Batik Cirebon

Thursday, October 30, 2014

Batik Cirebon - Monumen Batik Yogyakarta Kerap Jadi Sasaran Vandalisme

batik cirebon
Batik Cirebon - Monumen Batik di Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta kerap menjadi sasaran vandalisme oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga kaca yang menutup kain batik di monumen kerap pecah.
"Kami sebenarnya sudah melakukan pengawasan secara rutin, namun terkadang kaca penutup monumen sudah ditemukan pecah sehingga harus dilakukan perbaikan secara rutin," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh, di Yogyakarta, Rabu (29/10).
Selain kaca penutup kain batik yang kerap ditemukan pecah, kawasan Monumen Batik tersebut juga sering dijadikan tempat buang air kecil sehingga berbau pesing dan mengganggu wisatawan yang berada di lokasi tersebut.
Syarif berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak melakukan berbagai kegiatan yang dapat merusak dan mengganggu keindahan kawasan yang menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta itu, apalagi monumen tersebut terletak tidak jauh dari Gedung Agung.
Sementara itu, Kepala Seksi Tata Perkotaan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta, Wahyu Setyowati, mengatakan, pada tahun ini kembali melakukan kegiatan pemeliharaan Monumen Batik untuk memperbaiki beberapa kerusakan.
"Perawatan selalu dilakukan setiap tahun. Ada saja kaca yang pecah sehingga harus diganti dengan yang baru. Tahun ini, kaca diganti dari jenis akrilik," katanya.
Batik Cirebon - Di kawasan monumen tersebut terdapat enam titik monumen yang di bagian bawahnya digunakan untuk menampilkan berbagai jenis batik khas Yogyakarta.
"Anggaran pemeliharaan tahun ini adalah sekitar Rp 50 miliar. Pemeliharaan hanya untuk memperbaiki bagian yang rusak, tidak ada penambahan baru," katanya yang berharap kegiatan pemeliharaan bisa diselesaikan pertengahan November.
Pembangunan Monumen Batik di Kota Yogyakarta tersebut dicanangkan bertepatan dengan penetapan batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.
Monumen tersebut diharapkan mampu menunjukkan kepada dunia bahwa batik adalah budaya asli milik bangsa Indonesia, sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk semakin mencintai dan membanggakan batik.(batik cirebon)

Wednesday, October 29, 2014

Batik Cirebon - Kemdikbud Akan Segera Membangun Museum Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman akan segera membangun Museum Batik Indonesia yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pembangunan fisik direncanakan dilakukan pada 2015 setelah proses pembuatan master plan dan Detail Engineering Detail (DED) Museum Batik Indonesia selesai dikerjakan hingga akhir tahun ini.
“ Mengapa perlu di bangun museum batik ? “. Kita tentu menyadari bahwa perlunya tempat untuk memberikan informasi mengenai batik di masyarakat, dan pastinya tempat itu harus memberikan informasi lengkap tentang batik, museum adalah jawaban yang tepat. Museum akan sangat mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang batik. Layaknya sanggar pembatikan, musem batik juga seharusnya memberikan fasilitas belajar menulis batik, sesuai temanya “edukasi batik”.
Batik Cirebon - Memang saat ini sudah banyak museum batik di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta juga Yogyakarta. Namun, Indonesia perlu memiliki tonggak penting dalam perbatikan yang nantinya akan menjadi tempat yang seharusnya paling lengkap, paling bisa memberikan informasi akurat, dan bisa menjadi “rujukan” bagi mereka yang ingin mengetahui batik lebih dalam. Di dalam museum batik, juga harus di sediakan para ahli pembatik.
Selain itu, World Craft Council atau Dewan Kerajinan Dunia tengah menyeleksi sejumlah kota untuk di nobatkan sebagai Kota Batik Klasik. Yogyakarta salah satunya yang masuk nominasi sebagai Kota Batik Klasik. Seleksi ini melibatkan beberapa kota di Asia. Edrix Wong, Wakil Presiden WCC wilayah Asia menyatakan bahwa riset dan seleksi sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu. Dia menjelaskan, identifikasi dan seleksi kota klasik batik dilakukan dengan melihat sejumlah faktor. Misalnya sejarah, perkembangan industri, ekonomi, dan sosial.
Dengan demikian, Yogya di rasa tepat di pilih sebagai tempat untuk pusat museum Batik Indonesia. Yogya yang memiliki nilai historis tinggi dan kehidupannya yang masih tradisional. Di Kota ini pun jumlah pariwisatanya terbilang tinggi, bukan tidak mungkin, museum Batik Indonesia menjadi tujuan wisata baru di Yogyakarta. (Batik Cirebon)
 

Tuesday, October 28, 2014

Batik Cirebon - Cukup di Drapping, Batik dan Brokat Tampil Cantik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Batik yang dibuat khusus dengan motif yang disesuaikan dengan bahan brokat karya Embran Nawawi tampil sebagai busana cantik hanya dengan cara drapping. Embran sengaja menggandeng perancang Denny Darmawan untuk mengolah batik karyanya dengan cara drapping itu.
Empat model pada Selasa (28/10/2014) sore itu mengenakan busana dari bahan batik dan brokat di hadapan para tamu undangan di Artotel Surabaya. Secara bergantian para model menunjukkan busana dan pola drapping yang dikenakan dengan memutar badan di hadapan tamu undangan yang duduk di meja-meja hidangan.
Batik Cirebon - Keempat busana yang dikenakan masing-masing memiliki perbedaan pola lipatan dan letak smoke. Mesi sama-sama berasal dari bahan batik dan brokat yang sama tapi peletakan titik center point dari masing-masing busana bisa menghadirkan gaya berbeda.
Denny Darmawan yang digandeng Embran untuk mendesain teknik drapping dari batik-brokat menjelaskan teknik drapping akan sangat membantu bagi penyuka batik yang suka bergonta-ganti model pakaian. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit sebuah busana batik baru sudah bisa tercipta hanya dengan mencubit, mengikat, atau memberi tusukan jarum sedikit.
“Ini saya mengangkat tema flower dengan konsep gaun malam. Tinggal menentukan di mana center pointnya, di pinggang? di dada? Lalu saya buat smoke, bikin bunga di center pointnya dengan menonjolkan motif batiknya,” terang Deny.
Di tiga busana yang ditunjukkan Deny lebih mengekspose smoke atau bentukan seperti bunga mekar dari bahan kain batik. Tapi satu busana, smoke dibuat dengan menonjolkan kain brokat. Lipatan-lipatan yang dibuat secara sederhana tetap diatur sedemikian rupa agar motif batik lebih terekspos. (Batik Cirebon)

Sunday, October 26, 2014

Batik Cirebon - Perkaya Batik Dengan Kreasi Baru Anak Muda

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon – Batik, siapa yang tidak kenal dengan batik. Kain yang eksotis dengan motif nan khas ini kian populer di tengah modernisasi. Berbagai kalangan banyak yang menggandrungi batik ini. Bahkan ada juga batik yang di pakai untuk berbagai acara. Dalam perkembangannya pun, motif batik mulai di buat mengikuti berbagai pola yang lebih beragam, dan tentunya sesuai dengan keinginan pasar.
Batik yang di anggap tradisional, kini bisa di anggap modern. Cara membuat polanya yang dulu secara manual, dengan teknologi dan sains pembuatan pola batik bisa lebih cepat dengan aplikasi komputer.
Siapa lagi kalau bukan anak muda yang akan terus mengkreasikan batik. Jika di lihat dari sisi Sumber Daya Manusia, Indonesia memiliki populasi Sumber Daya Manusia yang sangat besar potensi dan kreatifitasnya, baik dari seni murni maupun seni terapan, dan mempunya seni batik yang bernilai tinggi.
Sudah saatnya, bukan hanya pengrajin / pengusaha batik yang memperjuangkan batik. Generasi muda kreatif Indonesia dengan potensi, wawasan serta semangat tingginya, saatnya mendukung Batik dari apa yang terdekat, dan apa yang bisa dilakukan.
Penerapan teknologi komputer dalam batik bisa memperkaya motif warisan budaya asli Indonesia ini. Perangkat lunak tersebut bahkan bisa menciptakan desain batik baru yang lebih menarik sesuai selera pasar. Denga sudah majunya teknologi dan pendidikan IT di Indonesia, sudah banyak programmer yang mampu membuat software batik. Dunia terus berkembang, begitu pula dengan batik.
Dulu, batik dilukis dengan tangan secara tradisional atau dicap. Sekarang, desain batik bisa dilakukan dengan komputer. Perkembangan teknologi ini memungkinkan pembuatan motif batik dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit sekalipun. Motif Batik Trusmi Batik Cirebon misalkan yang terkenal eksotis.
Dengan teknologi tersebut, anak muda yang tadinya malas untuk belajar membatik, karena sulit menciptakan motif secara manual, dengan bantuan komputer beserta softwarenya akan lebih membantu. Maka dari situ muncul semangat dan desain motif-motif baru yang akan populer di Indonesia. Membatik memang budaya yang fleksibel mengikuti zaman, dan siapapun mudah untuk mempelajarinya. (batik cirebon)

Saturday, October 25, 2014

Batik Cirebon - Melihat Geliat Batik di Beberapa Daerah di DIJ

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - PERAJIN batik di Kabupaten Kulonprogo semakin kreatif. Tak hanya berhasil men-ciptakan motif batik geblek renteng dan motif batik tradisional lainnya, beberapa perajin kini di Kota Binangun itu sudah mulai berani mengeksplorasi ide mem-buat motif batik abstrak dan kontemporer.
Salah satunya adalah Suyono Sugondo, 50, warga Bleberan RT 45 RW 22, Desa Ba-laran, Kecamatan Galur, Kulonprogo. Ia telah menciptakan motif batik yang ber-tema NKRI, yang di antaranya dibuat khusus untuk kado Jokowi yang baru dilantik sebagai Presiden RI periode 2014-2019 , sama hal nya juga seniman batik cirebon yang memberikan hadiah khusus berupa pesan-pesan Jokowi di ilustrasikan melalui karya batiknya.
Sekilas batik itu seperti tumpahan atau cipratan tinta yang tidak sengaja membentuk bermotif, beberapa di antaranya mem-betuk gugusan pulau, sehingga lebih mirip seperti peta. Namun cantiknya, semua di-kemas secara proporsional, sehingga ter-kesan menjadi sebuah batik yang khas dan elegan.
“Itulah batik abstrak atau kontem-porer,” ujar Gondo, sapaan akrab Suyono Sugondo saat ditemui di stan Manunggal Fair atau Kulonprogo Expo 2014. Tidak hanya indah dilihat, setiap batik yang diciptakan cukup tematik dan me-ngan dung pesan yang jelas.
Beberapa lembar batik juga diciptakan khusus untuk Presiden Jokowi, maka motif yang disajikan sengaja dibuat melalui pengamatan khusus mantan Wali Kota Solo dan mantan Gu-bernur DKI Jakarta itu.
“Saya sengaja membuat motif yang sepesial untuk Jokowi, sedikitnya ada empat motif yang saya buat, pertama motif Sentra Maritim, NKRI, Persatuan Indo-nesia dan Kedaulatan Indonesia,” tandas Gondo.
Diceritakan, keempat motif tersebut didominasi dengan gambar kepulauan. Yang mem-bedakan adalah beberapa motif tambahan dan sentuhan warna. Semisal motif Sentra Maritim, gugusan pulau dipadupadankan dengan laut dan latar belakang kapal layar kecil. Berikutnya motif NKRI memunculkan warna khas khatulistiwa.
“Motif Persatuan Indonesia didominasi salam tiga jari milik Jokowi, sementara motif Kedaulatan NKRI meliputi gugusan pulau dengan garis kotak kotak sebagai idiom teritori,” tandasnya. Menurut Gondo, warna yang digunakan juga dieksplore sesuai dengan batik yang sering dikenakan Jokowi, dan semua itu juga hasil pengamatan sebelum batik untuk Jokowi itu dibuat.
”Warna dominan untuk batik sepesial Jokowi yakni me-rah marun, hijau, cokelat dan biru gelap. Pilihan semua warna itu juga hasil pengamatan yang berkaitan dengan Jokowi selama ini,” ujarnya. Disinggung kenapa batik un-tuk Jokowi, Gondo mengungkapkan, sebagai masyarakat awam yang senang dengan batik, ia melihat Jokowi sebagai sosok yang merakyat, namun pembe-rani.
“Ia bukan dari kasta pen-guasa dan tokoh elite politik di negeri ini, dan saya menilai ia menjadi warna tersendiri dalam sejarah bangsa, khususnya di blantika perpolitikan Indonesia,” ucapnya. Gondo melanjutkan, semua ba tik sepsial untuk Jokowi  itu ren cana akan dikirim ke Jokowi pada 10 Oktober lalu, namun be berapa di antaranya telanjur laku dibeli oleh pecinta batik dari Kuala Lumpur.
“Ceritanya ada peminat batik dari Malaysia datang langsung menemui saya dan tertarik de-ngan 12 lembar kain batik bua-tan saya. Ia tertarik dengan mo-tif Persatuan Indonesia yang khas dengan goresan salam tiga jari. Sehingga yang rencananya mau dikirim untuk Jokowi, malah saya jual.
Mungkin besok kalau sudah jadi lagi, akan saya kirimkan sebagai kado untuk Jokowi,” im-buhnya. Dijelaskan Gondo, batik abstrak atau kontemporer sengaja di-buat keluar dari pakem. Semua dibuat dengan hand made, se-hingga satu kain batik hanya dihasilkan satu corak dan satu warna.
Tidak bisa digandakan, karena ide yang keluar saat itu tidak akan bisa dibuat sama oleh perajinnya. “Untuk batik kontemporer ini, tidak ada batik printing atau cap. Dan saya optimistis, batik kontemporer ini bisa menjadi ikon baru di Kulonprogo sebagai sentra sandang nasional berbasis batik,” katanya.
Batik kontemporer membu-tuhkan sentuhan seni, sehingga motif yang dihasilkan tetap indah dilihat. “Butuh eksplorasi, im-profisasi dan motif kreasi baru. Semu itu merupakan ruh atau genre batik kontemporer,” tan-dasnya.
Di Kulonprogo batik kontemporer sudah mulai diproduksi secara bertahap di Sanggar Batik Sekar Batu di Kecamatan Galur. Ada belasan perajin yang menekuni batik kontemporer ini, seperti di Desa Sambungan, Mendiro, dan Gunungrejo di Kecamatan Lendah.
Para perajin berharap, dengan kebebasan beride dan menuang-kan kreativitas, bisa menambah semarak dan menciptakan pelu-ang pasar yang lebih menjanjikan di Kulonprogo.(batik Cirebon)

Thursday, October 23, 2014

Pesan Untuk Sang Presiden Baru Karya Seniman Batik Cirebon

batik cirebon
Batik Cirebon
 
Batik Cirebon – Katura, seorang seniman batik asal Cirebon, Jawa Barat, menyampaikan pesan bagi pasangan presiden dan wakil presiden Jokowi-JK melalui guratan batik. Di atas selembar kain, Katura mengingatkan Jokowi-JK untuk memenuhi janji-janji mereka.
Dia membutuhkan waktu tiga hari untuk mendesain batik gunungan yang mengandung gambaran utuh tentang Jokowi-JK.
“Dalam pewayangan, gunungan merupakan pertanda dimulainya pentas,” ungkap Katura di galerinya, Jalan Buyut Trusmi, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (20/10/2014).
Batik Cirebon - Batik seluas 2,1×1,1 meter persegi buatannya itu merepresentasikan awal pentas Jokowi-JK di kancah politik Indonesia.
Gunungan juga melukiskan alam semesta Indonesia dengan kekayaan flora dan faunanya. Sosok Ganesha yang sakral dalam pewayangan juga dilukiskan di bagian tengah gunungan.
Dari empat gambar tangan, dua di antaranya tampak tengah memikul. Gambar itu menunjukkan Ganesha tengah menyangga bumi. Menurut Katura, gambaran itu merepresentasikan bagaimana pemimpin sebagai penyangga negara harus kuat sehingga tak goyah saat diterpa gempa atau guncangan.
Di atas sekitar gunungan, Katura menambahkan motif dahan dengan dedaunan. Hal yang unik, pada dahan tersebut terdapat tikus-tikus dengan lembaran uang pada moncongnya. Bagian itu menyiratkan gambaran problematika bangsa berupa korupsi.
Di bagian bawah kain, tepat di bawah tulisan Jokowi-JK, tergurat tulisan lain yang diartikan Katura secara khusus. Dari filosofi Jawa, dia memecah setiap kata Jokowi-JK menjadi pesan singkat sarat makna, yakni ojo koyo wingi-wingi (jangan seperti sebelumnya) sebagai kepanjangan Jokowi, serta “Jujur Kerja” keras sebagai kepanjangan JK.
Pria yang juga pernah membuat batik bermakna saat pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono lima tahun lalu itu berpesan agar Jokowi-JK tak melupakan janji. Apalagi, selama ini ekspektasi rakyat atas kinerja mereka terbilang tinggi. Terkadang, lanjut dia, realisasi tak sesuai ekspektasi. Karena itu, Jokowi diharapkan belajar dari kekurangan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Secara keseluruhan, batik gunungan penuh makna itu berlatar warna abu-abu. Latar warna ini pun tak lepas dari makna.
“Indonesia hingga kini masih samar-samar. Pemimpin baru ini mau membawa ke mana, itu masih ditunggu,” cetusnya.
Katura menegaskan, batik tersebut dibuat tidak bermuatan tendensi apa pun. Dia juga meyakinkan belum pernah bertemu langsung dengan Jokowi.
“Kalau ada yang mau beli dengan harga berapa pun saya kasih,” tandas pebatik yang hasil karyanya sudah diekspor ke Jepang itu. (batik cirebon)

Wednesday, October 22, 2014

Batik Cirebon - Perempuan Bisa Lebih Mandiri dengan Membatik

Batik Cirebon - Semua orang di Indonesia pasti tahu batik dari motif atau coraknya, namun tak banyak yang tahu batik secara mendalam. Sehingga banyak orang yang sulit membedakan mana batik tulis yang menggunakan canting atau mana batik gabungan cap, printing maupun tulis. Mayoritas pembatik di Indonesia adalah berjenis kelamin perempuan, karena perempuan di percaya lebih teliti dan sabar dalam menggoreskan cantingnya ke kain batik, namun bukan berarti tidak ada laki-laki penulis batik, ada namun jumlahnya sedikit.
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Di Indonesia kebanyakan, laki-laki atau seorang suami tidak menyukai seorang perempuan yang mandiri. Mereka lebih suka, perempuan yang hanya menjadi ibu rumah tangga saja, tanpa ada kegiatan lain. Mereka berpandangan bahwa hanya seorang laki-laki saja yang bekerja. Padahal, di negara-negara maju perempuan lebih mandiri, dan sudah pasti mereka mempunyai kendali atas hidupnya sendiri. Mengingat di Indonesia yang negaranya masih berkembang, tidak selamanya perempuan bergantung pada orang lain. Kecuali jika semua laki-laki di Indonesia sudah kaya dan mapan. Namun bukan berarti perempuan melupakan kodratatnya dan emansipasi yang berlebihan, namun disini lebih di tekankan agar perempuan tidak selalu mengandalkan orang lain.
Di artikel ini di berikan contoh, bahwa perempuan bisa lebih mandiri dengan membatik. Dengan kelebihannya yang teliti, perempuan bisa berperan di berbagai hal dalam membatik. Mulai dari mendesign pola atau menggoreskan cantingnya. Dengan daya imajinasinya yang kreatif, perempuan bisa membuat pola yang indah. Di sini tentu saja, pemerintah bisa berperan sebagai pembentuk organisasi pemberdayaan perempuan. Banyak sisi positif yang bisa di ambil dari situ. Dengan demikian sentra pengrajin batik di daerah-daerah akan semakin berkembang. Asalkan pemerintah mau membantu mempromosikan. Dan beruntung juga di Indonesia banyak pengusaha-pengusaha batik, batik trusmi Cirebon misalkan. Desa batik yang sudah sangat terkenal ini mampu memberdayakan warga-warga sekitarnya. Para pengrajin bisa memanfaatkan, karyanya untuk di jual atau di salurkan ke pengusaha-pengusaha ini, tapi tentu saja harus dengan quality control yang baik. Dengan demikian, para perempuan bisa mengisi waktunya sambil membatik, dan lebih baiknya lagi menghasilkan.(batik cirebon)