Batik Cirebon

Monday, December 22, 2014

Batik Cirebon - Batik Tulis Melayu Dikembangkan di Langkat

Batik Cirebon - Perajin batik di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) mengembangkan batik tulis motif melayu guna melestarikan peninggalan budaya yang hampir dilupakan masyarakat, karena kurang nya minat batik di kalangan masyarakat yang dibilang norak padahal banyak macam batik yang modern jika digunakan akan semakin modis.

Pengelola Batik Tulis Adinda di Kabupaten Langkat, Lailun Purnama mengatakan, jenis batik tulis tersebut memiliki nilai seni yang cukup tinggi dan harus dipertahankan karena produksinya lumayan memakan waktu sangat lama untuk membuatnya.

"Kerajinan batik tulis melayu, khususnya motif khas Langkat, itu harus tetap dilestarikan. Jangan sampai hilang," katanya di Medan, Selasa (30/9).

Batik Cirebon - Untuk melestarikan batik motif melayu, ia rajin ikut kegiatan berupa pameran, seperti Pameran Gebyar Kerajinan Nasional Daerah se-Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

"Kami juga belajar dan menimba ilmu ke Kota Solo untuk memperdalam berbagai seni batik, motif, ketrampilan, serta diterapkan di Kabupaten Langkat," ujarnya.

Harga batik ini dijual bervariasi antara Rp 350.000 hingga Rp 500.000. bisa dibilang cukup murah untuk batik tulis yang mewah dan berkualitas.

"Batik tulis melayu ini sangat halus dan terbuat dari benang pilihan yang berkualitas," katanya.(batik cirebon)

Sunday, December 21, 2014

Batik Cirebon - Srilanka Ingin Mengenal Batik

Batik Cirebon - Sudah Diketahui Batik adalah salah satu warisan budaya indonesia yang harus dilestarikan , dan Batik adalah warisan budaya indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO bahkan di seluruh dunia .

Buddy Keertisena, Dewan Kerajinan Srilanka menyatakan ingin belajar mengenai batik terutama batik cirebon, sekaligus menjajaki kontak dagang dengan pembatik Kota Pekalongan. Perwakilan Dewan Kerajinan Srilanka,  selain melakukan kontak dagang, Pemerintah Srilanka juga ingin belajar mendirikan museum batik, seperti di Pekalongan.

"Batik juga berkembang di Srilanka dan dipergunakan untuk pakaian maupun sebagai hiasan dinding. Akan tetapi, kami ingin lebih mendalami proses membatik," katanya sambil menambahkan Dewan Kerajinan Nasional Srilanka akan menjajaki kerja sama untuk mendirikan museum batik di negeri itu.

Batik Cirebon - "Oleh karena itu, kami berkunjung ke Pekalongan untuk melihat secara dekat proses membatik, sekaligus menjajaki kontak dagang dengan pembatik setempat," ujar Buddy.

Selama di Kota Pekalongan, Buddy Keerthisena dan rombongan mengunjungi Museum Batik Pekalongan, melihat proses membatik di Kampung Batik Pesindon, galeri tenun milik Ridaka, dan ke Pasar Grosir Setono.

Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad mengatakan pemkot menyambut gembira atas kehadiran delegasi Srilanka yang ingin belajar mendirikan museum batik dan kontak dagang."Pemerintah Srilanka sengaja memilih Pekalongan karena Museum Batik Pekalongan memiliki sertifikat 'best practises' dari lembaga PBB yaitu UNESCO,"

Bukan hanya srilanka tetapi negara-negara lain pun ingin mengenal batik lebih jauh karna batik suatu kerajinan tangan yang membuat kita menjadi kreatif dan inovatif, maka dari itu lestarikanlah batik dengan cara menggunakannya lalu menjaganya agar budaya batik tidak hilang dari indonesia.(batik cirebon)

Saturday, December 20, 2014

Batik Cirebon - Memaknai Pesona Batik Asli Indonesia

Batik Cirebon - Busana batik semakin digemari oleh masyarakat. Ia dapat dikenakan dalam beragam kesempatan. Semua orang bisa melakukan inovasi terhadap busana batiknya, tidak hanya perancang busana.

”Kita dapat memakai batik dengan beragam cara agar semakin menarik, bukan hanya sebatas memilih motif dan corak saat membeli,” kata penata busana asal Jakarta, Adi Surantha, dalam peluncuran koleksi batik terbaru Danar Hadi, ”Tribal Fusion”, di butik Jl Gajah Mada No 183, Semarang, Jumat (19/12).

Adi mencontohkan, bagi kawula muda, batik dapat dikombinasikan dengan busana seperti celana pensil atau celana jeans ketat. Bisa juga ditambah syal agar memunculkan kesan gaya.

Namun bagi karyawan kantor, dia mewanti-wanti agar mengenakan baju batik tanpa banyak variasi dan warna yang terlalu cerah. ”Sebab, karyawan adalah cerminan dari perusahaan, jadi harus tampil dengan formal,” kata dia.
 
Kombinasi

Batik Cirebon - Karyawan kantor, lanjutnya, juga tidak semestinya menggunakan baju batik yang terlalu ketat. Baju batik jika dikombinasikan dengan pakaian lain pun dapat dipakai dalam beragam acara. ”Misalnya baju kantor bagi wanita bisa kombinasikan dengan rok yang mekar untuk datang ke berbagai acara nonformal,” kata Adi.

Dalam koleksi terbaru, Danar Hadi menawarkan beragam warna dengan materi sutra dan crepe melayang untuk kesan mewah dan elegan. Hal itu memang telah menjadi ciri khas dia dalam setiap rancangannya.

”Koleksi ini ditujukan bagi pribadi yang dinamis, multiaktivitas, praktis, dan simpel,” ujar Diana Santosa, managing director PT Danar Hadi.

Koleksi Chossy Latu dengan konsep tropical yang menimbulkan kesan ringan juga disuguhkan. Busana yang seluruhnya berwarna hitam putih ini tampil dengan motif-motif tradisional seperti kawung, parang, dan bunga buket.

Koleksi itu memiliki keunikan dengan campuran proses produksi dengan menggunakan teknik cat, tulis, dan cetak. ( batik Cirebon )

Cek !! Seputar Harga Kain Batik Panjang Motif Megamendung.

Friday, December 19, 2014

Batik Cirebon - Pakai Batik, Bintang Mahabarata Bertemu Anggota DPR RI

Batik Cirebon
Bintang Mahabarata Pakai Batik Saat Bertemu Anggota DPR
BATIK CIREBON - Kepopuleran para pemain Mahabarata di Indonesia menyedot banyak perhatian. Selain publik yang mengelu-elukan para pemain India itu, DPR/MPR RI pun mengundang semua pemain Mahabarata ke kantor yang berada di Jalan Gatot Subroto,  Jakarta Pusat.

Seperti terlihat dalam akun Twitter Mahabarata StarPlus, Kamis (18/12/2014) para pemain Mahabarata seperti Shaheer Sheikh, Vinrana, Arav Chowdharry, Lavanya Bharadwaj, Rohit Bhardwaj, Pooja Sharma, Veebha Anand, dan Thakur Anoop Singh tampak duduk di ruangan DPR/MPR RI.

BATIK CIREBON - Pemandangan tak biasa terlihat dari pakaian yang mereka kenakan. Bukan Saree--pakaian adat India, atau bukan juga jas dan gaun. Orang-orang India itu memakai baju batik, warna-warni kain Nusantara itu dipakai siang ini untuk menghadiri undangan yang bertajuk `Dialog Publik Badan Kerja Sama Antar Parlemen`.

Undangan yang bertujuan mempererat hubungan India dan Indonesia ini juga dihadiri oleh anggota DPR/MPR RI, beberapa dari mereka juga duduk berdampingan dengan para artis dari India.
Bahkan setelah itu ada sesi pemberian cendera mata dari DPR RI kepada pemeran Mahabarata itu di depan spanduk bertuliskan `Diplomasi Budaya Melalui Pendekatan Pop-Culture Pengalaman Sukses Serial Mahabarata`.
073889600_1418890898-Vin-rana-dan-veebga-Anand-141218
Tampak Shaheer Sheikh mengenakan batik bermotif bunga dengan warna dasar coklat, Lavanya dengan batik berwarna merah dan hitam. 

Tak ketinggalan pemeran Bisma juga mengenakan batik berwarna kuning emas, sedangkan para wanita mengenakan rok terusan batik.  Vinrana dan Veebha Anand juga mengunggah foto mereka ke Twitter dan Instagram.( Batik Cirebon )

Thursday, December 18, 2014

Batik Cirebon - Pelajari Batik Klasik Tingkatkan Karakter Siswa

Batik Cirebon - Banyaknya generasi muda yang tidak lagi mengenal motif batik membuat sejumlah kalangan merasa prihatin. Mata pelajaran (mapel) IPS pun diusulkan untuk memuat nilai-nilai filosofis batik agar penanaman budaya lokal bisa kembali menguat.

Pakar Batik asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sariyatun, mengatakan masyarakat tidak lagi mengenal budaya mereka sendiri. Bahkan, batik yang menjadi salah satu simbol Kota Solo pun sudah tidak lagi menjadi magnet bagi masyarakat. “Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, generasi muda kita ke depan tak akan mengenal dengan akar budaya,” katanya, baru-baru ini.

Dikatakan, generasi muda mayoritas sudah tak lagi mengenali motif batik. Apalagi menyangkut makna filosofis. Padahal menurut staf pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini, di dalam batik klasik mengandung nilai-nilai kearifan yang bisa menjadi penguat ketahanan budaya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, ia menyatakan dengan mempelajari motif batik klasik beserta nilai filosofinya akan meningkatkan karakter siswa. Karena itu perlu diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran IPS. Dengan memasukkan materi itu proses pembelajaran menjadi menyenangkan.

Batik Cirebon - Di Solo ia telah merintis di sejumlah sekolah di antaranya SMP Negeri 10, SMP Negeri 19 dan SMP Kristen 1. Sementara di SMA Negeri 5 juga telah memasukkan batik sebagai muatan lokal. Untuk lebih menguatkan diperlukan upaya pendalaman terhadap nilai filosofis batik. “Jadi tidak hanya mengajak siswa untuk belajar ketrampilan membatik.”

Sekarang perlu dilakukan redifinasi atau dekonstruksi nilai filosofis dari nilai batik klasik bukan sebagai kebudayaan generik, tetapi sebagai kebudayaan deferensial yang dinegosiasikan menjadi salah satu penanda identitas keIndonesiaan. Ini sekaligus sebagai strategi revitalisasi terhadap eksistensi batik klasik.

Menurutnya, mereka yang tidak mengenali motif batik termasuk di antaranya pemaes temanten. Ini tentu sesuatu yang sangat memprehatinkan karena batik klasik kurang diapresiasi. Ini dampak dari globalisasi yang mengedepankan budaya homogen. ( batik Cirebon )

Wednesday, December 17, 2014

Batik Cirebon - Menurut Bule: 7 Alasan Kenapa Kamu Harus Lebih Sering Memakai Batik

Batik Cirebon - Di lemarimu sekarang, ada berapa baju batik sih yang kamu punya? Satu, dua? Seberapa sering pula kamu memakainya? Apakah sudah menjadi pilihan berpakaianmu sehari-hari, atau hanya saat acara formal dia keluar dari lemari?

Tanggal 2 Oktober diperingati masyarakat dunia setiap tahun sebagai Hari Batik Internasional. Apakah hari ini kamu memakai batikmu dengan bangga? Apakah kamu sudah menemukan alasan untuk mencintai sang warisan budaya?

Jika belum, pendiri Hipwee Lauri Lahi bisa menjelaskan alasan kenapa kamu harus lebih sering memakai batik. Artikel di bawah ini diciptakannya sendiri, dan ditulis atas usulan pribadinya. Semoga dengan ini kita jadi lebih menghormati batik, ya!

Sudah lebih dari tiga tahun saya tinggal di Indonesia. Dengan berbagai cara saya berusaha menunjukkan rasa hormat pada rumah baru saya. Salah satunya adalah dengan mengenakan pakaian tradisional Indonesia, batik.

Sekarang adalah Hari Batik Internasional. Rasanya baik jika saya berbagi alasan kenapa orang Indonesia harus lebih sering memakai batik. Mungkin perspektif seorang asing bisa membuat kamu melihat pakaian menakjubkan itu dari sudut pandang baru.

 

1. Batik itu menakjubkan

Batik Cirebon - Pertama kali saya pergi ke Indonesia, saya kaget melihat banyak orang memakai baju berwarna-warni dan bercorak “gila” (dalam artian baik). Saya lihat para pria memakai baju bermotif bunga-bunga dan berwarna biru-ungu. Di negara lain mungkin itu pemandangan aneh. Tapi pria Indonesia yang mengenakan pakaian ini justru terlihat wibawa dan dewasa.

Baju warna-warni ini lebih “ramai” lagi kalau dipakai perempuan. Satu baju bisa punya warna oranye sekaligus hijau. Motifnya pun macam-macam. Ada yang bergambar burung hingga (saya pernah dengar) bumbu dapur. Wah.

Saya heran sekaligus kagum. Bagaimana bisa pakaian dengan “konsep” seramai ini terlihat pantas dikenakan semua orang? Kadang sampai sekarang jika melihat perempuan berkebaya saya ingin menyetopnya dan bilang, “Pakaianmu benar-benar indah.”

2. Batik menghubungkan ribuan orang dari latar belakang berbeda

Saya biasanya memakai batik tiap hari Jumat. Setiap saya memakainya orang-orang di sekitar saya akan tersenyum lebih lebar. Saya pikir, “Ini cara yang baik untuk memulai hari saya.”

Tidak hanya menghubungkan orang asing dengan warga Indonesia saja. Batik juga menyatukan orang Indonesia yang satu dan yang lain. Dari Sumatra hingga Papua. Semua suku punya budaya asli yang berbeda-beda. Namun semuanya tahu apa itu batik. Batik adalah identitas bersama masyarakat Indonesia.
 

3. Dengan batik, kamu bisa memperlihatkan bahwa kamu bangga pada Indonesia

Batik adalah cara paling mudah untuk memperlihatkan kebanggaanmu sebagai orang Indonesia. Kamu tidak perlu jadi atlet olimpiade dan meraih emas. Kamu tidak perlu bisa menari tradisional dan dikirim ke luar negeri.

Cukup buka lemarimu dan kenakan pakaian tradisional yang kamu punya. Lagi pula ini tidak ada ruginya.

4. Membeli batik sama dengan mendorong roda ekonomi lokal

Selama ini, saya berkutat di sektor ekonomi. Saya jadi punya kebiasaan untuk memperkirakan dampak suatu barang dengan perekonomian lokal. Termasuk batik.

Setiap kali kamu membeli batik, kamu mendukung kemajuan ekonomi negeri sendiri. Membuat kain polos hingga menjadi “wah” dan berbentuk pakaian siap pakai butuh waktu yang tidak sebentar. Ada orang yang bekerja menyiapkan tekstil, ada yang menyiapkan pengecapnya, ada yang mengecap, ada yang memotongnya jadi bahan baju, ada yang menjahitnya, ada yang menambahkan kancingnya, ada yang mengantarkannya ke toko, ada yang menjaga tokonya, dan ada kasir yang tersenyum ke kamu saat menerima uang yang kamu serahkan untuk membeli baju batik itu. Semua orang ini terhubung lewat satu pakaian saja.

Belum lagi jika kamu membeli batik tulis. Kamu tidak hanya mendukung ekonomi, tapi juga seni.
Kalau mau: kalau kamu membeli batik tulis langsung dari produsen lokal lain kali, biarkan mereka mengambil untung lebih banyak dari biasanya. Mereka pantas mendapatkan itu.

batiks-850x565 batik cirebon

5. Kamu boleh bersyukur punya pakaian tradisional yang bisa dipakai sehari-hari

Di negara saya, jarang sekali ada orang yang keluar dengan pakaian tradisional kami. Bahkan bisa dikatakan tidak ada. Kecuali kalau memang ada pesta rakyat, pernikahan, atau acara sejenisnya.

Baju tradisional kami terlalu tidak praktis untuk dipakai sehari-hari. Lebih baik kami mengenakan baju modern saja. Ini tidak seperti batik yang hanya tinggal kamu pakai dan kancingkan. Selain itu, warna baju tradisional kami juga lebih polos. Tidak seperti batik yang kaya corak, nada, dan ekspresi. Menurut saya, kamu boleh bersyukur punya pakaian yang bisa begitu cantik namun praktis jika dikenakan.
 

6. Batik bisa menyalurkan kreativitasmu

Warna dan corak batik tidak terbatas. Bentuknya pun bisa bermacam-macam, dari gaun mewah sampai kaos sepakbola. (Saya sebenarnya tidak begitu suka kaos sepakbola motif batik, tapi setiap orang punya selera masing-masing).

Kamu benar-benar dibebaskan menyalurkan kreativitas lewat batik. Mau menorehkan gambar apa saja, mencelupkan dengan tinta apa saja, tidak dilarang.

karya-Anne-Avantie-yang-dipakai-Miss-indo-universe-850x523

7. Mengenakan batik: memperkenalkan dunia pada warisan budaya Indonesia

Ada beberapa pertanyaan yang mengganggu di kepala saya. Kenapa baju Hawaii bisa terkenal di seluruh dunia, tapi batik tidak? Mungkinkah karena baju ala Hawaii itu dipasarkan dengan lebih baik?
Lalu, bagaimana caranya supaya batik bisa menjadi sama terkenalnya dengan baju Hawaii? Salah satu yang bisa kita lakukan adalah memakainya lebih sering.

Jika kamu pergi ke luar negeri, selalu bawa pakaian batik terbaikmu. Percayalah, banyak orang akan mendatangi kamu dan bertanya, “What is this colorful thing you are wearing?” Jika kamu ingin mempromosikan Indonesia, tidak ada waktu yang lebih baik dari ketika kamu menjawabnya.

Nah, setelah membaca tulisan Lauri di atas, jangan pernah malu lagi untuk memakai baju batikmu. Keluarkan dari lemari dan memacaklah! Kapan lagi coba, kamu bisa bergaya sekaligus mengungkapkan kebanggaan pada negara? ( batik Cirebon )

Tuesday, December 16, 2014

Batik Cirebon - Persaingan Batik Semakin Ketat

Batik Cirebon
Owner Vini Batik Pekalongan
BATIK CIREBON - Persaingan batik di Pekalongan semakin ketat, sehingga menuntut produsen untuk kreatif, seperti halnya Vini Batik di Jalan Karya Bhakti nomor 103 Medono Pekalongan yang menawarkan produk yang enak dipakai dan dipandang.

Owner Vini Batik, Vini Fitria Hani (40) saat ditemu Radar mengatakan pihaknya telah menjalankan usahanya sejak 10 tahun yang lalu.

“Saya memulai usaha ini sejak 10 tahun yang lalu, dan saya memilih nama Vini karena sesuai dengan nama saya sebagai pemilik,” ujarnya.

Selain di Medono, pihaknya juga membuka cabang di Pasar Grosir Setono dan di Internasional Batik Center Wiradesa. Untuk produk yang ada di outletnya antara lain sarimbit, blus kantor, rok batik, batik anak, hen-hem dewasa, semuanya menggunakan bahan catton dengan sistem pembartikan printing dan cap.

BATIK CIREBON - Pihaknya menerangkan, produksi batik di Pekalongan dirasa sangat luar biasa. Di kawasan medono saja banyak sekali toko yang menjual batik. Hal tersebut menurutnya membuat persaingan semakin ketat, dan butuh adanya inovasi yang sangat tinggi demi tetap eksis.

“Persaingan sangat ketat, bayangkan saja di Medono saja yang memproduksi batik hampir tak terhitung. Hal ini bagi kami merasa persaingan semakin ketat. Kami melakukan banyak inovasi agar tetap eksis dan supaya para klien tetap melirik produk kami,” katanya.

Menurutnya inovasi tersebut sangat penting terlebih sekarang ini konsumen sudah sangat cerdas serta pandai memilih. Faktor harga menurutnya juga penting karena ketika ada selisih yang begitu besar dengan toko lain bisa jadi pelanggan berpindah hati. “Konsumen sekarang lebih cerdas jadi kami selalu berhati-hati,” imbuhnya.

Untuk harga yang ditawarkan terjangkau, blus kantor harga mulai Rp40 ribuan sampai dengan Rp75 ribuan baik cap maupun printing sedangkan untuk sarimbit harga mulai Rp60 ribuan sampai Rp80 ribuan saja.

Selain itu, untuk rok-roik batik harga mulai Rp30 ribuan sampai Rp75 ribuan, daster harga berkisar antara Rp30 ribuan-Rp65 ribuan, untuk hem-hem dewasa harga berkisar antara Rp30 ribuan sampai Rp65 ribuan, untuk baleno sekitar Rp40 ribuan sampai Rp60 ribuan. Tidak hanya itu saja, batik anak-anak harga mualai Rp15 ribuan – Rp50 ribuan untuk dress anak.(batik cirebon)