Batik Cirebon

Monday, December 8, 2014

Batik Cirebon - Ciptakan Batik Khas Meranti, Pemkab Gandeng PT Batik Keris

Batik Cirebon
Suasana saat pemkab gelar rapat dengan pihak PT Batik Keris Solo


Batik Cirebon - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggandeng PT Barik Keris Jogja-Solo untuk mendesain batik khas Meranti. Diharapkan hasil desain yang dihasilkan dapat menggambarkan keciri khasan daerah dan memberikan rasa bangga kepada masyarakat yang memakai.Sebelum batik khas Meranti ditetapkan, Pemkab Kabupaten Kepulauan Meranti dalam hal ini Bupati yang diwakili Asisten III Sekdakab, T. Akhyar memimpin rapat bersama SKPD terkait, dengan pihak PT. Barik Keris, melibatkan para tokoh, Budayawan, LAM Meranti.ÂHadir dalam penetapan desain batik Kabupaten Meranti, Ketua LAM Meranti H. Ridwan, Kabag Humas Meranti Drs. Ery Suhairi, Budayawan Mizwar, Dedi dari PT. Barik Keris dan pihak Dekranasda, Badan Pemberdayaan Perempuan serta lainnya.Â
Batik Cirebon - Setelah menerima masukan dari berbagai pihak yang berlangsung cukup alot, PT. Batik Keris diminta untuk mendesain batik yang memiliki filosofi Kabupaten Kepulauan Meranti. Diantaranya memiliki desain yang sederhana, memiliki warna yang cerah (hijau, kunyit, biru).
"Jadi ketika dipakai langsung mengetahui itu merupakan batik Melayu khas Meranti," ujar T. Akhyar.
Selain itu, memiliki corak flora dan fauna Meranti, seperti pohon sagu salah satu potensi perkebunan Meranti, buah pinang merah kehijauan, daun sirih berwarna hijau, buah brembang, perahu layar, juga menggambarkan potensi ikan Meranti, gelombang laut, dan tidak meninggalkan historis Meranti, nuansa Islami yang identik dengan melayu.
"Kita juga harus menampilkan selembayung berbentuk segi tiga, selain khas melayu juga nuansa islami," ujar Ketua LAM H. Ridwan.
Pada kesempatan itu, Kabag Humas Sekda Meranti Drs. Ery Suhairi, mengusulkan agar batik Meranti dibuat dalam berbagai mode mulai dari mode kemeja sampai kaos khas Meranti.
"Ini dapat menjadi potensi investasi Meranti," ujarnya Ery sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke negeri sagu tersebut.
Pihak batik Keris sendiri berencana akan mendesain batik khas meranti dalam tiga corak pilihan sebagai alternatif. Tiga corak yang dibuat dapat mewakili seluruh aspek yang menggambarkan Kabupaten Kepulauan Meranti, mulai dari historis, budaya, ekonomi dan bernuansa islami.
Sementara menyangkut aspek Hukum, nantinya Kabupaten Meranti meminta desain batik khas Meranti dapat dipatenkan sebagai hak intelektual.
"Harapan kami sesain yang dihasilkan memiliki filosofi dan arti yang mendalam serta menjadi kebanggan Kabupaten Kepulauan Meranti," tutup Asisten III. ( batik Cirebon )

Sunday, December 7, 2014

Batik Cirebon - Bule Ini Bangga Pake Batik Korpri

Batik Cirebon
Bule Bangga Pakai Batik


Batik Cirebon - Batik memang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Bahkan orang asing pun bangga menggunakannya. Seperti dalam sebuah foto yang beredar di media sosial
Dalam foto tersebut, seorang warga asing (bule) berpose dengan menggunakan batik lengan panjang. Di lehernya tersemat kalung yang sangat jelas terlihat karena kancing batik paling atas tidak dikaitkan.
Dia tersenyum sumringah dalam foto tersebut. Namun, tidak para pengguna media sosial yang melihat foto tersebut. Sebab, batik yang ia kenakan adalah batik dengan corak yang khusus digunakan para pegawai negeri sipil.
Batik Cirebon - Si bule menggunakan batik berwarna biru khas para pegawai RI (Korpri). Meski kebanyakan pengguna media sosial bangga dengan penggunaan batik oleh bangsa asing, namun menggunakan batik Korpri dianggap sebagai sesuatu yang lucu.
"Beginilah bule sok tau. Salah beli batik," tulis Maruli Gading Manurung yang memposting foto tersebut. Hingga tulisan ini dibuat, foto ini hampir mencapai 100 kali share.
"Bule habis upacara hari Korpri," timpal komentar lainnya.
Ada juga yang menganggap jika bule tersebut kemungkinan besar adalah guru bahasa asing di sekolah internasional di Indonesia.
Namun, belum diketahui siapa bule yang ada dalam foto tersebut. Bahkan lokasi pengambilan foto sepertinya tidak berlangsung di Indonesia.(batik cirebon)

Saturday, December 6, 2014

Batik Cirebon - Probolinggo Luncurkan 28 Motif Batik Kuno

Batik Cirebon
Ratusan siswa sekolah menengah atas se-Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengikuti festival membatik di Alun-alun Kota Probolinggo, Rabu (27/6). Festival membatik ini merupakan salah satu rangkaian 'Seminggu di Probolinggo' yang merupakan ajang promosi wisata kota tersebut.


Batik Cirebon - Pemerintah Kota Probolinggo meluncurkan motif batik kuno, Jumat, 5 Desember 2014 di Gedung Kesenian Kota Probolinggo. Motif-motif kuno batik Probolinggo ini dibuat oleh warga Probolinggo sebelum 1889 atau pada masa penjajahan kolonial Belanda.
Ada 28 motif batik yang dipamerkan dari 152 motif batik yang sudah teridentifikasi berasal dari Kota Probolinggo. Replika batik kuno itu motifnya beragam yakni Batik Kembang Sembujo, Hudan Mas, Gemek Tarung, Kembang Manggar, Nus Nusan, Kecipiran, Macan Macanan, Kembang Aribang, Kembang Anggur, Sinjang Girang, Jambang, Bekutahan, Godong Klowe, Kerangan, Gundo Wijoyo, Sawah Sekedok, Manuk Beluk, Kapal Layar, Nampam Perak, Wajekan, Terate, Intipyan, Bajul Ngantang, Merah Ngigel, Kembang Dilem, Bak Boyo, Karang Melok, Merak Menclok.
Walikota Probolinggo, Rukmini mengatakan, replika batik kuno Probolinggo itu diperolehnya dari Museum Tropen Belanda. "Ada 152 motif yang tersimpan disana. Pada Maret 2014 lalu saya yang menjemput (replika) batik itu," kata Rukmini, Jumat, 5 Desember 2014.
Rukmini mengatakan, motif batik kuno sudah didokumentasikan oleh Belanda sejak 1886. Dengan peluncuran motif batik kuno ini, sudah menjadi kewajiban pemerintah dan warga untuk ikut melestarikannya. "Para pembatik Probolinggo tidak perlu lagi mencari motif lain," kata Rukmini dalam acara Launching Motif batik kuno Kota Probolinggo ini.
Batik Cirebon - Motif ini bisa menjadi acuan bagi para pembatik di Kota Probolinggo. "Pakailah motif yang ada," kata Rukmini. Dia juga mengatakan, sudah dua motif batik kuno yang dibuat dari replika yang diperoleh dari Museum Tropen di Belanda itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Probolinggo, Misbahul Munir mengatakan, peluncuran motif batik ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif batik asal Kota Probolinggo.
Master Batik asal Jogyakarta, Yuke Setyoko Lenan mengatakan, motif batik kuno ini tidak pernah dia temui di pasaran. "Ini motif kuno tapi baru. Sudah terkubur ratusan tahun," kata ahli batik yang biasa disapa Lenan ini.
Batik Probolinggo memiliki karakteristik yang berbeda dengan motif-motif batik daerah lain seperti batik Jogya, Pekalongan atau daerah lainnya. "Perlu digali lagi informasi ihwal filosofi motif yang terkandung dalam batik kuno Probolinggo ini," ujar Lenan. Karakteristik bati Probolinggo, kata dia tampak pada motif pecahan sebagai latar belakang pada motif dominannya.(batik cirebon)

Friday, December 5, 2014

Fans Puji Shaheer Sheikh Kenakan Kemeja Batik Cirebon di 'New Eat Bulaga'

Batik Cirebon
Puji Shaheer Pemeran Arjuna


Batik Cirebon - Shaheer Sheikh terus memukau para penggemarnya lewat penampilannya sebagai pembawa acara di "New Eat Bulaga". Sang Arjuna pun kembali menuai pujian dalam episode yang ditayangkan Jumat (5/12). Pasalnya, ia mengenakan kemeja batik.
Shaheer terlihat tampan mengenakan kemeja batik warna biru yang ditambahi aksesoris kacamata. Shaheer tampil kompak dengan Farin Aja dan Reza Bukan yang juga kemeja batiknya kembaran. Tak sendirian, Rohit Bhardwaj yang mendampingi mereka juga ceria mengisi acara meski tak mengenakan batik.
Batik Cirebon - Melalui Twitter, akun ANTV memang mengumumkan bahwa tema hari ini adalah Batik. Seperti yang diketahui, Jumat merupakan hari memakai batik di Indonesia. "Tema Kostum Hosts #TheNewEatBulagaIndonesia Hari Ini Adalah BATIK | @eatbulagaANTV," cuit ANTV.
"To day is batik theme nice @Shaheer_S ,@RohitVBhardwaj @nitasofiani @whatsonANTV #TheNewEatBulagaindonesia" puji @venska_1712. "Our beloved star @shaheer_s was wearing "Batik" today 'ProudOfBatik' #TheNewEatBulagaIndonesia" kicau ShaheerSAdmirer.
Fans tidak hanya dihebohkan ketampanan Shaheer dalam balutan kemeja batik namun juga kemampuannya bernyanyi lagu bahasa Indonesia. Meski belum jago, Shaheer pede menyanyikan "Kereta Malam" bersama Rohit. "Yeeee kak @RohitVBhardwaj fet @Shaheer_S duet nyanyi kereta malam :) *dari india ke indonesia* #TheNewEatBulagaIndonesia @whatsonANTV" tulis @giandhraputry gembira.(batik cirebon)

Wednesday, December 3, 2014

Batik Cirebon - Red Batik Solo Ikuti Parade Kostum Skala Internasional di Macau

Batik Cirebon

Batik Cirebon - Setelah mempersiapkan diri sebulan terakhir, belasan warga Solo yang tergabung dalam Red Batik akan mengikuti parade kostum Skala International di Macau.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (3/12/2014), rencananya mereka akan memamerkan kostum rancangan yang terbuat dari bahan dasar alam pada 14 Desember 2014 mendatang dengan mengikuti Parade Through Macau bersama dengan 19 negara lainnya.
Red Batik Solo mendapat kehormatan menjadi point of interest dalam parade itu berkat keunikan kostumnya yang menjadikan alam sebagai bahan dasar. Seperti biji-bijian, anyaman bambu, serta dedaunan.
Batik Cirebon - Sesuai tema colorful forest, dalam Macau parade kali ini Red Batik Solo akan mempromosikan kekayaan hutan di Indonesia yang memiliki beragam khazanah yang  tidak dimiliki hutan-hutan lain di dunia.
Parade Through Macau adalah karnaval kostum berskala internasional yang diselenggarakan di jalanan Macau sejak 2011 hingga sekarang inigin dilaksanakan lagi.
Karnaval ini digelar sebagai peringatan penyerahan kedaulatan Macau dari Portugis ke China. Selain itu, parade ini juga menjadi ajang pertemuan para seniman dan kelompok kreatif dari berbagai negara di dunia agar silaturahmi tetap tercapai dengan ada nya acara seperti ini.(batik cirebon)

Tuesday, December 2, 2014

Batik Cirebon - Perajin Kembangkan Batik Bermotif Cerita Anak

Batik Cirebon
Perajin Kembangkan Batik Bermotif Cerita Anak

" Berharap lewat kreasi ini anak-anak bisa mencintai batik, sekaligus melestarikan Batik sebagai warisan dunia asal Indonesia..."

Batik Cirebon - Perajin batik di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, membuat motif batik dari cerita anak dengan tujuan mengenalkan batik secara dini kepada anak-anak sekaligus melestarikan cerita rakyat.
"Kami melukis motif batik dari kisah cerita rakyat khususnya cerita anak-anak, seperti legenda Timun Mas," kata perajin batik sekaligus pemilik Batik Pohon, Suroso, di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan kisah Timun Mas tentang seorang ibu yang menginginkan seorang anak.
Motif yang dibuat sesuai cerita tentang Timun Mas yaitu gambar seorang perempuan yang meminta anak kepada raksasa. Lalu, raksasa tersebut mengabulkan permohonan si perempuan tersebut melalui tanaman mentimun.
Batik Cirebon - Proses pembuatan batik berbahan pewarna alami tersebut dimulai dengan melukis gambar cerita di atas kertas, lalu dilukis di atas kain dan dilanjutkan dengan pewarnaan.
"Lewat motif-motif yang dituangkan dalam kain ini bisa diceritakan tentang Timun Mas yang sudah dikenal secara luas sebagai cerita rakyat," katanya.
Tujuan utama pengembangan motif ini kata Suroso untuk mengenalkan batik lewat cerita rakyat kepada anak-anak. Cerita Timun Mas merupakan cerita rakyat dari Jawa Tengah.
Selain cerita rakyat Timun Mas, Suroso juga akan membatik dengan motif cerita rakyat lainnya. Pengembangan motif ini juga untuk mengembangkan kreativitas dalam industri batik.
"Kami berharap lewat kreasi ini anak-anak bisa mencintai batik, sekaligus melestarikan batik sebagai warisan dunia asal Indonesia," katanya.(batik cirebon)

Monday, December 1, 2014

Batik Cirebon - Batik Complongan Indramayu rambah pasar Singapura

Batik Cirebon - Batik tulis Complongan khas Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai rambah pasar Singapura setelah tembus ekspor Amerika dan Eropa.
Batik tulis Complongan merupakan kreasi pantura dengan ciri khas warna natural dan bolongan lubang jarum yang cukup unik sehingga diminati pasar lokal dan ekspor, permintaan terus meningkat dibandingkan batik lainnya.
Parjianto salah seorang perajin batik Paoman Kabupaten Indramayu, kepada wartawan di Indramayu, Senin, mengatakan, kini perajin batik yang memproduksi batik Complongan mulai lirik pasar Singapura, setelah mereka memasarkan produksinya ke Amerika dan Eropa.
Batik Cirebon - Dikatakannya, batik Complongan berarti teknik melubangi kain batik dengan deretan jarum, keunikan batik tersebut menjadi daya tarik pasar Eropa dan Asia begitu juga untuk konsumen lokal cukup menggairahkan.
Teknik batik Complongan terus dilestarikan para perajin di Kabupaten Indramayu, kata dia, meski pengerjaan batik tradisional membutuhkan kesabaran dan keterampilan ditambah desain harus mengikuti pasar dengan mempertahankan ciri khas pantura yakni garis-garis pantai yang dicampurkan warna natural.
Sementara itu Castinah perajin batik lain mengaku, batik Complongan kian diminati pasar baik untuk memenuhi kebutuhan lokal juga pesanan ekspor seperti Amerika, Eropa kini perajin lirik Singapura, karena cukup potensial dan menjanjikan.
Dikatakannya, Complongan dalam bahasa Indramayu yaitu melubangi dengan jarum, sehingga kain batik yang sudah bermotif dilubangi, hal itu menjadi daya tarik konsumen terhadap batik tradisional khas Pantura Indramayu.
Pesanan batik Complongan terus berdatangan, kata dia, untuk Bandung, Jakarta rutin setiap bulan dikirim, kini perajin berharap ekspor bisa menjadi lahan penjualan mereka, sehingga kerajinan batik tetap lestari dan menjadi salah satu ekonomi kreatif di Pantura Indramayu selain olahan ikan laut. ( batik Cirebon )