Batik Cirebon

Saturday, March 7, 2015

Batik Cirebon - Kadin Pasarkan Batik Ke Singapura

Batik Cirebon - Kamar dagang serta industri (Kadin) Jawa Tengah coba pasarkan batik ke Singapura, kata Manajer Perdagangan, Kursus, serta Pusat Info Kadin Jateng, Gendut Marjoko.

"Sampai kini kami banyak mengekspor batik ke Malaysia, untuk th. ini kami bakal coba pasar di Singapura, " tuturnya di Semarang, Jumat (6/3).

Walau sekian pihaknya terus berusaha tingkatkan jumlah ekspor batik ke Malaysia. Untuk menguatkan pemasaran di dua negara itu, Kadin Jateng lakukan kerja sama juga dengan Kadin Melayu Singapura serta Kadin Malaysia untuk penjualan lewat e-commerce atau umum dimaksud penjualan on-line.

Batik Cirebon - Menurutnya, penandatanganan kerja sama itu gagasannya bakal dikerjakan pada bln. April yang akan datang. Diinginkan, lewat kerja sama itu makin memperluas pasar ekspor batik dari Jawa Tengah.

"Kami berasumsi Singapura punya potensi jadi pasar yang besar untuk product batik kita mengingat banyak dari warga negara itu adalah orang Melayu, jadi seleranya nyaris sama, " tuturnya.

Batik Cirebon - Pihaknya mengharapkan supaya beberapa pengrajin batik di Jateng dapat tingkatkan produksi lantaran ke depan mereka mesti penuhi product ke semakin banyak pasar.

"Diinginkan beberapa pengrajin yang masih juga dalam taraf kecil dapat selekasnya lakukan ekspor sendiri hingga keuntungannya semakin besar, bila saat ini kan untuk pengrajin kecil masih tetap kami ikutkan pada pengrajin besar yang kebetulan lakukan ekspor, " tuturnya.

Disamping itu, terkecuali batik pasar asing juga meminati kain Troso dari Jepara. Bahkan juga, banyak keinginan datang dari Australia.

"Sesudah menjajal Singapura, ke depan kami akan coba pasar Australia. Pada intinya kami cuma membukakan peluang untuk pelaku usaha kecil terutama batik serta kain kerajinan tangan yang lain dari Jateng, untuk setelah itu kerja sama itu dikerjakan sendiri oleh pelaku usaha dengan pasar, " tuturnya. ( Batik Cirebon )

Friday, March 6, 2015

Batik Cirebon - Plesir ke Desa Wisata Batik Kliwonan

batik cirebon
Ilustrasi - Perajin sedang menyelesaikan kain batik di Desa Pilang, Masaran Sragen, kawasan pinggiran kali Bangawan Solo tersebut merupakan sentra industri batik rumahan.
Batik Cirebon - Saat Anda berkunjung ke Sragen maka singgahlah ke Desa Kliwonan dan Desa Pilang Kecamatan Masaran untuk melihat industri batik. Dengan datang ke Desa Wisata Batik Kliwonan berarti Anda telah mendatangi langsung pengrajin batik yang ‘sesungguhnya’.

Dikutip dari Indonesia Travel, banyak pengusaha batik terkenal yang mengambil batik dari pengrajin di desa ini kemudian memberi labelnya sendiri.

Desa Wisata Batik Kliwonan merupakan kawasan ekoturisme berkelanjutan dengan pemberdayaan warga lokal untuk mengangkat potensi ekonomi, keunikan, dan kearifan lokal dengan memperhatikan keseimbangan ekologi.

Anda dapat menikmati aktivitas wisata belanja batik berkualitas tinggi dengan harga murah. Berwisata sambil belajar membatik selama 3 jam dengan mendalam, belajar membuat gerabah sawah, mengenal proses bertani, wisata kuliner makanan khas desa, menjelajah desa, hingga fotografi alam. Desa ini menjamin hasrat wisata alam maupun wisata belanja Anda terpuaskan.

Bagi Anda yang berminat mendalami batik secara serius dan profesional, maka dapat mengikuti pelatihan membatik untuk profesional selama 5 hari. Di sini Anda akan belajar teknik dasar pembatikan secara singkat dan cepat. Hasil belajar membatik dapat dibawa pulang.

Ada juga edukasi herbal, dimana Anda dapat mempelajari jenis-jenis tanaman herbal dan cara pemanfaatannya. Temukan lokasinya di Homestay Mbak Puji Dukuh Kuyang Desa Kliwonan. Sewa untuk menginap Rp40 ribu per orang satu hari.

Di sini juga ada pembuatan kerajinan tanah liat hitam.  Anda dapat melihat langsung pembuatan kerajinan tanah liat hitam yang semakin langka. Bagi penggemar kegiatan memancing maka Anda dapat mencoba memancing di kolam buatan dan bahkan memancing di Sungai Bengawan Solo yang legendaris.

Batik Cirebon - Inilah kesempatan Anda untuk melihat sentra industri batik selain 3 yang sudah terkenal yaitu Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan. Kabupaten Sragen menjadi sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta. Kabupaten Sragen memiliki dua sub-sentra batik yakni Kecamatan Plupuh dan Masaran.

Di kedua tempat tersebut ada desa penghasil batik. Letak keduanya berdekatan, saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo. Berada di pinggiran sungai, kawasan ini juga dikenal dengan sebutan batik girli (Pinggir Kali). Ada juga yang mengenalnya dengan sebutan batik kliwonan, karena mengambil nama salah satu desa produsen yang berlokasi di Kecamatan Masaran.
Di Sentra Batik Kliwonan ada sekitar 85 Usaha Kecil Menengah yang telah menyerap 5000 tenaga pembuat batik. Secara keseluruhan ada sekitar 15.000 pembuat batik tersebar di semua wilayah Kabupaten Sragen.

Dalam setahun mereka mampu menghasilkan batik jenis katun sebanyak 50.000 potong dan batik jenis sutera dari alat tenun, sebanyak 365.000 potong. Batik yang dihasilkan dari sentra industri tersebut kemudian disetorkan ke pengusaha batik solo dan diberi label pengepul ataupun dijual langsung ke pemilik kios di Pasar Klewer Solo.

Batik Cirebon - Sekarang, sentra batik girli menjadi kawasan wisata terpadu dengan nama Desa Wisata Batik Kliwonan. Kawasan desa wisata batik ini diarahkan menjadi kawasan kunjungan wisata, pusat pengembangan, pelatihan, dan pemasaran batik khas Sragen.

Motif batik Sragen identik dengan batik Solo dan batik Yogyakarta. Sebab, para pionir pengusaha batik Sragen adalah buruh juragan batik di Solo. Perbedaannya batik sragen cenderung berwarna dasar lebih terang dan motifnya memadukan corak baku atau klasik dengan gambar flora fauna.

Dari sini bawalah pulang buah tangan khasnya mulai dari kerajinan kain perca batik berupa tas, dompet cantik, bantal hias, hingga selimut. Ada juga kerajinan grabah ndeso yang terbuat dari tanah liat hitam dengan tekstur kasar, namun antik dan eksotis berupa tempayan air, pot bunga, dan kuali.

Anda juga dapat membeli kerajinan sangkar burung yang cantik di sini. Ini merupakan hasil olahan dari kekayaan bambu yang melimpah dari tepian Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan Anda sangat sempurna saat digelarnya Festival Desa Batik di Sragen setiap bulan Agustus-November tiap tahunnya.

Sebuah acara yang memadukan tradisi agraris dan keterampilan membatik sehingga menghasilkan acara menarik dan unik untuk disaksikan. Digelar setiap bulan Agustus-November tiap tahunnya.

Di Festival Desa Batik Sragen, Anda akan menjumpai beragam atraksi menarik di antaranya: pawai hasil pertanian, pawai alat pertanian berhias batik, pawai hewan ternak berhias batik, pawai lampion batik, lomba desain batik, balapan mencanting, pawai orang-orangan (memedi) sawah, pawai caping lukis batik, dan sebagainya.

Di sini ada juga berbagai pertunjukan kesenian seperti sandiwara,  kesenian musik kentongan, dan nasyid bocah. Puncak acaranya ditutup pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Awalnya festival ini adalah event bersih desa sebagai wujud syukur warga desa atas panen padi yang melimpah. Berikutnya acara ini mengalami berbagai modifikasi sehingga memasukkan unsur batik ke dalam pesta panen.( Batik Cirebon )

Thursday, March 5, 2015

Batik Cirebon - Napi Lapas Dilatih Membuat Tong Sampah Batik

batik cirebon
Hasil Tong Sampah Yang Di Cat Motif Batik Oleh Para Napi Lapas Pekalongan
Batik Cirebon - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, mulai Sabtu (28/2) punya kegiatan baru. Mereka dilatih membuat tong sampah batik, sebagai bagian dari program ‘Kelas Inspirasi’ untuk warga binaan Lapas Kelas IIA Pekalongan.

Tong sampah yang terbuat dari plastik yang semula masih polos, selanjutnya dicat dan dilukis motif batik oleh para warga binaan. Selanjutnya, tong sampah batik kreasi para napi itu akan dijual kepada petugas Lapas setempat maupun masyarakat. Hingga Senin (2/3) siang, sedikitnya sudah ada delapan tong sampah batik yang dihasilkan, dan siap dijual kepada masyarakat.

Kalapas Pekalongan, Suprapto, melalui stafnya yang juga menjadi Ketua Kelas Inspirasi, Anang Saifulloh, menjelaskan, produksi tong sampah batik oleh warga binaan itu merupakan salah satu program unggulan tahun ini. Kegiatan produksi tong sampah batik itu, kata dia, diikuti oleh 24 orang warga binaan yang telah menjadi anggota Kelas Inspirasi.

“Kelas Inspirasi tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak Mei 2014. Sasarannya adalah untuk mengembangkan kreatifitas warga binaan pemasyarakatan dalam beberapa bidang, seperti bidang penulisan, desain grafis, dan membatik,” ujarnya.

Batik Cirebon - Hingga kemudian, berdasar diskusi antara petugas Lapas Pekalongan bersama warga binaannya, muncul keinginan untuk mengembangkan kreatifitas, yakni membuat tong sampah batik.

“Rencana tersebut sudah lama. Lalu pada Oktober tahun lalu ada pelatihan. Kemudian mulai Sabtu kemarin kita mulai produksi tong sampah batik. Alhamdulillah, sekarang sudah ada delapan tong sampah batik yang sudah jadi,” katanya.

Dari produksi pertama itu, nantinya akan dilihat apakah animo masyarakat cukup besar terhadap kreasi para napi itu. Jika animonya besar, maka akan terus dikembangkan, dengan jumlah produksi yang akan terus bertambah.

Batik Cirebon - Anang menuturkan, para warga binaan yang terlibat pembuatan tong sampah batik itu, mendapat pelatihan dari petugas Lapas maupun rekan sesama warga binaan. “Kebetulan ada warga binaan kita yang sudah mahir membatik. Mereka akhirnya menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dana untuk membeli bahan dasar berupa tong sampah, cat, kuas, dan sebagainya, bersumber dari pemerintah melalui Dirjen Pemasyarakatan. “Kegiatan seperti ini dibiayai negara,” ujarnya.

Sebelumnya, imbuh dia, pihak Lapas Kelas IIA Pekalongan mengajukan proposal kegiatan kepada pemerintah, dan mendapat respon baik. Respon positif dari pemerintah itu muncul lantaran pada tahun lalu, kegiatan Kelas Inspirasi di Lapas Kelas IIA Pekalongan dinilai cukup efektif untuk memunculkan kreatifitas para warga binaan dalam bidang penulisan, desain grafis, maupun membatik.

Lebih lanjut, Anang menambahkan, warga binaan yang ikut Kelas Inspirasi pembuatan tong sampah batik itu tak hanya dilatih produksi saja. Tetapi juga dilatih entrepeneur supaya memiliki kemampuan manajemen yang baik. “Hasil penjualan dari tong sampah batik ini nantinya akan dikelola lagi secara bersama-sama. Jadi di sini ada semacam pelatihan entrepeneur dan manajemen. Kita juga sudah membuat tim kecil dengan tugas masing-masing. Ada tim marketing, desain, pengecatan, dan lainnya,” imbuh dia.( Batik Cirebon )

Wednesday, March 4, 2015

Batik Cirebon - Warna Baru Batik Banyuwangi di Indonesia Fashion Week

Batik cirebon
Motif Batik Khas Banyuwangi yang Paling Diminati adalah Motif Gajah Oling
Batik Cirebon - Perancang busana Priscilla Saputro mengolah batik Banyuwangi dalam karyanya Novum Etno: Colorful Banyuwangi yang ditampilkan dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 yang berlangsung Sabtu, 28 Februari 2015.

"Saya tergerak untuk memajukan masyarakat Banyuwangi yang bergerak perlahan tapi tetap maju," kata Priscilla, yang memberi makna "pembaruan" pada kata "novum" di karyanya itu.

"Makna pembaruan ini adalah bahwa hal itu berlangsung terus-menerus di bidang mode dan kini juga dirasakan masyarakat Banyuwangi. Hebatnya, masyarakat di sana melakukan pembaruan," ujar dia.
Kata "etno" ia maknai sebagai gaya etnik yang dipercayainya sebagai keragaman masyarakat di Banyuwangi.

"Ada pergerakan wisata yang luar biasa. Meski mereka memiliki budaya asli, tapi mereka juga tidak apriori dengan budaya yang masuk. Ada semangat tinggi demi melestarikan wisata budaya untuk dikenakan di acara kasual atau pun formal dengan keindahan batik Banyuwangi yang penuh corak warna atau colorful," kata dia.

Batik Cirebon - Menurutnya, sisi lain yang juga menarik dari batik Banyuwangi ini adalah sisi androgini atau kesetaraan gender yang baru-baru ini digalakkan di daerah itu. Setiap orang, baik pria maupun wanita, memiliki kesempatan kerja yang sama.

"Yang menakjubkan, mereka bahu-membahu membangun sektor pariwisata dan ekonomi sehingga siap untuk didatangi para pembeli domestik maupun mancanegara," kata Priscilla.

Priscilla menghadirkan batik-batik Banyuwangi dengan warna cerah, seperti biru muda, ungu, merah muda, oranye, kuning, dan hijau. Semuanya disajikan Priscilla dalam bentuk gaun panjang, rok, blazer, hingga blus. "Saya ingin wanita Indonesia cantik mengenakan keberagaman batik Banyuwangi," ujarnya.( Batik Cirebon )

Tuesday, March 3, 2015

Batik Cirebon - Merawat Kain Batik Berbahan Alami

Batik Cirebon
Kain Batik Tulis Megamendung Bunga
Batik Cirebon - Kain batik merupakan warisan nenek moyang yang harus kita lestarikan dan kita rawat dengan baik. Khususnya cara merawat warna kain batik berbahan alami. Memang ada beberapa pewarna yang dapat digunakan pada kain batik, seperti pewarna kimia, sintetik, dan juga pewarna alami.

Masing-masing kain batik dengan pewarna tersebut memiliki cara yang berbeda dalam perawatannya agar tetap awet dan bagus.

Batik Cirebon - Pewarna alami biasanya dibuat dari dedaunan seperti, daun mangga, rambutan dan lainnya. Berikut ini cara merawat warna kain batik berbahan alami.

1. Sebaiknya cuci kain batik dengan shampo atau deterjen lembut tanpa pemutih.
2. Jangan merendam kain batik terlalu lama agar warna tetap terjaga
3. Gunakan pewangi dan pelembut.
4. Usahakan untuk tidak sering mencuci kain batik dengan warna berbahan alami. Cukup diangin-anginkan hingga benar-benar kering.
5. Jika ingin bersih tanpa mencuci, cukup dengan mencelupkan ke dalam pewangi tanpa direndam. Kemudian keringkan.

Warna kain batik berbahan alami memang lebih rentan sehingga perawatannya juga harus diperhatikan. Rawat kain batik Anda dengan baik agar selalu tampil bagus dan original ketika digunakan. Mari lestarikan batik nusantara, Indonesia. ( Batik Cirebon )

Monday, March 2, 2015

Batik Cirebon - Rumah Mode Australia Terkesima Koleksi Batik Indonesia

Batik Cirebon - Meski jalinan diplomatik Australia serta Indonesia tengah tegang lantaran masalah hukuman mati, tetapi kecintaan pada budaya RI terus hidup. Sebelumnya setelah, Paviliun Indonesia ramai dikunjungi warga Negeri Kanguru waktu Festival Nasional Multikultur, kesempatan ini beberapa ratus undangan terbatas menghadiri pagelaran baju di Gedung KBRI.

Sekian isi siaran pers dari KBRI Canberra pada Jumat, 27 Februari 2015. Keseluruhan, 180 undangan terbatas yang terbagi dalam beberapa penggemar serta pengamat mode, entrepreneur, duta besar serta media ada melihat acara itu.

Tetapi, yang khusus dalam pagelaran baju kesempatan ini, KBRI Canberra menggandeng rumah mode populer dari Australia, Perri Cutten. Kerjasama yang indah terwujud saat dalam satu runaway beberapa jenis memperagakan pakaian koleksi musim gugur serta dingin dipadukan dengan syal batik khas Indonesia.

Batik Cirebon - "Seputar enam syal batik punya koleksi pribadi istri Duta Besar, Nino Riphat Kesoema, dipadankan dengan gaun koleksi Perri Cutten, " catat KBRI.

Diluar itu, ikut dipertunjukkan 8 baju daerah yaitu dari Batak (Sumatera Utara), Lampung, Jawa Tengah, Sunda (Jawa Barat), Dayak (Kalimantan Tengah), Bali, Makassar (Sulawesi Selatan) serta Pulau Sumba. KBRI ikut mengadakan pameran tekstil yang menghadirkan beragam kain nusantara dan pameran kuliner.

"Sembari nikmati beragam camilan, beberapa tamu juga dimanjakan dengan suguhan merdu musik gamelan serta minikmati miniatur Indonesia di Rumah Budaya Indonesia, " tutur KBRI.

Batik Cirebon - Menurut Dubes RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, peragaan baju ini bukan sekedar mempunyai tujuan untuk mempromosikan kekayaan serta keindahan kain nusantara.
" Tetapi juga untuk merayakan perpaudan budaya Indonesia serta Australia yang unik melalui fashion, " tutur Nadjib.

Bekas Dubes RI untuk Kerajaan Belgia itu mengharapkan Perri Cutten bisa menerapkan motif batik dalam koleksi mereka.

Kepala Desainer, Perri Cutten, Penelope Loorham terkesima dengan baju daerah yang diperagakan oleh beberapa jenis.

" Kostum yang sangatlah elegan serta karya seni yang mengagumkan, " tutur Loorham yang sudah jadi desainer untuk Perri Cutten sepanjang 16 th. ( Batik Cirebon)

Sunday, March 1, 2015

Batik Cirebon - Abnon Jakarta Lestarikan Batik Betawi

batik cirebon
Abang dan Nona Jakarta 2014 Melestarikan Batik Khas Betawi
Batik Cirebon - Tiap tahunnya, para pemuda-pemudi Ibu Kota Jakarta berlomba untuk memperebutkan gelar Abang None Jakarta. Definisi Abang None Jakarta sendiri adalah simbol untuk duta muda Jakarta dalam pariwisata dan kebudayaan Jakarta. Oleh karena itu, tak heran apabila mereka kerap menggunakan batik Betawi.

Mengapa batik Betawi? Meskipun sekitar 70 persen produsen batik Betawi merupakan perantau dari Jawa, tetapi jelas alasan terpilihnya batik Betawi untuk dilestarikan itu karena betawi merupakan suku asli Ibu Kota Jakarta.

"Ini merupakan salah satu pakaian khas Betawi, baju batik dengan gambar tari topeng dan warna bajunya terang," jelas Alvia Anjani, dara berusia 21 tahun yang terpilih menjadi None Kepulauan Seribu 2014 saat ditemui Liputan6.com.

Batik Cirebon - Identitas batik Betawi sangat mudah terlihat karena warnanya yang cukup berbeda dengan batik Jawa pada umumnya. Sebab, batik Betawi memiliki warna yang cerah atau biasa disebut dengan gonjreng. Batik Betawi umumnya berbahan dasar kain katun, juga berbentuk sarung atau kain panjang.

"Ini baju yang saya gunakan menggunakan beberapa motif, kayak di bagian bawah ada motif ondel-ondelnya. Di bagian samping ada tanjidor," pungkas Zulfikri Arif, pria yang terpilih menjadi Abang Jakarta Kepulauan Seribu 2014.

Motif-motif yang diterapkan pada batik Betawi pun cukup unik seperti tari topeng, ondel-ondel, monas, delman, pengantin, sunga Ciliwung, rasamala, salakanegara, nusa kelapa, alat musik tanjidor, hingga adegan si pitung yang sedang berkelahi.

Meskipun banyak motif yang diterapkan, tetapi terdapat satu motif batik Betawi yang sangat ikonik dan khas, yaitu motif tumpal. Motif tumpal adalah bentuk motif geometris segitiga sebagai barisan yang memagari bagian kepala kain dan badan kain. Saat dikenakan, Tumpal harus ada di bagian depan dan mengandung arti sebagai penolak bala.( Batik Cirebon )