Batik Cirebon

Tuesday, March 18, 2014

Batik Indonesia - Pengrajin Batik Ciptakan Batik Motif Topeng

batik indonesiaBatik Indonesia - Pengrajin Batik Ciptakan Batik Motif Topeng.Pengrajin batik asal Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Harris Riadi membuat motif batik "topeng" dengan membatik gambar seorang badut yang berisi pesan dan kritik sosial pada bahan kain pakaian.

"Motif batik 'topeng' ini sekedar mengkritisi kondisi perpolitikan di Indonesia yang saat ini berusaha mencari dukungan dari masyarakat," kata CEO Green Batik Indonesia itu di Pekalongan, Selasa.

Harris yang juga seniman Batik Indonesia ini mengatakan dirinya optimistis motif batik topeng akan diminati oleh masyarakat Indonesia terkait menjelang Pemilihan Umum 2014.

"Saat ini, kami harus inovatif dan kreatif agar kerajinan batik tetap bertahan dan diminati oleh masyarakat dengan menciptakan motif batik terbatu dan peluang pasar baru," katanya.

Harris berencana menjual batik Indonesia motif topeng yang proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar satu pekan tersebut ke pasar lokal dan mancanegara.

"Kami memang membuat batik motif topeng ini hanya belasan saja karena karya ini merupakan seni dan bukan semata bisnis saja. Harga kain batik topeng mencapai sekitar RpRp400 ribu-Rp600 ribu per potong," katanya.

Selain membuat batik topeng, kata dia, dirinya juga akan menciptakan motif batik grafiti dan kartun yang juga berisi pesan moral terhadap pelaku politik.

"Kami membuat batik topeng dan kartun karena selama ini kebanyakan perajin hanya mengandalkan motif umum seperti bunga dan burung. Variasi motif Batik Indonesia yang tidak berkembang berkembang mengakibatkan pembeli batik menurun," katanya.

Sunday, March 16, 2014

Songsong Payung Batik Indonesia yang Memikat Hati

payung batik tusmi cirebon indonesiaBatik Trusmi - Songsong Payung Batik Indonesia yang Memikat Hati.Anda ingin melestarikan budaya Indonesia sekaligus mendapat sumber pemasukan tetap ? Kami yakin banyak dari Anda yang menjawab ya. Jawabannya adalah dengan menciptakan sebuah inovasi produk dari Batik Indonesia seperti yang dilakukan Songsong payung batik.

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan dan payung adalah salah satu kebutuhan yang sedang banyak peminatnya di musim penghujan seperti sekarang ini. Maka Songsong payung Batik Indonesia sebagai pelopor memadukan keduanya menjadi satu kesatuan, dan terciptalah Songsong Payung Batik Indonesia.

Seperti City Directory lansir dari Kaskus, Fauzy pencetus Songsong payung batik mendapatkan idenya dengan melihat peluang yang ada disekitarnya. Ketika turun hujan orang-orang berlalu lalang di sekitarnya sebagian besar menggunakan Batik Indonesia, kebetulan hari itu adalah hari Jum’at.

Namun satu hal yang kurang dimata Fauzy, payung yang mereka gunakan adalah payung dengan corak yang biasa kita temui. Tidak ada yang memiliki payung dengan corak batik. Maka tercetuslah ide membuat Songsong Payung Batik Indonesia.

Dalam sejarah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat terdahulu, istilah Songsong dikenal sebagai payung kebesaran dengan motif batik. Songsong sendiri berarti payung yang diambil dari bahasa Jawa Krama Inggil. Songsong payung batik memiliki filosofi agar dapat menjadi “warna” baru, seperti sahabat yang selalu ada di setiap langkah, sebagai penegas gaya dan pelindung.

Saat ini Songsong payung batik telah memiliki 3 koleksi desain batik yaitu Parang Imogiri, Pare Merapi dan Phoenix van Java. Ketiga desain yang ada adalah buatan desainer dari Songsong payung batik sendiri. Desainnya sangat elegan dan memikat hati siapapun yang memandangnya khususnya kaum hawa. Tidak hanya melindungi tubuh namun Songsong payung batik juga trendy digunakan saat hujan atau panas.

Untuk produksi, Songsong payung batik didukung oleh beberapa supplier dan kelompok pengerajin payung di Bekasi. Bahan payung terbuat dari polyester, sedangkan rangka payung berwarna hitam dan terbuat dari baja dilapisi cat anti karat agar Songsong payung batik bisa tahan lama dan memuaskan para konsumennya. Semoga inovasi produk dari Songsong Payung Batik Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi bisnis Anda.

Sumber:CityDirectory

Thursday, March 13, 2014

Timnas U-19 Bakal Pakai Jersey Batik Indonesia

timnas-indonesia-u-19-batik-indonesiaBatik Trusmi - Timnas U-19 Bakal Pakai Jersey Batik Indonesia.Akan ada yang baru dari segaram Timnas U-19 asuhan pelatih Indra Sjafri. Pada turnamen Piala Asia U-19 di Myanmar nanti, skuat Garuda Jaya bakal mengenakan jersey khusus yang akan menonjolkan sesuatu khas dari Indonesia.
Selama ini, Evan Dimas cs memakai jersey sama seperti yang dikenakan oleh para seniornya. Pada turnamen Piala AFF 2013 lalu misalnya, Timnas U-19 mengenakan seragam setelan merah-putih dan merah-merah. Bagian kaos yang berlogo Garuda berwana merah dengan bagian ujung lengan berwarna hijau. Kemudian dipadu celana warna putih. Tak ingin jersey Timnas U-19 biasa-biasa saja, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf) telah menyiapkan desain khusus. “Prestasi anak-anak muda di Timnas U-19 ini sangat inspiratif. Maka kami ingin membuatkan seragam khusus. Seragam yang menonjolkan kekhasan Indonesia,” kata Menperaf, Mari Elka Pangestu kepada Superball saat berada di Yogya beberapa waktu lalu. Kekhasan Indonesia tersebut menurut Mari Elka bisa berupa Batik Indonesia, songket, atau lainnya. Namun kemungkinan besar yang akan menghiasi jersey Timnas U-19 adalah motif Batik Indonesia. “Mungkin Batik Indonesia, karena merupakan khas Indonesia. Kita sudah menyiapkan tim desain dari para desainer kreatif di Indonesia,” katanya. Langkah ini bisa dikatakan sebuah terobosan untuk merubah desain “kaku” jersey timnas dari tahun ke tahun. Sebab, dari masa ke masa jarang sekali terlihat gebrakan desain jersey yang dikenakan timnas pada sebuah turnamen. Gebrakan lebih sering dilakukan pada perubahan warna saja. Justru di level klub ISL yang sudah mulai menonjolkan unsur budaya nasional di jersey-nya. Sebut saja Sriwijaya yang menghiasi jerseynya dengan songket. Hal yang sama juga dilakukan oleh Persebaya Surabaya yang memberikan rasa batik pada jerseynya. “Yang jelas seragamnya nanti akan kita buat lain dari pada yang lain. Kemungkinan April nanti akan kita launching, soalnya kan mau segera dipakai sama Timna U-19,” jelas Mari Elka lagi. Bila Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) setuju, jersey itu akan digunakan Timnas U-19 dalam berbagai turnamen. Sedikit perubahan mulai terlihat pada Jersey yang dikenakan oleh Timnas U-19 dalam tiga laga uji coba yang dilakukan di Yogyakarta. Saat laga melawan PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Pra PON Yogyakarta, timnas mengenakan jersey merah-merah tanpa ada campuran warna hijau. Di kaos, pada dada bagian kanan terdapat gambar seperti burung garuda yang hendak menyambar. Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri menyambut baik bila desain timnya bakal dibuat khusus. Namun dirinya tak mau ambil pusing soal desain jersey karena lebih fokus pada tim. “Itu urusan PSSI, biar mereka yang menentukan,” kata Indra.

Sunday, March 9, 2014

Batik Cirebon - Pati Gelar Pemilihan Model Batik Indonesia 2014

-baju-batik-indonesia-di-pusat-perbelanjaan-Batik Cirebon - Pati Gelar Pemilihan Model Batik Indonesia 2014.Untuk melestarikan dan memasyarakatkan batik sebagai budaya tradisional, sebuah Lembaga Pendidikan dan Keterampilan di Pati, akan menggelar pemilihan “Model Peragaan Batik Indonesia 2014, Maret mendatang. Dalam pemilihan model ini, peserta wajib mengenakan batik Pati, atau batik nasional.

”Pemilihan model peragaan batik Indonesia yang kali pertama digelar di Pati ini, terbagi dalam dua kategori berbeda. Yakni untuk kelompok umur 6 sampai 13 tahun, dan kelompok umur 14 sampai 25 tahun,” kata Panitia penyelenggara Pemilihan Model Peragaan Batik Indonesia 2014, Adiningtyas Prima, kepada PAS Pati.

Menurut Panitia Penyelenggara LPK Ardian Pati, Adiningtyas Prima mengungkapkan, panitia mewajibkan peserta saat tampil memakai batik Indonesia. Baik batik lokal asli Pati, maupun batik nasional dari daerah lain.

”Sesuai agenda kami, kegiatan tersebut, akan digelar 9 Maret 2014, di Gedung Bakorwil Pati. Kegiatan ini salah satu upaya mengenalkan batik Pati maupun batik nasional lainnya, sebagai budaya Nusantara yang diakui Unesco,” kata Dining, kepada PAS Pati.

Adiningtyas Prima menambahkan, dalam kegiatan tersebut para juara akan mendapat piala, tropi, dan uang pembinaan. Hingga saat ini, Panitia masih membuka pendaftaran bagi peserta yang akan mengikuti ajang pemilihan tersebut, di LPK Ardian, Jln. Kyai Saleh 44 Pati.

Saturday, March 8, 2014

Batik Trusmi - Diserbu batik China, Ical sebut batik Indonesia juara

Ebatik-Silk-Mega-Mendung-purple-Batik-Cirebon-exclusiveBatik Trusmi - Diserbu batik China, Ical sebut batik Indonesia juara.Sepanjang tahun 2013, ekspor busana (garmen) Indonesia mencapai USD 7,52 miliar. Dari angka tersebut, sekitar 20 persen berupa busana dengan bahan baku batik dan tenun.

Sayangnya, angka tersebut masih jauh jika dibandingkan dengan China yang mencapai USD 159,6 miliar, Turki dengan angka USD 24,29 miliar, Bangladesh yang mencapai USD 19,95 miliar, dan Vietnam yang mencapai USD 14,7 miliar.

Ekspor garmen asal China telah menjelajah ke pelbagai negara, termasuk Indonesia. Berbagai macam model garmen dirambah China, termasuk batik. Banyak sekali batik asal negeri China ditemui di toko-toko atau pasar di Indonesia.

Nominator Batik Indonesia kepada UNESCO Aburizal Bakrie menuturkan, meski batik sempat diklaim sebagai budaya Malaysia, dia yakin batik Indonesia tidak terkalahkan.

"Kalau batik itu kita lihat jelas diakui oleh UNESCO sebagai satu peninggalan sejarah tak benda (intangible cultural heritage). Itu asal Indonesia," kata Bakrie atau yang biasa disapa Ical di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (6/3).

Dia memandang positif maraknya batik-batik asal China dan klaim batik dari Malaysia. Ical menilai hal itu justru meningkatkan pamor batik Indonesia di mata dunia.

"Kita mesti bangga itu ada orang bikin batik. Tapi orang tahu kalau batik itu satu budaya Indonesia," imbuh Bakrie.

Ical meyakini, konsumen lebih memilih batik asli buatan Indonesia ketimbang buatan China. Menurutnya, konsumen Indonesia masih memiliki nasionalisme yang tinggi dengan memilih batik buatan Indonesia.

"Siapa yang bilang tidak laku (batik Indonesia). Laku semua, nggak ada yang nggak laku. Daya saing masih bagus," tegasnya.

Friday, March 7, 2014

Kebaya dan Rok Batik Indonesia pada Malam Puncak Miss Indonesia 2014

batik indonesia trusmiBatik Trusmi - Kebaya dan Rok Batik Indonesia pada Malam Puncak Miss Indonesia 2014.Tahun 2014 menjadi penanda telah berjalannya event spesial Miss Indonesia selama satu dasawarsa. Dibuka dengan permainan gitar oleh Dewa Bujana dan Balawan serta dilanjutkan nyanyian yang dibawakan Judika, Petra Sihombing, Naga (vokalis Lyla Band), malam puncak Miss Indonesia 2014 yang diadakan di JI-Expo Kemayoran, Senin, 17 Februari 2014, menjadi semakin meriah.

Ke-34 peserta Miss Indonesia tampil di atas panggung dengan mengenakan kebaya dipadu rok Batik Indonesia pendek. Mengenakan busana asli Indonesia, peserta Miss Indonesia terlihat anggun dan cantik.

Pada malam final ini, nantinya ke-34 peserta akan bersaing dan memperebutkan gelar runner up 1, runner up 2, Miss Favorit, Miss Persahabatan, Miss Lifestyle, Miss Social Media, Miss Kulit Cantik, dan Miss Indonesia 2014.

Adapun juri dalam acara ini adalah Liliana Tanoesoedibjo, Ferry Salim, Dr Martha Tilaar, Priyo Oktaviano, dan Ines Putri Tjiptadi, Miss Indonesia 2012.

"Indonesia kaya dengan keindahan busana dan kain lokalnya. Penampilan peserta Miss Indonesia berbalut kebaya dan rok Batik Indonesia melengkapi kecantikan dan gaya mereka di atas panggung," kata perancang Priyo Oktaviano pada Tempo, Selasa, 18 Februari.

Priyo juga menjelaskan keindahan busana dan kain lokal Indonesia tak hanya sebagai indentitas bangsa. Namun dengan dikenakan dalam ajang seperti ini, busana dan kain lokal akan menjadi citra positif dan kekuatan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Malam final Miss Indonesia 2014 menjadi meriah dengan kehadiran para penyanyi Afghan, Citra Scholastika, dan Donnie (vokalis Ada Band), serta dipandu pembawa acara Robby Purba dan Pica Priscilla.

Thursday, March 6, 2014

Batik Indonesia - Pasar Batik Jepang Belum Tergarap

IMG_6291Batik Indonesia - Pasar batik Jepang belum tergarap karena selama ini pengrajin batik Indonesia kesulitan memasarkan hasil kerajinan ke ”Negeri Sakura” secara berkesinambungan. Padahal, minat masyarakat Jepang atas batik Indonesia tinggi.

Berulang kali sejumlah komunitas masyarakat ataupun organisasi kebudayaan Jepang mengundang pengrajin batik Indonesia untuk menampilkan karyanya di Jepang. Seniman dan desainer batik Nita Azhar, misalnya, menerima setidaknya 10 kali undangan peragaan busana batik di Jepang selama 15 tahun terakhir. Pada 3-6 Oktober, Nita diundang mengikuti Sakura Collection 2013 di Tokyo yang diselenggarakan Japan Adventure untuk menampilkan karya batik yang dipadukan dengan kain obi (ikat pinggang) khas Jepang. ”Di sini saya menampilkan tiga karya kain yang dipadu dengan blus kimono dan obi masing-masing bertema ukir Jawa Dwipa bermotif flora,” katanya di sela-sela persiapan peragaan busana di Tokyo, Kamis (3/10/2013), seperti dilaporkan wartawan Kompas, Irene Sarwindaningrum. Menurut Nita, keikutsertaannya itu merupakan upaya untuk mempromosikan batik Jawa. Hal ini penting guna terus menghidupkan minat masyarakat Jepang terhadap batik. Pencinta budaya Indonesia, Izumi Nagano, mengatakan, peminat batik Indonesia di Jepang banyak. Namun, sangat sulit membeli batik Indonesia di Jepang. ”Kami suka dengan motif dan kekhasannya,” katanya. Menurut Izumi, banyak orang Jepang belajar membatik di Yogyakarta , Solo dan Trusmi Cirebon. Keterampilan ini sebagai hobi dan gaya hidup.