Batik Cirebon

Saturday, March 29, 2014

Batik Indonesia - Batik Pewarna Alam ke Tenun Serat Pohon Pisang

ebatik tas sepatu purple ekxlusif batik cirebonBatik Indonesia - Batik Pewarna Alam ke Tenun Serat Pohon Pisang.Siapa yang tidak kenal dengan hasil batik Indonesia rancangan Rosso. Kreasinya yang sudah mendunia itu, identik dengan batik pewarna alam dari dedaunan. Tanpa mengandung bahan kimia dan mode batik responsif dengan tren, menjadi pilihan bagi penggemar batik.

Banyak tahun mengkhususkan diri dengan batik Indonesia berwarna alam, kini Rosso mengenalkan tenun dari serat pohon pisang.

Menggunakan serat pisang pada produksi tekstil, memiliki kelebihan tertentu dibandingkan dengan serat-serat lainnya.

Material yang melimpah menjadi harapan akan keberlanjutan industri serat pohon pisang. Didukung iklim tropis Indonesia yang dimiliki memastikan suburnya pertumbuhan pohon pisang.

Prakteknya, masih memerlukan keterlibatan kalangan luas untuk mengembangkan produk ini. Khususnya bagi pengusaha serta orang yang peduli terhadap lingkungan. Dalam hal ini Rosso sudah memulai memproduksi benang dan kain dari serat pisang dengan hasil yang memuaskan.

Rosso mengungkapkan setelah dicoba melalui proses tenun, ke depan produk ini bisa menjadi industri rumah tangga yang sangat bagus untuk kalangan masyarakat luas. Keberadaan tekstil serat pisang sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, namun belum menarik banyak kalangan untuk pengembangan lebih luas.

"Satu pohon bisa menghasilkan 55 kilo serat, jadi disitu tergantung jenisnya dan dari sana bisa kita olah menjadi tekstil," kata Rosso, Perancang Busana yang memiliki workshop di Bantul, Yogyakarta pada ajang Indonesia Fashion Week 2014 di Jakarta Convention Center, Kamis (20/2/2014).

Hanya membutuhkan waktu kira-kira dua minggu untuk membuat pohon pisang menjadi benang. Berawal ketika pelepah pohon ini dipotong selanjutnya dengan teknik dan teknologi tersendiri dikembangkan menjadi cikal bakal kain. Begitulah ungkapan pemilik Rosso Batik indonesia ini, ketika menceritakan sambil menunjukkan video pembuatan benang dari pohon pisang.

Saturday, March 22, 2014

Batik Indonesia-Batik Made In Indonesia Paling Banyak Diekspor ke AS

Batik-trusmi-cirebon-indonesia-murah-banget-bangetBatik Indonesia-Batik `Made In` Indonesia Paling Banyak Diekspor ke AS.Geliat batik Indonesia di pasar luar negeri tak perlu diragukan lagi. Nama batik semakin mendunia sejak UNESCO mengukuhkan kain tradisional batik Indonesia tersebut sebagai Warisan Budaya Indonesia Tak Benda pada tahun 2009.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami mengungkapkan, meski ada batik Malaysia dan Nigeria, namun batik sebenarnya itu adalah milik Indonesia.

"Ekspor Batik Indonesia ke mancanegara cukup besar atau 10% dari total ekspor tekstil yang mencapai US$ 12 miliar pada tahun lalu," ungkap dia saat ditemui di acara Pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) di Jakarta, KRabu (17/7/2013).

Dia mengaku, total nilai ekspor Batik Indonesia sampai dengan akhir 2012 menembus US$ 278 juta atau melonjak tajak dibanding tahun sebelumnya mencapai US$ 5,88 juta.

"Sedangkan dari periode Januari-Maret 2013, nilai ekspor Batik Indonesia sebesar US$ 50,07 juta. Jumlah ini juga meningkat dari periode yang sama 2012 sebesar US$ 42,26 juta," paparnya.

Gustami merinci, Amerika Serikat (AS) sebagai negara tujuan ekspor menyumbang kontribusi terbesar dari total penjualan ke luar negeri di kuartal I 2013 menjadi US$ 21,18 juta dari kuartal I tahun lalu sebesar US$ 17,46 juta.

"Negara ekspor batik kedua terbesar adalah Jerman dengan nilai penjualan dari US$ 2,68 juta menjadi US$ 4,52 juta. Sedangkan Korea Selatan berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor US$ 3,94 juta sampai akhir Maret ini dari periode sama 2012 sebesar US$ 1,8 juta," tukasnya.

Gustami bilang, dengan konsisten menggunakan batik dalam kegiatan formal maupun informal akan mendorong pertumbuhan jumlah permintaan batik sehingga memberikan dampak positif terhadap nilai perdagangan Batik Indonesia.

Thursday, March 20, 2014

Batik Indonesia Dari Trusmi Mulai Di Export Ke Jepang

ebatik di export ke jepang batik indonesiaBatik Indonesia dari Trusmi mulai di export ke Jepang.Berbagai motif batik Indonesia banyak terdapat di berbagai daerah, termasuk batik Trusmi Cirebon, Jawa Barat. Salah satu Desa di Jawa Barat ini menghasilkan batik Cirebon dengan motif mega mendung, keratonan, 3 dimensi, motif apusan dll. Walau tak tak seterkenal batik Solo, salah seorang produsen batik Trusmi mampu mengantongi omzet Rp 5 milyar per bulan.

Kekayaan budaya dan busana Batik Indonesia memang tidak ada duanya, seperti halnya kain batik Indonesia. Di Pulau Jawa, batik khas tidak hanya bisa ditemui di Yogyakarta, Solo, Pekalongan, maupun Garut. Ada juga batik khas kota Cirebon yang dinamakan batik Trusmi.

Batik Cirebon khas salah satu kabupaten di Jawa Barat ini memiliki motif aneka ragam seperti mega mendung, motif keratonan, motif 3 dimensi, motif apusan. Warna-warna batik Cirebon didominasi warna Cerah.

Batik Trusmi tak hanya didapatkan di jalan Trusmi Kulon Nomor 148 Plered Cirebon tetapi bisa juga didapatkan di Batik IBR, Batik Raja, Batik Trusmi Cabang Medan, Batik Trusmi Cabang Jakarta dan Batik Trusmi Cabang Surabaya.

Salah satu produsen batik trusmi adalah Ibnu Riyanto. Ia memproduksi batik trusmi baik cap maupun tulis dengan merek Trusmi. Ibnu memproduksi batiknya di sebuah kampung bernama Kampung Batik Cirebon. Kampung itu sendiri terletak di salah satu jalan Syekh Datul Kahfi nomor 148 Plered Cirebon. Batik-batik hasil produksi Ibnu dipajang dalam tokonya seluas 1 hektar yang menyatu dengan Futsal Centre dan Kuliner khas Cirebon. Berbagai motif batik Cirebon dipajang, untuk batik tulis dipajang di dalam lemari kaca untuk menghindarkan dari serbuan debu-debu jalanan.

Dibantu oleh 200 pekerja, Ibnu mampu menjual batik hingga ribuan potong pakaian. Namun untuk batik tulis, dia tidak memproduksinya tiap waktu, sebab, batik tulis dibuat hanya kalau ada pesanan. Batik cap dijual dengan harga Rp 55.000 hingga Rp 125.000 per helai dengan ukuran 2,4 m panjang dan lebar 1,05 m.

Walaupun hanya memproduksi batik tulis kalau pesanan datang, tiap bulan sekali rata-rata Ibnu mampu memproduksi tiga ratus helai batik tulis. "Permintaan batik Cirebon tulis memang kurang. Mungkin karena mahal," katanya. Ia mengatakan, permintaan batik tulis biasanya datang dari pasangan yang akan menikah.

Tak hanya dijual di Cirebon, batik Trusmi buatan Ibnu juga melalui webnya di www.ebatiktrusmi.com mampu memasarkan batik trusmi ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera hingga ke Jepang. Ia mengatakan, dari beberapa pameran yang diikuti di India, Malaysia, Singapura, dan Australia, minat masyarakat luar akan batik Trusmi cukup bagus. Oleh karena itu, di masa datang, Ibnu berencana menampilkan batik Trusmi dan membuka showroom batik di luar negeri.

Wednesday, March 19, 2014

Batik Indonesia Banyak Pakai Kapas Impor

BBBatik Cirebon - Batik Indonesia Banyak Pakai Kapas Impor.Sebagai produk budaya kebanggaan Indonesia, industri batik nasional ternyata masih dilanda persoalan cukup berat. Hingga saat ini, ketergantungan para pengrajin Batik Indonesia pada kapas impor ternyata masih sangat tinggi.

Presiden Komisaris Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) Romi Oktabirawa mengatakan impor kapas nasional selama ini berasal dari negara-negara seperti China, India, bahkan Amerika Serikat (AS). "Masih tinggi impornya" kata dia, di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Romi menjelaskan, Indonesia sebetulnya pernah berupaya mengembangkan kapas untuk industri batik nasional. Pemerintah diantaranya membuka lahan pertanian kapas di di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Sayangnya, upaya pengembangan tersebut gagal karena iklim Indonesia yang tidak cocok.

Industri batik nasional, ujar Romi, juga tak bisa menggantungkan kebutuhannya dari pasar impor. Terlebih lagi, salah satu negara penghasil kapas dunia, AS, juga mulai menghadapi persoalan berkurangnya lahan pertanian kapas. Lahan kapas di negara ini telah beralih fungsi menjadi areal perkebunan seperti jagung.

Untuk menghindari krisis pasokan bahan baku, GKBI mengusulkan agar pengrajin Batik Indonesia dan industri kombeksi nasional bisa beralih menggunakan serat kayu putih. Produk substitusi ini bisa didatangkan dari Austria. "Sedang optimalkan serat kayu putih".

GKBI mengaku kecewa dengan ketergantungan yang cukup tinggi pada produk kapas impor. padahal dengan potensi alam yang sangat banyak, Indonesia seharusnya mampu memasok kebutuhan industri batik nasional dari dalam negeri.

Minimnya penggunaan teknologi dituding menjadikan penyebab tak optimalnya pengembangan kapas di tanah air. Hingga saat ini, Indonesia masih harus mengadopsi teknologi dari luar negeri.

Tuesday, March 18, 2014

Batik Indonesia - Pengrajin Batik Ciptakan Batik Motif Topeng

batik indonesiaBatik Indonesia - Pengrajin Batik Ciptakan Batik Motif Topeng.Pengrajin batik asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Harris Riadi membuat motif batik "topeng" dengan membatik gambar seorang badut yang berisi pesan dan kritik sosial pada bahan kain pakaian.

"Motif batik 'topeng' ini sekedar mengkritisi kondisi perpolitikan di Indonesia yang saat ini berusaha mencari dukungan dari masyarakat," kata CEO Green Batik Indonesia itu di Pekalongan, Selasa.

Harris yang juga seniman Batik Indonesia ini mengatakan dirinya optimistis motif batik topeng akan diminati oleh masyarakat Indonesia terkait menjelang Pemilihan Umum 2014.

"Saat ini, kami harus inovatif dan kreatif agar kerajinan batik tetap bertahan dan diminati oleh masyarakat dengan menciptakan motif batik terbatu dan peluang pasar baru," katanya.

Harris berencana menjual batik Indonesia motif topeng yang proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu pekan tersebut ke pasar lokal dan mancanegara.

"Kami memang membuat batik motif topeng ini hanya belasan saja karena karya ini merupakan seni dan bukan semata bisnis saja. Harga kain batik topeng mencapai sekitar RpRp400 ribu-Rp600 ribu per potong," katanya.

Selain membuat batik topeng, kata dia, dirinya juga akan menciptakan motif batik grafiti dan kartun yang juga berisi pesan moral terhadap pelaku politik.

"Kami membuat batik topeng dan kartun karena selama ini kebanyakan perajin hanya mengandalkan motif umum seperti bunga dan burung. Variasi motif Batik Indonesia yang tidak berkembang berkembang mengakibatkan pembeli batik menurun," katanya.

Sunday, March 16, 2014

Songsong Payung Batik Indonesia yang Memikat Hati

payung batik tusmi cirebon indonesiaBatik Trusmi - Songsong Payung Batik Indonesia yang Memikat Hati.Anda ingin melestarikan budaya Indonesia sekaligus mendapat sumber pemasukan tetap ? Kami yakin banyak dari Anda yang menjawab ya. Jawabannya adalah dengan menciptakan sebuah inovasi produk dari Batik Indonesia seperti yang dilakukan Songsong payung batik.

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan dan payung adalah salah satu kebutuhan yang sedang banyak peminatnya di musim penghujan seperti sekarang ini. Maka Songsong payung Batik Indonesia sebagai pelopor memadukan keduanya menjadi satu kesatuan, dan terciptalah Songsong Payung Batik Indonesia.

Seperti City Directory lansir dari Kaskus, Fauzy pencetus Songsong payung batik mendapatkan idenya dengan melihat peluang yang ada disekitarnya. Ketika turun hujan orang-orang berlalu lalang di sekitarnya sebagian besar menggunakan Batik Indonesia, kebetulan hari itu adalah hari Jum’at.

Namun satu hal yang kurang dimata Fauzy, payung yang mereka gunakan adalah payung dengan corak yang biasa kita temui. Tidak ada yang memiliki payung dengan corak batik. Maka tercetuslah ide membuat Songsong Payung Batik Indonesia.

Dalam sejarah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat terdahulu, istilah Songsong dikenal sebagai payung kebesaran dengan motif batik. Songsong sendiri berarti payung yang diambil dari bahasa Jawa Krama Inggil. Songsong payung batik memiliki filosofi agar dapat menjadi “warna” baru, seperti sahabat yang selalu ada di setiap langkah, sebagai penegas gaya dan pelindung.

Saat ini Songsong payung batik telah memiliki 3 koleksi desain batik yaitu Parang Imogiri, Pare Merapi dan Phoenix van Java. Ketiga desain yang ada adalah buatan desainer dari Songsong payung batik sendiri. Desainnya sangat elegan dan memikat hati siapapun yang memandangnya khususnya kaum hawa. Tidak hanya melindungi tubuh namun Songsong payung batik juga trendy digunakan saat hujan atau panas.

Untuk produksi, Songsong payung batik didukung oleh beberapa supplier dan kelompok pengerajin payung di Bekasi. Bahan payung terbuat dari polyester, sedangkan rangka payung berwarna hitam dan terbuat dari baja dilapisi cat anti karat agar Songsong payung batik bisa tahan lama dan memuaskan para konsumennya. Semoga inovasi produk dari Songsong Payung Batik Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi bisnis Anda.

Sumber:CityDirectory

Thursday, March 13, 2014

Timnas U-19 Bakal Pakai Jersey Batik Indonesia

timnas-indonesia-u-19-batik-indonesiaBatik Trusmi - Timnas U-19 Bakal Pakai Jersey Batik Indonesia.Akan ada yang baru dari segaram Timnas U-19 asuhan pelatih Indra Sjafri. Pada turnamen Piala Asia U-19 di Myanmar nanti, skuat Garuda Jaya bakal mengenakan jersey khusus yang akan menonjolkan sesuatu khas dari Indonesia.
Selama ini, Evan Dimas cs memakai jersey sama seperti yang dikenakan oleh para seniornya. Pada turnamen Piala AFF 2013 lalu misalnya, Timnas U-19 mengenakan seragam setelan merah-putih dan merah-merah. Bagian kaos yang berlogo Garuda berwana merah dengan bagian ujung lengan berwarna hijau. Kemudian dipadu celana warna putih. Tak ingin jersey Timnas U-19 biasa-biasa saja, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf) telah menyiapkan desain khusus. “Prestasi anak-anak muda di Timnas U-19 ini sangat inspiratif. Maka kami ingin membuatkan seragam khusus. Seragam yang menonjolkan kekhasan Indonesia,” kata Menperaf, Mari Elka Pangestu kepada Superball saat berada di Yogya beberapa waktu lalu. Kekhasan Indonesia tersebut menurut Mari Elka bisa berupa Batik Indonesia, songket, atau lainnya. Namun kemungkinan besar yang akan menghiasi jersey Timnas U-19 adalah motif Batik Indonesia. “Mungkin Batik Indonesia, karena merupakan khas Indonesia. Kita sudah menyiapkan tim desain dari para desainer kreatif di Indonesia,” katanya. Langkah ini bisa dikatakan sebuah terobosan untuk merubah desain “kaku” jersey timnas dari tahun ke tahun. Sebab, dari masa ke masa jarang sekali terlihat gebrakan desain jersey yang dikenakan timnas pada sebuah turnamen. Gebrakan lebih sering dilakukan pada perubahan warna saja. Justru di level klub ISL yang sudah mulai menonjolkan unsur budaya nasional di jersey-nya. Sebut saja Sriwijaya yang menghiasi jerseynya dengan songket. Hal yang sama juga dilakukan oleh Persebaya Surabaya yang memberikan rasa batik pada jerseynya. “Yang jelas seragamnya nanti akan kita buat lain dari pada yang lain. Kemungkinan April nanti akan kita launching, soalnya kan mau segera dipakai sama Timna U-19,” jelas Mari Elka lagi. Bila Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) setuju, jersey itu akan digunakan Timnas U-19 dalam berbagai turnamen. Sedikit perubahan mulai terlihat pada Jersey yang dikenakan oleh Timnas U-19 dalam tiga laga uji coba yang dilakukan di Yogyakarta. Saat laga melawan PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Pra PON Yogyakarta, timnas mengenakan jersey merah-merah tanpa ada campuran warna hijau. Di kaos, pada dada bagian kanan terdapat gambar seperti burung garuda yang hendak menyambar. Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menyambut baik bila desain timnya bakal dibuat khusus. Namun dirinya tak mau ambil pusing soal desain jersey karena lebih fokus pada tim. “Itu urusan PSSI, biar mereka yang menentukan,” kata Indra.