Batik Cirebon

Wednesday, January 7, 2015

Batik Cirebon - Batik Tak Kalah Bagus Saat dipakai Hang Out

Batik Cirebon
Aneka Kain Batik Trusmi
Batik Cirebon - Kain batik sebagai peninggalan budaya Indonesia yang turun temurun sekarang bukan lagi menjadi busana formal yang hanya dikenakan pada saat saat tertentu.

Tapi kain batik dan pakaian tradisional lainnya seperti kain songket kini juga menjadi  tren untuk dikenakan dengan  nyaman  kapan saja.

Bahkan untuk hang out dan aktivitas sehari hari pun kain batik kini banyak disuka oleh kalangan profesional muda karena motif yang indah dipandang mata dan cocok untuk dipakai kemana saja.

Seperti yang dikenakan Narulita Josef Eriyantyo, saat hang out dengan mengenakan paduan kain batik dan songket membuat acara hang out makin meriah.

Ia sendiri banyak mengoleksi batik, baginya kain batik dan kain tradisional lainnya warisan nenek moyang Indonesia kini menjadi bagian dalam memilih busana yang akan dikenakan sehari hari terutama motif mega mendung khas batik cirebon.

"Untuk hang out juga tak kalah bagusnya kok kain batik ini," katanya.

Selain memadukan kain batik, ia juga memadu padankan kain batik mega mendung khas Cirebon dengan batik lurik khas Solo. Dan terlihat setelah dikenakan penampilannya beda dengan yang lainnya.

Tidak itu saja, kain batik baginya memiliki arti tersendiri saat dikenakan. "Ada rasa bangga kalau memakai kain batik ini sebab secara tidak sadar kita melestarikan budaya kita sendiri." ujarnya.

Beberapa kali saat hang out atau jalan jalan ia sengaja memilih padu padan kain batik dan kain tradisional lainnya. Dan penampilannya pun membuat teman temannya meniru untuk mengenakan kain batik.

"Sepertinya kain batik yang saya kenakan jadi tren setter karena teman teman saya ikut ikutan memakain kain batik," pungkasnya.( Batik Cirebon )

Tuesday, January 6, 2015

Batik Cirebon - Kini Batik Bisa Dipakai Untuk Sehari-hari


Batik Cirebon
Para Model Menggunakan Produk Batik Trusmi Batik Cirebon
Batik Cirebon - Bagi Mano Explomo, owner Indonesian Heritage, sebuah toko penyedia koleksi batik dan kain tradisional seluruh nusantara, kain batik atau kain tradisional kini banyak dicari kalangan muda.

Setelan bisa buat kerja, banyak yang pakai batik. Sering buat hang out dan kerja. Kalau pesta juga ada, tapi sudah biasa.

Kebaya untuk hang out juga pakai batik. Batik nggak lagi untuk acara formal walaupun menurut orang keliatannya agak norak.

Batik solo, Mona Explomo, owner Indonesian Heritage.

Menuturkan saat ini kain batik banyak yang menjadi busana setelan yang bisa untuk pakaian kerja atau acara-acara resmi dan acara yang lainya.

"Banyak yang pakai batik, misalnya, setelan songket Bali dan Batik Mega Mendung batik khas Cirebon," jelas Mano yang buka outlet di Grand City.

Batik Cirebon - Ia juga mencontohkan setelan kain Batik Lawasan Solo dan kain Songket Bali yang terlihat cukup elegan dikenakan untuk beraktivitas.

"Kain ini kan warisan budaya peninggalan zaman dulu jadi sangat bagus dan bisa dikenakan kapan saja," tambahnya.

Biasanya kata Mona kain batik ini dipakai untuk acara acara pesta, dan itu sudah biasa. Belakangan batik hingga kebaya sudah banyak yang dikenakan untuk acara hang out.
"Batik nggak lagi untuk acara formal bisa juga dipakai untuk sehari-hari karena itu tidak menjadi masalah bagi kita untuk memakainya," tukasnya.

Agar terlihat lebih menarik, biasanya pemakaian kain batik ini ditabrakan dengan kain tradisional lainnya atau dengan kata lain Drapping penyatuan berbagai motif kain sehingga tampak seperti memakai gaun tetapi hanya di satukan dengan peniti saja. Seperti yang jini dipajang di Indonesian Heritage.( Batik Cirebon )

Apa Keunggulan Batik Trusmi (Batik Cirebon-an) ?

Batik Cirebon
Kain Batik Tulis Bermotif Megamendung dan Naga Baron Khas Cirebon
Batik yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia, pada dasarnya memiliki keunikan tersendiri dan bagus, dan beragam corak motif pun dimilikinya. Dengan demikian, batik-batik yang ada di daerah tidak bisa dibanding-bandingkan dengan motif dari daerah lain. Kekayaan tersebut patut untuk di syukuri, karena hanya Indonesia yang memilikinya.

Batik Cirebon umumnya bisa di klasifikasikan ke dalam kelompok Batik Pesisiran, tapi juga sedikit di pengaruhi sedikit unsur kelompok Batik Keraton. Ini karena, Cirebon memiliki dua buah keraton, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Hanoman. Saat ini, masih ada beberapa motif yang di kerjakan oleh masyarakat Desa Trusmi, salah satunya yaitu adalah mega mendung. Mega mendung memang menjadi icon Cirebon, dan menjadi salah satu motif yang paling banyak di minati.

Beberapa hal penting yang bisa dijadikan keunggulan atau juga merupakan ciri khas yang dimiliki Batik Cirebon, adalah sebagai berikut:
Batik Cirebon bernuansa klasik tradisional, serta menyertakan motif wadasan (batu cadas) serta unsur ragam hias berbentuk awan (mega).

Umumnya bagian latar dasar batik memiliki warna yang lebih mudah di bandingkan motif garis utamanya.
  1. Bagian latar atau dasar kain nampak bersih dari noda hitam atau warna-warna yang tidak dikehendaki pada proses pembuatan.  Noda dan warna hitam bisa diakibatkan oleh penggunaan lilin batik yang pecah, sehingga pada proses pewarnaan zat warna yang tidak dikehendaki meresap pada kain.
  2. Garis-garis motif pada Batik Cirebonan menggunakan garis tunggal dan tipis (kecil) kurang lebih 0,5mm dengan warna garis yang lebih tua dibandingkan dengan warna latarnya. Hal ini dikarenakan secara proses Batik Cirebon unggul dalam penutupan (blocking area) dengan menggunakan canting khusus untuk melakukan proses penutupan, yaitu dengan menggunakan cantik tembok atau bleber.
  3. Batik Cirebonan cenderung memilih sebagian latar kainnya dibiarkan kosong tanpa diisi dengan ragam hias berbentuk tanahan atau rentesan (ragam hias berbentuk tanaman ganggeng). Bentuk ragam hias tanahan atau rentesan ini biasanya digunakan oleh batik-batik dari Pekalongan.
  4. Memiliki warna dominan kuning (sogan gosok), hitam dan warna dasar krem, atau berwarna merah tua, biru tua, hitam dengan warna dasar warna kain krem atau putih gading.
Ada sedikit hal yang unik, untuk kelompok motif Batik Cirebon Pesisiran batik ini sangat di pengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh budaya asing.

Perkembangannya saat ini adalah pewarnaan yang lebih beraneka ragam dan menggunakan unsur warna yang lebih terang dan cerah, serta memiliki bentuk ragam hias yang bebas dengan memadukan unsur binatang dan bentuk-bentuk flora yang beraneka rupa.

Pada daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing yang singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan etnis (asimilasi). Sehingga Batik Cirebonan cenderung menerima pengaruh budaya luar yang dibawa oleh pendatang. Hal ini membuat Batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan penggunaan banyak warna.

Produksi Batik Cirebon-an pada saat ini terdiri dari Batik Tulis, Batik Cap, dan Batik Kombinasi Tulis-Cap. Pada tahun 1990-2000 ada sebagian masyarakat pengrajin Batik Cirebonan yang memproduksi dengan teknik sablon tangan (hand-printing). Namun belakangan ini teknik sablon tangan hampir punah dikarenakan kalah bersaing dengan teknik sablon mesin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar.

Pertumbuhan Batik Trusmi bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada beberapa yang dimiliki oleh pemodal dari luar Trusmi.

Sunday, January 4, 2015

Megamendung , Motif Batik Cirebon Paling Laris Tahun 2014

Batik Cirebon
Ebatik Gamis Kombinasi Mega Mendung Batik Cirebon (Ungu) by Batik Trusmi
Batik Cirebon - Cirebon merupakan salah satu sentra batik terbesar se-jawa barat dengan beberapa pengrajin batik yang masih aktif berkarya demi melestarikan budaya indonesia yaitu Batik .

Kali ini Motif khas Cirebon ini merupakan Motif yang paling laris dibeli Oleh semua orang karena motifnya yang indah nan menawan membuat mata orang menjadi segar dan membawa aura positif bagi yang mengenakannya.

Terhitung banyak sekali yang terjual dengan beberapa macam model tetapi kebanyakan mencari kain batik megamendung sebab ingin dibuat sendiri menjadi model yang di inginkan seperti seragaman kantor atau seragaman keluarga.

Batik Cirebon - "Saya mensurvey semua orang yang mengunjungi toko saya dan selalu menanyakan dimana kain atau model yang lainya yang bermotif megamendung khas cirebon itu loh".ujar pemilik toko Pusat Grosir Batik Trusmi (Ibnu Riyanto)

Menurutnya motif khas batik cirebon ini merupakan salah satu daya tarik masyarakat untuk selalu melestarikan batik dengan menggunakannya dan mencoba ingin membuat motifnya melalu sanggar pembatikan yang telah tersedia di Pusat Grosir Batik Trusmi.

"Alasan saya membuat Sanggar Pembatikan disini agar semua masyarakat dapat melihat para pengrajin batik dan dapat belajar bareng dengan para pengrajin batik ditempat langsung".ungkapnya.( Batik Cirebon )

Saturday, January 3, 2015

Pusat Grosir Batik Trusmi Batik Cirebon, Diserbu Pengunjung Saat Liburan


Batik Cirebon
Pusat Grosir Batik Trusmi
Batik Cirebon - Pusat Grosir Batik Trusmi Plered di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diserbu pengunjung dari Jakarta dan Bandung.

Kepadatan arus lalu lintas mulai tersendat di perempatan Plered arah kampung batik Trusmi macet, akibat tingginya volume kendaraan yang sebagian besar berplat nomor kode B dan D.

Pusat Grosir batik Trusmi Plered Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjadi tujuan wisatawan dari Jakarta dan Bandung, kini dipadati pengunjung mereka berdatangan belanja saat libur Natal dan tahun baru.

Libur panjang berkah bagi para perajin batik tradisional di kampung batik Trusmi Plered, karena omzet mereka biasanya meningkat dibandingkan hari biasanya.

Memasuki libur Natal Pusat Grosir Batik Trusmi batik Cirebon di Trusmi Kecamatan Plered ramai pengunjung yang berdatangan, bahkan selain dari Jakarta, Bandung, Indramayu, ada pengunjung asal Sumatera.

Libur Sekolah maupun Natal dan Tahun Baru jumlah pengunjung kampung batik Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon ramai pengunjung, sehingga omzet penjualan batik tersebut meningkat dibandingkan hari biasanya.

Pusat Grosir Batik Trusmi sangat ramai setiap liburan besar seperti ini , banyak pengunjung yang berdatangan tanpa henti sampai toko ingin tutup pun masih ada yang berdatangan.

Batik Cirebon - Motif batik khas Cirebon yaitu batik Wadasan dan Megamendung kian diminati pengunjung,baik batik modern juga klasik dengan bahan mori dan sutra untuk kualitas super, kini perkembangan usaha tersebut semakin meningkat dibandingkan sebelumnya.

Dibulan ini Omzet Para pengrajin di daerah batik trusmi Cirebon sangat meningkat memasuki libur sekolah maupun natal dan tahun baru.

Bahkan penjualan produk pun menaik seperti produk kain batik , sarimbit, hem , dan produk lainya dibanjirin oleh pengunjung yang datang ke pusat grosir batik trusmi sehingga para SPG kewalahan menghadapi para pengunjung yang membeli banyak produk pusat grosir batik trusmi.
Johanes, salah seorang pembeli batik di Cirebon mengungkapkan sengaja mampir belanja batik di Trusmi Cirebon karena banyak pilihan corak dan motifnya, selain itu harganya masih terjangkau.

"Pusat Grosir Batik Trusmi berada di jalur Pantura Cirebon, mudah untuk belanja karena berada di lintasan jalur utama," katanya.

yuk yang lagi liburan di cirebon mampir Ke Pusat Grosir Batik Trusmi di Jalan Trusmi Kulon no.148 Cirebon.
Jangan ngaku Cinta Indonesia kalau belum Menggunakan Batik :). ( Batik Cirebon )

Friday, January 2, 2015

Batik Cirebon - Batik Printing Bisa Musnahkan Batik Tradisional

Batik Cirebon
Kain Batik Pelangi BK
Batik Cirebon - Ketika membahas perkembangan batik di Jawa Tengah, khususnya kota Semarang, Eko Haryanto langsung terdiam beberapa saat.
Pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) Cinta Batik Semarangan itu kemudian mengakui, dia sedang resah atas perkembangan batik di Semarang.

"Saat ini banyak batik printing alias produk tekstil bermotif batik. Pelan-pelan tapi pasti jika tidak ada proteksi pasti akan membunuh batik tradisional," katanya ketika berbincang dengan Tribun Jateng, Jumat (26/12).

Eko menyebutkan, dari sisi penyerapan tenaga kerja, usaha batik tradisional lebih bermanfaat.
Dia mencontohkan, usahanya yang bisa menyerap lima hingga 15 orang.
Lain halnya batik printing yang hanya membutuhkan operator printer.

Eko menyebutkan, keadaan Kampung Batik saat ini sudah berbeda dengan zaman dahulu. Pada 2006 hingga 2010, pengusaha Kampung Batik masih konsisten dengan batik tradisional, baik tulis maupun cap.

Namun, pada 2011 batik printing mulai muncul. Orang awam pasti tidak bisa membedakan antara batik tradisional dan printing. Padahal batik tradisional nilainya setingkat lebih tinggi.

"Jangan sampai pengakuan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB--Red) malah disia-siakan," keluhnya.

Untuk mendapat pengakuan lebih, Eko rela merogoh kocek jutaan rupiah untuk menguji kompetensinya beberapa waktu lalu. Ia menceritakan prosesnya mendaftarkan diri ke Badan Sertifikasi Profesi Nasional (BSPN) agar diuji.

"Untuk pengujian tiap profesi, saya harus merogoh kocek Rp 600 ribu," katanya.

Batik Cirebon - Pendamping Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jateng yang juga penilai kompetensi, Riza Radianto menyebutkan, kompetensi yang dilakukan untuk UMKM batik berbeda dengan profesi lain, yang intinya untuk wujud pengakuan terhadap para profesional batik di Indonesia.

Ia menjelaskan, dalam industri batik ada beberapa profesi mulai dari peracik malam, pencanting, tukang cap, hingga desainer batik. Penilaian per orang disesuaikan keterampilannya.

"Yang diuji bukan teori, melainkan kemampuan sehari-hari. Jadi tidak masalah meskipun pembatik tidak pernah baca tulis," ujarnya.

Riza menjelaskan, di setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah punya batik.

"Bayangkan jika semua industri mempunyai sertifikasi profesi, pihak luar atau orang asing pun tidak akan memandang remeh industri batik," katanya.

Direktur Eksekutif Forum Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP), Yustina menambahkan, para SDM yang sudah mengikuti uji kompetensi akan mendapat sertifikat.

Uji kompetensi itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 23 Tahun 2004yang mengatur tentang Sertifikasi Profesi.

"Hal ini juga akan menambah data berapa sih tukang batik kompeten di indonesia dengan syarat sudah mengusai bidang dua tahun," tuturnya.(Batik Cirebon)

Thursday, January 1, 2015

Batik Cirebon - Apa Itu Batik Wadasan ?

Batik Cirebon
Ilustrasi : Motif Batik Cirebon Megamendung
Batik Cirebon - Pernah dengar motif wadasan?? Mungkin hanya sebagian orang yang tahu dengan motif wadasan, dari sebagian yang tahu mungkin hanya sebagian lagi yang mengerti makna dari motif tersebut. Bagi yang belum tahu, akan saya jelaskan sedikit mengenai wadasan. Saya ambil contoh di Cirebon, karena motif ini berkembang luas di Cirebon.

Motif hias wadasan adalah istilah Cirebon untuk menyebut motif karang. Adapun istilah untuk menyebut motif karang adalah gunungan. Motif gunungan memiliki makna suci yang mengarah pada gambaran kehidupan di alam baka, sebuah kehiduppan yang kekal abadi.

Batik Cirebon - Motif gunungan merupakan motif Indonesia asli yang keberadaannya terus bertahan walaupun penetrasi Hindu dan Islam di Indonesia berifat intensif. Pada saat berlangsungnya pengaruh hindu, motif gunungan digambarkan sebagai gunung Meru tempat bersemayamnya para dewa. Motif wadasan pada kepurbakalaan Islam di Cirebon berfungsi simbolik dan dekoratif.

Fungsi simbolik motif ditunjukkan oleh letak motif tersebut pada bagian utama benda-benda sakral. Pada benda kelompok ideoteknik misalnya motif tersebut berada pada makam-makam keluarga sultan yang bagian utamanya berupa nisan. Pada benda kelompok sosioteknik motif hias wadasan terdapat pada kereta-kereta kerajaan yang bagian utamanya adalah badan kereta, pada kain batik milik kerajaan bagian utamanya adalah motif batik itu sendiri. Adapun pada benda kelompok teknomik motif hias wadasan ini terdapat pada tamansari milik keluarga kerajaan yang bagian utamanya berupa bukit-bukit buatan. Dengan demikian motif hias wadasan sebalum abad 18 M adapat dikatakan berfungsi sebagai simbol status kebangsawanan.( Batik Cirebon )