Batik Cirebon

Saturday, February 7, 2015

Batik Cirebon
Sejumlah perajin sulam menyelesaikan sulaman selendang sambung terpanjang, di auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Padang, Sumbar,
Batik Cirebon - Boomingnya pasar produk batik diharapkan bisa menjadi inspirasi para perajin sulam untuk mengembangkan kreasinya menggunakan motif-motif batik yang sedang terkenal di masa kini seperti motif batik cirebon yaitu mega mendung.

“Saya berharap produk sulam juga dapat berkontribusi bagi kesejahteraan pengrajin sulam,” kata Bintang Puspayoga saat membuka pameran Pesona Kriya Sulam yang berlangsung di Museum Tekstil Jakarta, Jumat (6/2). Pameran berlangsung hingga Minggu, 8 Februari 2015.

Karena itu, isteri Menteri Koperasi dan UKM ini meminta para perajin sulam memperhatikan inovasi dan kreativitas dalam berproduksi karena itu juga akan berpengaruh bagi kemajuan para perajin sulam sendiri.

Sehingga menarik minat masyarakat untuk mencintai sulam. “Bahkan tak hanya mencintai saja, tapi juga membeli produk sulam,’’ tambahnya.

Batik Cirebon - Diharapkan juga pameran ini dapat menjadi ajang edukasi, motivasi dan inspirasi bagi masyarakat untuk mencintai produk sulam dalam bentuk motif apapun.

Untuk itu, pelaksanaan pameran harus diagendakan secara berkesinambangun, karena melalui momentum semacam ini akan memberikan ruang kepada pengrajin sulam untuk dapat memperkenalkan prioduknya kepada masyarakat.

“Upaya melestarikan dan mengembangankan produk sulam ini menjadi tanggungjawab semua pihak,” ujarnya.

Agar produk sulam berkembang, ia mengaku perlu dibangun sinergi dengan Kemenkop dan UKM untuk mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat, baik sumber daya manusia maupun dukungan pemasaran produk sulam.

Ketika terbentuk kelompok-kelompok pengrajin, Bintang Puspayoga meminta adanya inisiatif dari perajin sulam untuk membentuk koperasi. Sehingga nantinya dapat dukungan dan pendampingan secara langsung dari kementerian, termasuk mediasi permodalan.( Batik Cirebon )

Friday, February 6, 2015

Batik Cirebon - Banjir, Produksi Batik Turun Hingga 30 Persen

Batik Cirebon
Proses Penjemuran Kain Batik
Batik Cirebon - Akibat genangan air yang tak berkesudahan karena hujan yang cukup lama di Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, berdampak pada pengrajin batik di sana.

Para pengrajin batik di wilayah yang terkenal menjadi sentra batik cap itu mengalami penurunan produksi cukup drastis, yaitu mencapai hingga 30 persen.

Ketua Serbapas, Sodikin HS mengungkapkan, kondisi rendaman air yang menggenang dalam waktu yang lama. Pastinya mengganggu proses produksi. Jika dalam kondisi normal pengrajin dapat memproduksi satu kain batik dalam waktu empat sampai lima hari, sedangkan dalam kondisi seperti saat ini, produksi kain batik memerlukan waktu setidaknya sepuluh hari.

“Selain itu, risiko produksi juga tinggi. Misalnya saat dijemur tidak hati-hati bisa jatuh, dan harus ulang prosesnya. Atau jika menggunakan obat reaktif, terkena sedikit air saja bisa pudar dan harus mengeluarkan ongkos lagi untuk produksi ulang,” tuturnya.

Dengan segala risiko itu, pengusaha batik pada kondisi normal dapat memproduksi 30 sampai 100 kodi, kini hanya bisa memproduksi maksimal 20 sampai 70 kodi kain batik.

Dengan produksi yang mengalami penurunan, berdampak juga pada tenaga kerja yaitu buruh batik. Mereka tak akan berangkat satu minggu penuh. Sebab dikatakan Sodikin, rata-rata pengrajin batik hanya produksi lima hari atau enam hari dalam seminggu, tetapi setiap harinya tidak penuh.

Batik Cirebon - Diakui Sodikin, kondisi demikian sudah menjadi siklus alam, dan akan terjadi setiap tahun. Artinya, pengrajin batik akan selalu mengalami fase penurunan produksi dalam waktu tertentu. “Makanya kami tetap berharap turun tangan pemerintah. Setidaknya untuk membantu mengatasi banjir di sini,” harap dia.

Terpisah, Kabid Koperasi dan UMKM pada Disperindagkop dan UMKM, Edi Harsoyo saat dikonfirmasi mengenai keluhan pengrajin tersebut menyatakan, bahwa untuk bulan-bulan ini bisnis batik memang mengalami penurunan. 

Bukan hanya karena faktor cuaca, banyak faktor lain yang membuat penurunan mencapai 20 persen. “Cuaca hanya salah satunya, seperti di Pasirsari. Tapi kalau secara umum penyebabnya banyak, termasuk bahan baku yang naik, faktor adanya Pileg dan Pilpres tahun lalu hingga dampak kebakaran Pasar Klewer. Ada penurunan tapi masih dalam tahap wajar. Itu masukan dari temen-temen pengusaha,” terangnya.

Menurut Edi, kondisi demikian memang sudah menjadi siklus tahunan di mana pada bulan-bulan tertentu batik akan loyo dan akan kembali naik saat ada momentum tertentu. Tapi diakuinya, penurunan yang terjadi tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. “Saya juga cek di Pasar Grosir Setono dan hasilnya sama. Di sana juga terjadi penurunan. Kondisi seperti ini berarti merata,” tandasnya.( Batik Cirebon )

Thursday, February 5, 2015

Batik Cirebon - Pembuatan Warna Batik Ramah Lingkungan

Batik Cirebon
Batik Adalah Salah Satu Warisan Budaya Indonesia Yang Paling Terkenal di Dunia dan Diakui UNESCO
Batik Cirebon - Berbahayanya bahan kimia yang digunakan dalam proses pembatikan membuat pewarna alam makin dilirik. "Kami memilih pewarna alam karena lebih mudah didapat dan tidak membuat limbah," ujar Peneliti Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta Dwi Suheryanto.

Meskipun berbahan alam, Dwi menuturkan, warna batik tidak mudah pudar. Menurut Dwi, bertahannya warna batik bergantung pada cara pengikatan dan pencelupan saat pembuatannya. "Saya punya kain batik yang sudah berumur 100 tahun dan warnanya masih bagus," katanya saat ditemui di workshop batik alam, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Proses pembuatan pewarna alami batik ini ternyata cukup mudah. Hampir semua bahan dasar batik alami diambil dari bagian tumbuhan, seperti daun, kulit, batang, biji, buah dan bunga. Khusus untuk buah, pengrajin hanya perlu menumbuk dan mengambil sari-sari buah sebagai pewarna.

Sedangkan untuk bagian tumbuhan lainnya harus direbus terlebih dahulu dengan perbandingan 1 kilogram bahan dicampur 10 liter air. Bahan tersebut direbus selama satu setengah jam hingga menghasilkan 5 liter ekstrak pewarna.

Batik Cirebon - Warna yang dihasilkan pun beragam, tergatung dari proses fiksasi atau pengikatan warna. Untuk warna pekat, dianjurkan menggunakan tanjung atau tenosulfat. Adapun kapur menghasilkan warna lebih muda, sedangkan tawas mebuat warna lebih terang. Semakin sering batik dicelup maka akan semakin awet warnanya.

"Kalau pakai bahan kimia biasanya tiga kali celup sudah bagus warnanya, tapi kalau pakai bahan alam perlu dicelup sampai lima belas kali atau lebih," ujar dosen seni rupa UPI Badi Sobandi. Banyaknya pencelupan pun tergantung dari warna yang diinginkan, kata Badi, apakah ingin lebih muda atau pekat.

Dwi menyarankan menggunakan kain berbahan selulosa dan protein, seperti sutra, wool, rayon, dan katun, dalam pembuatan batik alam. "Kain itu bisa membuat warna batik awet," tuturnya.

Ia pun berharap batik alam ini dapat membuka peluang usaha industri kreatif di Indonesia, sebab selain ramah lingkungan, batik alam memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan batik dengan pewarna kimia. Harga batik alam bisa mencapai 3 kali lipat dari batik biasa.( Batik Cirebon )

Wednesday, February 4, 2015

Naga Motif Batik Cirebon Untuk Tahun Baru Imlek

Batik Cirebon
Ilustrasi : Naga Aplikasi Pada Saat Tahun Baru Imlek
Batik Cirebon - Jogja Chinese Art & Culture Centre (JCACC) siap menyambut Tahun baru Imlek (Xin Cia) 2566 tahun ini. Dalam rangka merayakan Imlek, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) akan kembali digelar untuk yang kesepuluh kalinya.

Acara Imlek di Yogyakarta kali ini bakal dilaksanakan pada tanggal 1-5 Maret 2015 mendatang, dan bertempat di Kampung Ketandan, Malioboro, Yogyakarta.

Perwakilan JCACC menyampaikan tentang acara pelaksanaan PBTY yang bakal digelar selama lima hari tersebut. Banyak acara yang akan ditampilkan untuk menyambut Imlek tahun ini termasuk parade kembang api yang meriah.

Disebutkan, satu yang menarik diantaranya adalah Karnaval Naga yang sekaligus akan ditampilkan sebagai perlombaan, untuk memperebutkan piala Sri Sultan Hamengkubowono X. Peserta karnaval dijadwalkan berasal dari wilayah Yogya dan sekitarnya, serta Jawa Tengah.

Batik Cirebon - Sebagai panitia pelaksana, JCACC akan melaksanakan beberapa acara dalam PBTY ini. Bazar makanan khas Tionghoa , lomba menyanyi, baca puisi Mandarin serta pameran budaya wayang cina jawa (Wacinwa).

Budaya yang akan ditampilkan nantinya juga disebut merupakan perpaduan budaya Cina - Jawa. Pada serangkaian gelaran acara PBTY sebelumnya, panitia menyebut gelaran tahunan ini selalu mendapat sambutan baik, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah maupun Gubernur DIY.

Acara pembukaan bakal dilaksanakan tanggal 1 maret 2015 mendatang, dan akan menampilkan Naga Batik sepanjang 155 meter.

Naga ini diseubut juga dimungkinkan untuk memecahkan rekor MURI, mengingat naga yang ditampilkan terbuat dari batik dengan motif batik cirebon. Rencananya, naga batik akan dimainkan oleh pihak kepolisian atau TNI sepanjang jalan Malioboro hingga Titik Nol yogyakarta.

“Pembukaan nanti tanggal 1 maret dan akan ada Naga batik aplikasi yang panjangnya 155 meter. Rencananya naga batik akan kita atraksikan sepanjang Jalan Malioboro sampai Titik Nol, dan akan dimainkan oleh dari TNI atau Polri,” ujar Feni Wiendrayati, selaku sekertaris JCACC ( Batik Cirebon )

Tuesday, February 3, 2015

Batik Cirebon - Tumbuhkan Semangat Batik Kuasai Pasar Dunia

Batik Cirebon - Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang disepakati para pemangku kepentingan di bidang batik diharapkan menjadi semangat industri dalam negeri untuk menguasai pasar dunia.

"Itu sebabnya kami beri perhatian agar seperti juga yang dibahas dengan Kementerian Tenaga Kerja, batik menggunakan sertifikasi dengan kompetensi yang didasari SKKNI," ujar Dirjen Industri Kecil Menengah Euis Saedah di Jakarta, Jumat.

Batik Cirebon - Euis mengatakan, Indonesia sempat menjalin kerja sama dengan pihak Jepang untuk lebih menjadikan batik Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, melainkan mampu menguasai pasar dunia.

"Apalagi jenis batik yang menggunakan pewarna alam, beberapa kali kami juga bekerjasama dengan pihak Jepang, terutama untuk memodernisasi batik yang sudah dibuat Indonesia," ujar Euis.

Batik Cirebon - Namun, lanjutnya, Pemerintah Indonesia cenderung berhati-hati melakukan berbagai kerjasama tersebut, agar tetap memperoleh nilai tambah dan tidak semata-mata hanya pihak Jepang yang menarik manfaat dari kerjasama tersebut.

Menurut Euis, sebelumnya, Kemenperin melakukan segmentasi batik untuk mewujudkan hal tersebut, seperti batik yang digunakan untuk masuk sekolah yakni batik dengan tema pendidikan, sehingga yang dominan adalah peranan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ada juga batik industri, di mana usaha batik mampu mencetak tenaga kerja ribuan orang dan juga menjadi sentra industri di sejumlah provinsi, dan di sini Kemenperin banyak memberi andil. Terakhir batik sebagai unsur kreatif, di mana saat itu yang banyak berperan adalah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun demikian segmentasi tidak mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. ( Batik Cirebon )

Monday, February 2, 2015

Batik Cirebon - Seminar dan Pembagian Beasiswa Oleh Trusmi Group

Batik Cirebon
Pembagian Beasiswa dan Motivasi Oleh Owner Trusmi Group Ibnu Riyanto
Batik Cirebon - Memberikan sebuah motivasi pada generasi penerus memang menjadi fokus utama dari Trusmi Group. Melihat banyaknya potensi muda-mudi Jawa Barat terutama di Cirebon pada bidang kewirausahaan, Trusmi Grup mencoba berbagi baik dari segi materi maupun motivasi.

Memulai kegiatannya, Trusmi Group memberikan seminar kewirausahaan di SMA Negeri 5 Kota Cirebon. Acara yang diadakan di Masjid SMAN 5 Kota Cirebon ini berlangsung cukup meriah, hampir semua siswa mengikuti acara ini dengan khidmat. Terlebih, pemberian motivasi dari Owner dan CEO Trusmi Grup, Ibnu Riyanto dalam bidang kewirausahaan menjadi tajuk utama dalam acara ini.

Batik Cirebon - Acara yang dimulai pada pukul 07.30 WIB, Sabtu (17/01) ini juga guna memberikan beasiswa pada 3 siswa terbaik di SMAN 5 Kota Cirebon. Dengan pemberian ini, diharapkan mampu memberikan sebuah motivasi tambahan bagi siswa-siswi di SMAN 5 Kota Cirebon dan seluruh pelajar di Cirebon pada umumnya.

“Acara ini dibuat sebagai wujud kepedulian Trusmi Group terhadap pelajar dan mahasiswa di Jawa Barat, Khususnya di Cirebon,” ujar Ibnu Riyanto.

Selain menggelar seminar dan pembagian beasiswa, Trusmi Group juga rencanannya akan menggelar lomba kewirausahaan Youth Trusmipreneurship Competition, dengan tajuk “Trusmi Luru Bos Cilik atau Trusmi Youth Trusmipreneurship” yang memperebutkan trofi dari Gubernur Jawa Barat dan modal usaha puluhan juta rupiah. Dan juga.

Trusmi Group menggelar Lomba Esai tingkat Jawa Barat dengan tema “Batik Sebagai Warisan Dunia Asli Indonesia” untuk SMA sederajat, dan “Potensi Batik Dalam Dunia bisnis” untuk mahasiswa dan umum.( Batik Cirebon )

Sunday, February 1, 2015

Batik Cirebon - Bahayanya Pencelupan Batik Menggunakan Tangan

batik cirebon
Ilustrasi : Kegiatan Membatik
Batik Cirebon - Industri batik dalam melakukan pembuatan batik tidak terlepas dari penggunaan pewarna sintetis dan bahan kimia. Tetapi pemahaman prosedur kerja yang tepat tidak mengikuti penggunaan bahan kimia.

Peneliti Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rahmat Wisnu Utama mengemukakan, proses pencelupan batik pekerjaan masih dilakukan secara manual dengan tangan bisa meningkatan risiko penyakit kulit dermatitis kontak.

“Itulah latar belakang penelitian kami tentang faktor risiko terjadinya dermatitis kontak pada pekerja pewarnaan batik,” jelas Rahmat saat memaparkan Analisis Faktor Risiko Terjadinya Dermatitis Kontak Pada Pekerja Pewarnaan di Industri Batik, pada acara URECOL UMS, di Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, baru-baru ini.

Batik Cirebon - Rahmat mengatakan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja di industri batik pencelupan.

Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 orang.

Sampling penelitian ini digunakan total sampling, Uji statistik penelitian yang digunakan ini spearman rhokorelasi dengan terjadinya dermatitis kontak menunjukkan variabel: tingkat pengetahuan pribadi pelindung peralatan tangan, usia dan masa kerja dengan gejala dermatitis kontak.

Menurut Rahmat, ada hubungan yang signifikan antara tingkat disiplin penggunaan sarung tangan vinyl dengan gejala dermatitis kontak dan menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat arah hubungan yang kuat.

“Semakin rendah tingkat disiplin kerja dalam penggunaan sarung tangan vinyl, semakin tinggi tingkat kontak gejala dermatitis yang dialami oleh pekerja,” jelasnya.( Batik Cirebon )