rakyat Indonesia lebih paham sejarah motif batik Indonesia. Tidak hanya menikmati keindahannya," katanya.

Anita menambahkan, sudah ada 100 wisatawan asing yang datang ke pameran batik keraton tersebut. "Warga asing dari Australia dan Amerika. Mereka sangat kagum batik keraton Indonesia. Karena di negaranya tidak ada," katanya.

Para wisatawan mancanegara katanya, Indonesia kaya akan khasanah budaya yang tidak dimiliki negara lain. "Batik tak bisa ditiru negara lainnya. Walaupun bisa ditiru tak akan mampu menyamai batik khas Indonesia," katanya.

Monday, April 14, 2014

Batik Indonesia - KBRI Caracas dan Instituto Brivil kembali menggali kreativitas perancang muda Venezuela

batik indonesia di ottawaBatik Indonesia - KBRI Caracas dan Instituto Brivil kembali menggali kreativitas perancang muda Venezuela.KBRI Caracas dan Instituto Brivil (institut mode terkemuka di Venezuela) kembali menggali kreativitas perancang muda Venezuela dengan melanjutkan kompetisi mendesain busana dengan Batik Indonesia yang bertemakan Batik: De Tradición a una Opción de Moda Chic II (Batik: Dari Tradisi menjadi sebuah Opsi dalam fesyen yang Chic II). Kompetisi mendesain busana dengan batik tersebut merupakan bagian dari kurikulum Brivil sebagai tugas akhir untuk menentukan kelulusan mereka. Para mahasiswa Brivil tersebut juga harus melakukan pendalaman mengenai tradisi Indonesia sebagai bagian dari thesis akhir. Sebanyak 34 mahasiswa Brivil Semester VI (semester akhir) akan mendesain busana Batik Indonesia dalam tiga kategori yakni busana kerja wanita dan pria, busana cruise wanita serta busana grand gala untuk wanita.

Berbagai tema inspirasi dari tokoh budaya, flora dan fauna serta arsitektur Indonesia dalam pembuatan desain busana Batik Indonesia telah dipilih oleh para mahasiswa antara lain candi Borobudur, candi Prambanan, Komodo, Wayang Golek Rama dan Shinta, Garuda, Dewi Sri, kebaya fusion Indonesia – pakaian tradisional Venezuela, Batik Indonesia motif Megamedung, Jauk, Mesjid Baiturrahman, tari Kecak dan Ibu Negara: Ani Bambang Yudhoyono. Batik Indonesia yang dipilih oleh para mahasiswa sangat beragam yang mewakili 12 daerah di Indonesia baik batik klasik kratonan maupun batik pesisiran seperti batik Garutan, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Solo, Yogya, Sidoarjo dan Madura.

Pada tanggal 20 – 21 Maret 2014 telah dilaksanakan sidang pengujian thesis mahasiswa Brivil (defense thesis). Para penguji tersebut antara lain para pengajar Brivil dan Dubes RI Caracas yang juga telah membekali para mahasiswa dengan pengetahuan mengenai batik secara komprehensif. Pada kesempatan tersebut, seniman batik dari Yogyakarta dan juga Ketua Sidang Batik Online (SBO), Bayu Aria turut mengamati dan memberi masukan saat proses pengujian thesis busana batik tersebut. Dalam pengujian thesis ini, para mahasiswa menampilkan hasil akhir rancangan mereka. Para penguji menilai kesesuaian dan konsistensi tema inspirasi para mahasiswa antara yang tertulis dalam thesis mereka dengan hasil sketsa dan hasil akhir busana batik yang telah siap pakai. Disamping itu, Dubes RI Caracas juga menilai mengenai penggunaan kain batik dalam rancangan busana mereka (batik sebagai bahan utama). Dari desain yang ditampilkan nampak sekali dinamika dan kreatifitas para siswa dalam mengolah batik menjadi suatu rancangan yang sangat chic. Final kompetisi mendesain busana dengan batik itu sendiri akan dilaksanakan pada bulan Juni 2014 di Centro Commercial Macaracuay.

Kunjungan Bayu Aria ke Venezuela merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi batik Indonesia dalam rangka kick off perayaan peringatan hubungan diplomatik Indonesia – Venezuela ke-55 tahun. Momentum ini kemudian dimanfaatkan oleh Brivil untuk meminta Bayu Aria sebagai pengamat dalam pengujian thesis tersebut. Selama kunjungannya di Caracas, Bayu Aria juga akan menggelar pergelaran kain batik hasil rancangannya, melakukan pengajaran teknik membatik dan teknik pewarnaan batik 3 dimensi kepada Canthing Club dan mahasiswa Brivil sebagai salah satu bagian dari kurikulum batik yang diajarkan oleh KBRI Caracas.

Pengajaran batik dan kompetisi ini dilakukan sebagai upaya konsisten KBRI Caracas untuk mempopulerkan tekstil Indonesia sebagai pilihan dalam berbusana di Venezuela dan menjadikan batik sebagai pilihan fesyen yang chic kepada masyarakat Venezuela. Diharapkan dengan adanya upaya nyata ini dapat menarik minat para pengusaha Venezuela untuk mengimpor tekstil dan batik dari Indonesia baik untuk ready to wear clothing maupun bahan tekstil setengah jadi.

Sunday, April 13, 2014

Ebatik Cirebon - Batik Indonesia Dipuji Diluar

grosir batik cirebon trusmi indonesiaEbatik Cirebon - Batik Indonesia Dipuji Diluar.Salah satu warisan budaya negeri ini akhirnya "diakui" keberadaanya di Dunia. Batik Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Sejak tahun 2009, Batik Indonesia resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity).

Delegasi OKI asal Tunisia, Hanem menyatakan batik Indonesia pantas menjadi warisan budaya yang diakui dunia internasional, karena bahan dan motifnya cocok digunakan oleh semua masyarakat di dunia.

"Sangat mengagumkan, Indonesia pasti bangga memiliki batik di negaranya," ujar Hanem.

Hal serupa juga disampaikan Delegasi OKI asal Djibouti selaku Direktur Urusan Gender, Choukri Houssein. Menurutnya, batik Indonesia memang menawan, namun harganya terbilang cukup mahal.

"Kualitasnya baik sekali, tapi bagi kami harganya sangat mahal," kata Choukri serata tersenyum.

Sementara itu, Delegasi asal Mozambik, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Sosial Budaya Mozambik Iolanda Cintura, mengungkapkan rasa kagumnya kepada para perempuan pengrajin batik Indonesia. Mereka, lanjut Iolanda, adalah wanita hebat yang mampu membuat produk berkualitas dan dapat memberikan pemasukan bagi keluarga.

"Pengrajin batik perempuan di Indonesia sangat bagus, karena dengan keahliannya, mereka dapat membantu perekonomian keluarga," kata Iolanda.

Iolanda menambahkan, dengan membantu perekonomian keluarga, para pembatik perempuan juga dapat membantu pertumbuhan ekonomi pemerintah, karena telah mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah domestik.

Sejak menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, UNESCO mengakui Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia. Mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kain batik.

Tapi setelah batik dipuji oleh dunia jangan sampai kita tidak melestarikannya, dan masih banyak warisan yang dimiliki Indonesia yang harus dilestarikan dari budaya sampai ke alam.

Saturday, April 12, 2014

Batik Indonesia - Ical Kritik Pejabat Lebih Pilih Pakai Jas daripada Batik

ical-kritik-pejabat-lebih-pilih-pakai-jas-daripada-batik-indonesiaBatik Indonesia - Ical kritik pejabat lebih pilih pakai jas daripada batik.Nominator Batik Indonesia untuk UNESCO tahun 2008, Aburizal Bakrie mengungkapkan penyesalannya karena petinggi-petinggi negeri ini yang masih menggunakan jas saat menjamu tamu-tamu negara. Menurutnya, kemajuan industri Batik Indonesia takkan terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak. Termasuk pemerintah dan masyarakat untuk berkomitmen menggunakan Batik Indonesia dalam berbagai aktivitas. "Di Filipina, pejabatnya menjamu tamu dengan menggunakan pakaian Tagalog. Di Indonesia, kita masih menggunakan jas," kata Ical, sapaan akrabnya, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (6/3). Ical menuturkan, saat ini banyak sekali pilihan Batik Indonesia yang bisa digunakan. "Mau printing atau tulis yang penting dipakai," imbuh Bakrie. Tidak hanya pejabat, Ical juga menyayangkan generasi muda yang lebih akrab dengan budaya luar ketimbang budaya sendiri. Salah satu contohnya dalam hal tarian. "Satu aspek itu ada tarian, saya sedih bahwa tarian Indonesia itu sangat sedikit digandrungi oleh anak-anak muda Indonesia. Mereka lebih suka nari yang dari Korea itu, apa namanya? Gangnam Style," ucapnya. Penggunaan Bahasa Indonesia juga tak luput dari kritikannya. Dalam pandangannya, kebanggaan akan penggunaan Bahasa Indonesia berkurang lantaran banyak orang Indonesia memilih menggunakan bahasa asing, termasuk di lingkungan keluarganya. "Cucu saya lebih suka Bahasa Inggris daripada Indonesia. Sehingga saya bicara sama dia, kamu kalau mau ngomong sama saya pakai Bahasa Indonesia," katanya. Pemerintah dan masyarakat wajib memiliki komitmen tinggi untuk mendukung kebudayaan Indonesia. Salah satunya dengan menggunakan busana daerah seperti Batik Indonesia dan tenun dalam jamuan-jamuan resmi maupun tidak resmi, di dalam negeri maupun kegiatan internasional. Dia juga mengajak masyarakat agar semakin akrab dengan busana-busana daerah.

Thursday, April 10, 2014

Batik Indonesia - Pasar Batik Jepang Belum Tergarap Maksimal

ebatik di export ke jepang batik indonesiaBatik Indonesia - Pasar Batik Jepang Belum Tergarap Maksimal.Pasar batik Jepang belum tergarap karena selama ini pengrajin batik Indonesia kesulitan memasarkan hasil kerajinan ke ”Negeri Sakura” secara berkesinambungan. Padahal, minat masyarakat Jepang atas batik Indonesia sangat tinggi.
Berulang kali sejumlah komunitas masyarakat ataupun organisasi kebudayaan Jepang mengundang pengrajin batik Indonesia untuk menampilkan karyanya di Jepang. Seniman dan desainer batik Nita Azhar, misalnya, menerima setidaknya 10 kali undangan peragaan busana batik Indonesia di Jepang selama 15 tahun terakhir.
Pada 3-6 Oktober 2013, Nita diundang mengikuti Sakura Collection 2013 di Tokyo yang diselenggarakan Japan Adventure untuk menampilkan karya batik yang dipadukan dengan kain obi (ikat pinggang) khas Jepang.
”Di sini saya menampilkan tiga karya kain yang dipadu dengan blus kimono dan obi masing-masing bertema ukir Jawa Dwipa bermotif flora,” katanya di sela-sela persiapan peragaan busana di Tokyo, Kamis (3/10/2013), seperti dilaporkan wartawan Kompas, Irene Sarwindaningrum.
Menurut Nita, keikutsertaannya itu merupakan upaya untuk mempromosikan batik Jawa. Hal ini penting guna terus menghidupkan minat masyarakat Jepang terhadap batik Indonesia.
Pencinta budaya Indonesia, Izumi Nagano, mengatakan, peminat batik Indonesia di Jepang banyak. Namun, sangat sulit membeli batik Indonesia di Jepang. ”Kami suka dengan motif dan kekhasannya,” katanya.
Menurut Izumi, banyak orang Jepang belajar membatik di Yogyakarta dan Solo. Keterampilan ini sebagai hobi dan gaya hidup.

Wednesday, April 9, 2014

Batik Indonesia - Modifikasi Motor Ducati Bercorak Batik Indonesia Terbaru 2014

ducati_motif_batik_indonesiaBatik Indonesia - Modifikasi Motor Ducati Bercorak Batik Indonesia Terbaru 2014.Motif Khas Indonesia memang beragam salah satunya batik Indonesia. Yups motif ini bisa dibilang populer saat ini. Banyak trend Fashion yang berkiblat dari motif asli Indonesia ini. Nahh, ada yang unik di sela-sela Indonesia Fashion Week 2014 yang digelar beberapa waktu lalu dengan hadirnya dua model Ducati bercorak Batik Indonesia. Dua sepeda Motor Ducati itu 1199S Panigale dan Diavel bermotif Batik Indonesia yang dihadirkan langsung oleh PT Supermoto Indonesia, pemegang merek Sucati di Indonesia. Keduanya meramaikan Indonesia Fashion Week 2014 yang berlangsung pada 20-23 Februari 2014 di Jakarta Convention Center. Tidak hanya untuk dipamerkan, Ducati berdesain khusus tersebut juga dapat dibeli oleh siapaun yang berminat. Para pelanggan dapat memesan secara khusus model apapun untuk diberi sentuhan kain batik khas Indonesia ini. Mungkin ini adalah inspirasi baru buat kalian yang punya motor Ducati mungkin kalian sudah bosan dengan tampilannya jika berniat mengganti bodynya mungkin dengan ini bagus tinggal kalian saja memilih batik indonesia mana yang kalian sukai. Memang di akui pesona batik indonesia begitu luar biasa, terlebih diterapkan dalam motor yang bisa dibilang ekslusif seperti Ducati, siapapun bakal melirih dah. Standar warna merah saja sudah keren, lah ini dipadukan dengan motif khas Indonesia.

Filosofi Batik Indonesia Mendunia

ebatik di export ke jepang batik indonesiaFilosofi Batik Indonesia Mendunia.Batik Indonesia dengan segala keindahan coraknya telah lama memukau siapapun yang melihatnya. Tak bisa disangkal, batik sudah menjadi panutan dan membawa ciri khas Indonesia menjadi lebih dikenal diseluruh dunia. Dilihat dari sejarahnya, munculnya batik Indonesia ini sudah ada sejak jaman kerajaan dahulu di Indonesia, dimana dahulu batik merupakan golongan dari kesenian atau kerajinan gambar diatas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan jaman dahulu, terutama di Jawa. Batik Indonesia menjadi semakin terkenal ketika pakaian batik milik ibu Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat tinggal di Jakarta menjadi koleksi di Museum Tekstil Washington. Pameran bertajuk “A lady found culture in its cloth: Barack Obama’s mother and Indonesian batiks” memberikan pengetahuan bagi pengunjung tentang sisi lain dari kehidupan Ann Dunham, ibu presiden AS ke-44 itu serta pekerjaaanya sebagai ahli anthropologi. Seorang desainer batik, Nusjirwan Tirtaamidjaja, atau yang lebih dikenal dengan nama Iwan telah membawa nama Indonesia ke mata dunia. Karya-karya batiknya disukai dan telah dikenakan oleh beberapa kepala negara seperti Ratu Elizabeth II, Ratu Sophie dari Spanyol, Ratu Juliana dari Netherland, bahkan Bill Clinton. Belum lama ini Isteri Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Rosa Rai Djalal, membuka pameran batik bertajuk Indonesian Batik: World Heritage di KBRI Washington. Acara itu dihadiri puluhan tamu undangan, termasuk warga Amerika yang ingin mengenal batik lebih jauh. Pameran tersebut menampilkan sekitar 60 kain batik dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Cirebon, Pontianak, dan lain-lain. Menurut Claire Wolfowitz, isteri mantan Dubes Amerika untuk Indonesia, Paul Wolfowitz, turut menghadiri acara peluncuran pameran itu. Ia menyebut batik sebagai seni yang indah, apalagi proses pembuatannya juga tidak mudah, sehingga harus lebih dihargai den mendapat apresiasi. Apalagi dibutuhkan banyak waktu dan keahlian khusus untuk membuatnya. Batik adalah karya seni, bukan hanya tekstil.

Promosi Batik Indonesia pada International Day for the Elimination of Racial Discrimination Ottawa, 21 Maret 2014

batik indonesia di ottawaBatik Indonesia - Promosi Batik Indonesia pada International Day for the Elimination of Racial Discrimination Ottawa, 21 Maret 2014.KBRI Ottawa telah berpartisipasi pada acara International Day for the Elimination of Racial Discrimination di Kantor Kementerian Pertahanan Kanada, Ottawa, 21 Maret 2014, dengan membuka booth/paviliun menampilkan aneka produk kreatif Indonesia (handicraft), proses pembuatan batik Indonesia dan brosur-brosur pariwisata Indonesia.

Pengunjung dengan Penuh Antusias Meminta Informasi Proses Pembuatan Batik Indonesia International Day for the Elimination of Racial Discrimination Kementerian Pertahanan Kanada, Ottawa, 21 Maret 2014

Kegiatan pameran merupakan pelengkap kegiatan utama berupa seminar, fashion show, eksibisi bela diri “Taekwondo”. Acara seminar dibuka oleh Mrs. Lynn Harper-Ciarroni, Senior Manager, Civilian Human Resources ADM dan menampilkan 2 pembicara utama yaitu: Dr. Joanne St. Lewis (Universitas Ottawa, Ahli Hukum) dan Dr. Luis Veronis (Universitas Ottawa).

Dr. Joanne St. Lewis, menyampaikan bahwa dengan menghilangkan diskriminasi rasial, maka individu maupun suatu komunitas akan mendapatkan nuansa-nuansa baru yang indah dan unik, yang akan memperkaya dan melengkapi komunitas tersebut. Secara khusus Dr. Joanne St. Lewis menyampaikan dasar-dasar hukum penghapusan diskriminasi rasial di Kanada maupun dunia internasional. Dr. Luis Veronis, memaparkan hasil survey Ottawa Multiculture Media Initiative (OMMI) bahwa media sosial efektif dalam mengkampanyekan gerakan anti rasial.

Partisipasi KBRI Ottawa pada International Day for the Elimination of Racial Discrimination di Kementerian Pertahanan Kanada merupakan salah satu upaya promosi Indonesia secara berkesinambungan di Kanada, khususnya di kalangan instansi Pemerintah Kanada (KBRI Ottawa/FS)

Seniman Batik Indonesia Ajarkan Membatik kepada Desainer Venezuela

tantri kotak memakai ebatik blus kantor sogan batik cirebonSeniman Batik Indonesia, Bayu Aria Ajarkan Teknik Pewarnaan Batik Kepada Anggota Pecinta Batik Indonesia dan Desainer Muda Venezuela.Pada tanggal 29 Januari 2014, KBRI Caracas telah membentuk Klub Canthing yang beranggotakan para seniman batik Indonesia, kalangan fesyen, desainer dan pemerintah. Pembentukan Klub ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara dengan menggabungkan talenta pembatik muda Venezuela dan pembatik Indonesia mengenai teknik dan proses membatik. Pendirian Klub Canthing ini merupakan wadah untuk pelestarian dan pengembangan batik Indonesia di Venezuela.

Pada tanggal 29 Maret 2014, seniman batik asal Yogyakarta dan Ketua Yayasan Sidang Batik Online (SBO) yang juga pengajar batik di ISI Yogyakarta, Bayu Aria didaulat untuk mengajarkan mengenai batik secara komprehensif yakni langkah – langkah mendesain batik dan strategi pemasaran batik. Selanjutnya, ia memandu penyelenggaraan workshop batik guna memberikan pengetahuan dari hulu hingga hilir mengenai teknik merancang desain batik, teknik mencanting dan teknik pewarnaan batik kepada para seniman batik, fashionista dan desainer muda Venezuela.

Workshop batik terbagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok dasar dan kelompok ahli yang terdiri dari para seniman batik Venezuela dan desainer muda alumni Institut mode Venezuela, Brivil. Workshop dimulai dengan proses mola dimana para anggota Klub Canthing melakukan pemolaan motif batik ke dalam kain putih Primisima berukuran 50 cm x 50 cm. Proses mola dilakukan dengan pensil.

Selanjutnya, para anggota melakukan proses nyanting/mbatik yakni proses pewarnaan dengan menggunakan canting. Canting kemudian dicelupkan pada lilin (malam) khusus untuk membatik yang telah dicairkan untuk menutup bagian – bagian yang tidak akan diberi warna. Kemudian, Bayu Aria memandu para anggota untuk melakukan pewarnaan batik dengan teknik kuas sehingga warna yang dihasilkan terlihat tiga dimensi dengan gradasi warna yang apik. Adapun warna yang disiapkan yakni biru, merah dan kuning dengan kombinasi warna dari ketiga warna dasar tersebut.

Tahap berikutnya yakni melapisi motif yang diwarnai tersebut dengan cairan penguat warna yang disebut dengan water glass. Sebagai tahap terakhir, para anggota melakukan proses nglorod yakni mencelupkan kain untuk membersihkan sisa-sisa lilin.

Para anggota sangat antusias dengan adanya workshop batik tersebut. Dari hasil karya batik yang dihasilkan oleh para desainer muda dan seniman batik terlihat bahwa kreatifitas mereka sangat tinggi dan memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan kombinasi warna. Mereka juga menyampaikan bahwa mencanting merupakan suatu proses yang melatih kesabaran dan persistensi seperti halnya bermeditasi atau yoga. Antusiasme para undangan terlihat dari adanya keinginan untuk hadir kembali pada workshop ketiga Klub Chanting.

Batik Indonesia - Libur Nyepi, Omzet Penjualan Batik Cirebon Meningkat

batik indonesiaBatik Indonesia - Libur Nyepi, Omzet Penjualan Batik Cirebon Meningkat.Para pengrajin batik indonesia di Pantura mengatakan hari libur nasional Nyepi mendongkrak omzet penjualan berbagai jenis batik tradisonal khas daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ibnu Riyanto, salah seorang pemilik toko batik di Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, kepada wartawan di Cirebon, Senin, mengatakan, libur nasional Nyepi jumlah pengunjung wisata kampung batik Cirebon meningkat, sehingga omzet penjualan naik dibandingkan hari biasanya.

Ia menjelaskan, kini mampu terjual batik tulis khas Cirebon hingga 100.000 potong, biasanya paling hanya terjual 20.000 sampai 40.000 potong kain batik, selain itu berbagai tas dan sandal batik omzetnya memuaskan.

"Tingginya minat pengunjung belanja berbagai jenis batik dan kerajinan tangan berbahan batik, kini usaha masyarakat Cirebon tersebut kembali berkembang, sebelumnya mereka sempat gulung tikar karena sepi pesanan,"katanya.

Ibnu Riyanto pengusaha batik lokal mengaku, usaha rakyat kerajinan batik Indonesia semakin menggairahkan, sebelumnya para perajin sempat gulung tikar karena sepi pesanan, kini setiap libur panjang kampung batik Cirebon dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

"Berbagai motif dan kreasi busana batik terus dikembangkan para pengrajin batik Indonesia, tujuannya untuk menarik konsumen sehingga penjualan batik tetap tinggi,"katanya.

Dikatakannya, motif batik mulai diminati oleh generasi sekarang. Pengrajin batik juga kini menyeseuaikan corak dengan selera konsumen dengan menampilkan berbagai kreasi baru, seperti busana muslim berbahan kain batik.

Motif yang paling diminati konsumen adalah yang dari Jawa Tengah, Cirebon, Tasikmalaya dan pantai utara Indramayu.

Batik Indonesia - Batik Amerika Dipengaruhi Budaya Indonesia

parkiran-pusat-grosir-batik-trusmiBatik Indonesia - Batik Amerika Dipengaruhi Budaya Indonesia.Batik Amerika dipamerkan di Alleira Batik Plaza Indonesia, Jakarta, hingga Kamis (23/1). Pameran tersebut merupakan kerja sama KBRI Washington DC, Alleira Batik, dan USINDO. Batik Amerika adalah batik Indonesia, namun didesain oleh orang Amerika melalui kompetisi American Batik Design Competition dengan tema nilai dan cerita khas Amerika.

Lima batik Indonesia hasil karya desainer Amerika pada kompetisi 2013 lalu dipengaruhi budaya Indonesia. Misalnya, Batik Ring of Fire Lighting the Flame of Liberty oleh desainer Donna Backues yang bercerita mengenai berbagai kesamaan antara Indonesia dan Amerika, seperti kondisi alam yang rentan dengan bencana alam (ring of fire) dan kesamaan moto “E Pluribus Unum”dan“Bhineka Tunggal Ika”.

Batik Many Faces Many Voices oleh desainer Christiane Grauert sangat memukau dengan tema pluralisme dan demokrasi yang digambarkan melalui beragam wajah dengan latar belakang budaya yang berbeda, seperti negara Asia, kulit putih Afrika, Amerika, namun mereka tetap memiliki identitas sebagai orang Amerika. Meskipun dalam batik, wajah-wajah tersebut sangat jelas tergambar.

Sementara itu, Batik Origin of America oleh Anica Buckson menceritakan perpaduan peralatan yang dipakai oleh orang nativeAmerika (Indian). Batik lainnya adalah Batik American Burungburung oleh Ariana Toft mengenai burung sebagai simbol Indonesia dan Amerika Serikat. Juga, Batik Dawn to Dusk oleh Kristin Caskey yang menggambarkan perbedaan kondisi kota dan desa dalam gradasi warna siang dan malam. Agvina Ratih dari Alleira Batik menjelaskan, batik Amerika ini merupakan upaya mengglobalkan batik Indonesia yang sudah dilakukan pada 2011 dengan sembilan koleksi batik

Saturday, March 29, 2014

Trusmi - LiNing siapkan seragam batik indonesia untuk tim Thomas

Batik Indonesia - LiNing siapkan seragam batik indonesia untuk tim Thomas.Perusahaaan peralatan olahraga Li-Ning menyiapkan seragam khusus bagi kontingen Indonesia yang akan turun dalam kejuaraan bergensi beregu dunia Piala Thomas di India pada Mei mendatang yaitu seragam bermotif batik indonesia.

"Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PBSI. Kami akan mendukung timnas bulutangkis Indonesia dalam dua tahun kedepan (2014--2016) dengan memakai seragam bermotif batik indonesia," kata Direktur Sunlist Sport Asia Pasific, Mahendar Kapoor, di Jakarta, Rabu.

Di sela penandatangan MoU dengan PBSI di Pelatnas Cipayung Jakarta, ia menjelaskan motif batik indonesia itu terpampang pada bagian samping depan kaos yang akan digunakan dalam pertandingan. Adapun warna dasarnya tetap merah dan putih.

"Tapi, bentuk dukungan yang diberikan Li-Ning kepada atlet Indonesia tidak hanya kaos pertandingan dan jaket. Namun, semua kebutuhan atlet mulai dari sepatu, celana, tas, kaos casual dan latihan hingga topi akan dipenuhi," katanya.

Kapoor menjelaskan kerja sama yang terjalin dengan PBSI adalah sebuah bentuk kepercayaan jika atlet-atlet Indonesia mampu menjadi yang terbaik dalam setiap kejuaraan yang akan diikuti.

Sebelum memberikan dukungan kepada Tim Thomas Indonesia dengan seragam khusus, Li-Ning terlebih dahulu memberikan dukungan kepada atlet muda Indonesia yang akan turun di Asia Junior Championships 2014 di Taiwan, 16--23 Februari.

"Desain untuk Asia Junior Championships berbeda dengan Piala Thomas," katanya menambahkan.

Ada 21 atlet yang diberangkatkan ke kejuaraan yang mempertandingkan nomor perorangan dan beregu campuran dengan format Piala Sudirman itu.

Pada kejuaraan itu, PBSI menargetkan satu emas, terutama dari nomor tunggal dan ganda putra.

Sementara itu Sekjen PBSI Anton Subowo menyambut kerja sama yang dilakukan dengan Li-Ning.

Menurut dia, kerja sama ini terjadi karena perusahaan asal China ini mengetahui secara langsung kualitas atlet-atlet bulutangkis Indonesia.

"Atlet yang turun di Asia Junior Championships semuanya menggunakan Li-Ning dengan warna dominan merah," katanya di sela penandatanganan kerja sama.

Trusmi - Thamrin City Siap Jadi Pusat Batik Indonesia saat Ultah ke-4

Batik Indonesia - Thamrin City Siap Jadi Pusat Batik Indonesia saat Ultah ke-4.Memasuki bulan Februari ini, tidak terasa empat tahun sudah Pusat Batik Indonesia Nusantara (PBN) hadir di pusat perbelanjaan Thamrin City. Sebagai pusat Batik Indonesia terlengkap, PBN menyediakan berbagai macam pakaian batik, kain batik, dan barang-barang bermotif batik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Lucy Ratna, Public Relation and Promotion Manager Thamrin City, hadirnya PBN merupakan komitmen dari Thamrin City untuk mengangkat batik sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia. Terlebih, kegairahan ini diinspirasi oleh pengakuan terhadap Batik Indonesia oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia

"Transformasi penggunaan batik nusantara yang terjadi sejak beberapa tahun lalu, tidak lepas dari kecintaan terhadap batik dan usaha bangsa ini untuk melestarikan produk budaya lokal serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman," kata Lucy dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (14/2).

Thamrin City, lanjut dia, memiliki Pusat Batik Nusantara (PBN) yang menjadi pusat jual beli produk batik nasional. Tak kurang, 950 pengrajin dan pedagang batik berbisnis dan mengembangkan batik nusantara, dengan misi menjadikan batik sebagai tren fashion di dunia.

Dalam merayakan ulang tahunnya keempat, PBN mengusung tema 'Serukan Batik Sebagai Identitas Bangsa'. Tujuannya, kata Lucy, agar orang Indonesia semakin menghargai Batik sebagai warisan budaya Indonesia, dan batik semakin dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Terkait dengan hal itu, PBN telah siap dalam memberikan kontribusi nyata dengan mensupport berkembangnya tren batik nusantara, sebagai identitas kebangsaan. Kepedulian Thamrin City terhadap UKM dan upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa diwujudkan dengan merangkul pengerajin dan pengusaha batik untuk bergabung di PBN, sehingga dapat meningkatkan perekonomian bagi para UKM dan UMKM dari daerah," tambahnya.

Seperti diketahui, Pusat Batik Nusantara (PBN) Thamrin City diresmikan oleh Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu pada bulan Februari 2010. PBN sendiri terdapat di lantai dasar 1, lantai Dasar, lantai Satu (sisi barat) pusat perbelanjaan Thamrin City.

Hingga saat ini, lanjut dia, PBN sudah menghadirkan berbagai pengrajin batik yang berasal dari Pekalongan, Yogyakarta, Bantul, Lasem, Solo Raya, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Purbalinggga, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Jepara.

"Semakin lengkap, koleksi batik yang ada di Thamrin City dengan hadirnya Batik Batavia, Papua, Kalimantan Selatan dan Batik Tanah Lake dari Padang," ucap Lucy.

Untuk Batik dari Solo Raya, kata Lucy, PBN merupakan tempat untuk mempromosikan dan menjual secara langsung produk-produk batik dari daerah Solo dan sekitarnya, yaitu dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten.

Kehadiran para pengrajin batik di Jakarta sebagai pusat bisnis dan perdagangan tentu saja mempermudah dan mendekatkan interaksi antara pengrajin dan konsumen batik potensial di ibukota.

"Jakarta merupakan pasar yang sangat potensi bagi para pengrajin dan para pengusaha batik asal dari daerah, karena jumlah penduduk dan perputaran uang di Ibukota negar ini sangat besar, selain itu akan semakin mempermudah warga Jakarta untuk mendapatkan batik berkualitas dengan variasi batik yang beragam pula," tambahnya.

Hadirnya PBN, lanjut Lucy, selain menjembatani kepentingan antara pengrajin dan pedagang dengan masyarakat pengguna batik. Selain itu, Thamrin City juga melakukan edukasi dini kepada generasi muda Indonesia supaya lebih menanamkan kecintaan mereka terhadap batik.

Pusat Tenun Nusantara

Selain batik, PBN juga menghadirkan zona Pusat Tenun Nusantara (PTN). Saat ini, ada sekitar 75 pengrajin dan pedagang tenun di Thamrin City, yang memasarkan tenun tradisional kuno hingga tenun corak yang sudah dikembangkan mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pasar. Kehadiran gerai tenun ini, melengkapi zona dan kebutuhan untuk pelengkap dari sejumlah toko batik yang ada di PBN.

"Kain Tenun tradisional juga dapat menjadi busana dengan mode terkini, seperti yang bisa di dapat di Zona Pusat Tenun Nusantara - Thamrin City lantai 1 sisi Barat. Melengkapi zona-zona Heritage yang ada di Thamrin City, zona Tenun Nusantara sudah menghadirkan pengrajin dari sejumlah daerah seperti Majalaya, Jepara, dan Pekalongan," tandasnya.

Batik Trusmi - Menenun Hasil Dari Salah Satu Regional Batik Indonesia

Batik Indonesia - Menenun Hasil Dari Salah Satu Regional Batik Indonesia.Kecintaan akan batik yang diturunkan secara turun menurun dari keluarga membuat pria bernama lengkap H.A Failasuf menjadi pengusaha batik yang terbilang sukses. Tidak hanya berhasil dalam bisnis yang digelutinya, Failasuf pun mampu menghidupkan kembali industri batik di sekitar tempat tinggalnya.

Dia mengawali bisnis berjualan Batik Indonesia nya ketika masih duduk dibangku kuliah. "Dulu waktu SMA saya sudah suka berdagang. Waktu kuliah saya belajar jualan batik," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta seperti ditulis Jumat (21/2/2014).

Usia lulus kuliah, Failasuf mengaku langsung fokus untuk berbisnis Batik Indonesia. Dia mulai membuka usahanya yang diberi nama Batik Pesisir pada tahun 1999. Dia mendapatkan keahlian membatik dari sang nenek yang diturunkan kepada ibu kemudian kepada dirinya.

Pada awal bisnis batik, Failasuf hanya mempunyai 4 orang perajin. Namun saat ini, dia telah memberdayagunakan 300 perajin batik dalam satu kampung yang diberi nama Kampung Batik, Pekalongan, Jawa Tengah.

"Mulai 2006, Saya bersama teman-teman membentuk yang namanya Kampung Batik, dari empat pengrajin sekarang ada ratusan. Itu menghidupkan kembali perkampungan di Pekalongan. Sebenarnya dari dulu sudah ada namun belum terorganisir dan sistem pemasarannya masih apa adanya," jelasnya.

Dengan demikian, dia juga berhasil menghidupkan kembali Pasar Grosir Pantura yang menurutnya dulu seperti hidup segan mati tak mau. "Sekarang sudah ganti menjadi Grand Grosir Pantura, ini secara otomatis mengangkat ekonomi masyarakat sekitar. Pertokoaan di sana jadi laku, penjual bahan baku juga laku," kata pria lulusan sarjana ekonomi akutansi ini.

Failasuf mengaku tidak pernah menyiapkan modal awal untuk membangun usahanya. Dia hanya mengandalkan keuntungan yang didapatkannya dari berjualan untuk mengembangkan bisnisnya tersebut.

"Selesai kuliah, niat saya memang sudah bulat mau jadi wirausahawan, karena gaji pengusaha itu lebih sbesar dari pada pekerja. Saya tidak punya modal khusus, keuntungan dari menjual barang-barang (batik) orang lain saya manfaatkan untuk mengembangkan usaha," tuturnya.

Menurut Failasuf, banyak perajin batik Indonesia yang mempunyai karya batik yang baik, namun kebanyakan belum mempunyai sistem manajemen yang modern sehingga sulit untuk bersaing dan berkembang.

"Rata-rata perajin memiliki kemampuan membatik dari warisan tradisional orang tua mereka. Saya ingin, meskipun mereka bekerja untuk membuat karya tradisional, tapi saya coba membuat pekerjaan mereka ini menjadi pekerjaan yang profesional," lanjut pria kelahiran 1975 ini.

Dia memproduksi berbagai macam motif batik dalam bentuk kain dan pakaian jadi seperti kemeja. Meksipun tidak hanya sedikit dari produksinya yang dijual secara langsung melalui toko milikinya, namun banyak menyuplai produk-produk tersebut ke pedagang dan toko-toko di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Kalau toko milik saya hanya ada satu di Pekalongan, dan satu di Jakarta. Untuk suplainya, terutama ke kota-kota besar seperti Jakarta, Solo Semarang, Yogyakarta, Medan, Padang dan Bali. Sistemnya, mereka pesan dulu, baru kita kirim," katanya.

Harga jual produknya pun beraneka ragam. Untuk kain batik, dijual mulai Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta per meter. Sedangkan pakaian jadi mulai Rp 300 ribu sampai Rp 2 juta. Hal ini tergantung kerumitan dan lamanya waktu pengerjaan dari sebuah motif batik.

"Karena membuat batik itu bisa dibilang mudah, tapi juga sulit. Ada yang butuh waktu setahun baru selesai, karena kerumitannya," lanjutnya.

Dengan bangga, dia menyatakan batik hasil produksinya ini pernah diguna oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono dan beberapa menteri pada jajaran kabinet. Motif yang paling digemari yaitu perpaduan antara motif kuno dan motif moder seperti motif khas Pekalongan dan motif flora fauna.

Kendati batik telah menjadi pakaian nasional dan banyak digunakan pada acara-acara formal dan non-formal bahkan telah dikenal di seluruh dunia, namun dia menyebutkan masih banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi para perajin batik dalam negeri.

Salat satu kendala terbesar yaitu masih tergantungnya pengrajin Indonesia terhadap bahan baku seperti pewarna serta kain katun dan sutera dari luar negeri, terutama dari China. Dia bahkan menyebutkan, 80% diantaranya merupakan produk impor.

"Kalau bahan baku lokal, kualitasnya masih kurang bagus. Kain lokal contohnya, kalau diwarnai kadang menjadi belang, warnanya tidak menyeluruh. Tapi kita juga sedang mencari cara bagaimana bahan baku lokal ini punya kualitas yang bagus," terangnya.

Impor bahan baku ini dirasakan sangat memberatkan pengusaha batik seperti dirinya saat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah, sehingga harga bahan baku impor pun meningkat. "Kalau sudah begitu, mau tidak mau memang harus menaikkan harga jual produk kami, tapi agar tidak terkesan mahal, kami mengimbangi dengan kreativitas motif yang tinggi," tutur Failasuf.

Sebelum usaha berkembang seperti sekarang, dia pun pernah merasakan kesulitan dalam berbisnis, bahkan hingga ditipu ratusan juta rupiah. Namun hal tersebut tidak membuatnya kapok untuk terus menjalankan bisnisnya.

"Jadi mereka membeli barang saya, hanya DP (uang muka) dulu, kemudian barangnya diambil semua, tetapi setelah itu tidak membayarkan pelunasannya. Itu sering saya alami, nilainya mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 100 juta, tapi saya tidak pernah kapok. Saya rasa dalam bisnis, hal semacam itu wajar terjadi," tegasnya.

Walaupun belum menjual produk batiknya keluar negeri, namun dirinya sering mengikuti pameran di negara lain seperti Jepang, Malaysia dan Dubai. Kedepan dia berharap produk batiknya tersebut mampu menembus pasar internasional sehingga produk batik asal Pekalongan semakin menggeliat. (Dny/Ndw) (Ndw) - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/833126/menenun-rupiah-dari-kampung-batik-pekalongan?wp.trkn#sthash.aQAJ7xOm.dpuf

Batik Indonesia - Batik Pewarna Alam ke Tenun Serat Pohon Pisang

ebatik tas sepatu purple ekxlusif batik cirebonBatik Indonesia - Batik Pewarna Alam ke Tenun Serat Pohon Pisang.Siapa yang tidak kenal dengan hasil batik Indonesia rancangan Rosso. Kreasinya yang sudah mendunia itu, identik dengan batik pewarna alam dari dedaunan. Tanpa mengandung bahan kimia dan mode batik responsif dengan tren, menjadi pilihan bagi penggemar batik.

Banyak tahun mengkhususkan diri dengan batik Indonesia berwarna alam, kini Rosso mengenalkan tenun dari serat pohon pisang.

Menggunakan serat pisang pada produksi tekstil, memiliki kelebihan tertentu dibandingkan dengan serat-serat lainnya.

Material yang melimpah menjadi harapan akan keberlanjutan industri serat pohon pisang. Didukung iklim tropis Indonesia yang dimiliki memastikan suburnya pertumbuhan pohon pisang.

Prakteknya, masih memerlukan keterlibatan kalangan luas untuk mengembangkan produk ini. Khususnya bagi pengusaha serta orang yang peduli terhadap lingkungan. Dalam hal ini Rosso sudah memulai memproduksi benang dan kain dari serat pisang dengan hasil yang memuaskan.

Rosso mengungkapkan setelah dicoba melalui proses tenun, ke depan produk ini bisa menjadi industri rumah tangga yang sangat bagus untuk kalangan masyarakat luas. Keberadaan tekstil serat pisang sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, namun belum menarik banyak kalangan untuk pengembangan lebih luas.

"Satu pohon bisa menghasilkan 55 kilo serat, jadi disitu tergantung jenisnya dan dari sana bisa kita olah menjadi tekstil," kata Rosso, Perancang Busana yang memiliki workshop di Bantul, Yogyakarta pada ajang Indonesia Fashion Week 2014 di Jakarta Convention Center, Kamis (20/2/2014).

Hanya membutuhkan waktu kira-kira dua minggu untuk membuat pohon pisang menjadi benang. Berawal ketika pelepah pohon ini dipotong selanjutnya dengan teknik dan teknologi tersendiri dikembangkan menjadi cikal bakal kain. Begitulah ungkapan pemilik Rosso Batik indonesia ini, ketika menceritakan sambil menunjukkan video pembuatan benang dari pohon pisang.

Saturday, March 22, 2014

Batik Indonesia-Batik Made In Indonesia Paling Banyak Diekspor ke AS

Batik-trusmi-cirebon-indonesia-murah-banget-bangetBatik Indonesia-Batik `Made In` Indonesia Paling Banyak Diekspor ke AS.Geliat batik Indonesia di pasar luar negeri tak perlu diragukan lagi. Nama batik semakin mendunia sejak UNESCO mengukuhkan kain tradisional batik Indonesia tersebut sebagai Warisan Budaya Indonesia Tak Benda pada tahun 2009.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami mengungkapkan, meski ada batik Malaysia dan Nigeria, namun batik sebenarnya itu adalah milik Indonesia.

"Ekspor Batik Indonesia ke mancanegara cukup besar atau 10% dari total ekspor tekstil yang mencapai US$ 12 miliar pada tahun lalu," ungkap dia saat ditemui di acara Pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) di Jakarta, KRabu (17/7/2013).

Dia mengaku, total nilai ekspor Batik Indonesia sampai dengan akhir 2012 menembus US$ 278 juta atau melonjak tajak dibanding tahun sebelumnya mencapai US$ 5,88 juta.

"Sedangkan dari periode Januari-Maret 2013, nilai ekspor Batik Indonesia sebesar US$ 50,07 juta. Jumlah ini juga meningkat dari periode yang sama 2012 sebesar US$ 42,26 juta," paparnya.

Gustami merinci, Amerika Serikat (AS) sebagai negara tujuan ekspor menyumbang kontribusi terbesar dari total penjualan ke luar negeri di kuartal I 2013 menjadi US$ 21,18 juta dari kuartal I tahun lalu sebesar US$ 17,46 juta.

"Negara ekspor batik kedua terbesar adalah Jerman dengan nilai penjualan dari US$ 2,68 juta menjadi US$ 4,52 juta. Sedangkan Korea Selatan berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor US$ 3,94 juta sampai akhir Maret ini dari periode sama 2012 sebesar US$ 1,8 juta," tukasnya.

Gustami bilang, dengan konsisten menggunakan batik dalam kegiatan formal maupun informal akan mendorong pertumbuhan jumlah permintaan batik sehingga memberikan dampak positif terhadap nilai perdagangan Batik Indonesia.

Thursday, March 20, 2014

Batik Indonesia Dari Trusmi Mulai Di Export Ke Jepang

ebatik di export ke jepang batik indonesiaBatik Indonesia dari Trusmi mulai di export ke Jepang.Berbagai motif batik Indonesia banyak terdapat di berbagai daerah, termasuk batik Trusmi Cirebon, Jawa Barat. Salah satu Desa di Jawa Barat ini menghasilkan batik Cirebon dengan motif mega mendung, keratonan, 3 dimensi, motif apusan dll. Walau tak tak seterkenal batik Solo, salah seorang produsen batik Trusmi mampu mengantongi omzet Rp 5 milyar per bulan.

Kekayaan budaya dan busana Batik Indonesia memang tidak ada duanya, seperti halnya kain batik Indonesia. Di Pulau Jawa, batik khas tidak hanya bisa ditemui di Yogyakarta, Solo, Pekalongan, maupun Garut. Ada juga batik khas kota Cirebon yang dinamakan batik Trusmi.

Batik Cirebon khas salah satu kabupaten di Jawa Barat ini memiliki motif aneka ragam seperti mega mendung, motif keratonan, motif 3 dimensi, motif apusan. Warna-warna batik Cirebon didominasi warna Cerah.

Batik Trusmi tak hanya didapatkan di jalan Trusmi Kulon Nomor 148 Plered Cirebon tetapi bisa juga didapatkan di Batik IBR, Batik Raja, Batik Trusmi Cabang Medan, Batik Trusmi Cabang Jakarta dan Batik Trusmi Cabang Surabaya.

Salah satu produsen batik trusmi adalah Ibnu Riyanto. Ia memproduksi batik trusmi baik cap maupun tulis dengan merek Trusmi. Ibnu memproduksi batiknya di sebuah kampung bernama Kampung Batik Cirebon. Kampung itu sendiri terletak di salah satu jalan Syekh Datul Kahfi nomor 148 Plered Cirebon. Batik-batik hasil produksi Ibnu dipajang dalam tokonya seluas 1 hektar yang menyatu dengan Futsal Centre dan Kuliner khas Cirebon. Berbagai motif batik Cirebon dipajang, untuk batik tulis dipajang di dalam lemari kaca untuk menghindarkan dari serbuan debu-debu jalanan.

Dibantu oleh 200 pekerja, Ibnu mampu menjual batik hingga ribuan potong pakaian. Namun untuk batik tulis, dia tidak memproduksinya tiap waktu, sebab, batik tulis dibuat hanya kalau ada pesanan. Batik cap dijual dengan harga Rp 55.000 hingga Rp 125.000 per helai dengan ukuran 2,4 m panjang dan lebar 1,05 m.

Walaupun hanya memproduksi batik tulis kalau pesanan datang, tiap bulan sekali rata-rata Ibnu mampu memproduksi tiga ratus helai batik tulis. "Permintaan batik Cirebon tulis memang kurang. Mungkin karena mahal," katanya. Ia mengatakan, permintaan batik tulis biasanya datang dari pasangan yang akan menikah.

Tak hanya dijual di Cirebon, batik Trusmi buatan Ibnu juga melalui webnya di www.ebatiktrusmi.com mampu memasarkan batik trusmi ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera hingga ke Jepang. Ia mengatakan, dari beberapa pameran yang diikuti di India, Malaysia, Singapura, dan Australia, minat masyarakat luar akan batik Trusmi cukup bagus. Oleh karena itu, di masa datang, Ibnu berencana menampilkan batik Trusmi dan membuka showroom batik di luar negeri.