Batik Cirebon

Tuesday, October 21, 2014

Makin Menarik Dengan Menggunakan Kemeja Batik Cirebon

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Kemeja batik umumnya sering identik dengan kemeja gombrang yang di pakai dengan cara di keluarkan atau di masukkan ke celana. Dengan koleksi yang paling barunya, Batik Trusmi (Batik Cirebon) menyodorkan batik yang naik kelas dan lebih modern di Pusat Grosir Batik Trusmi Cirebon.
Dahulu kemeja batik berukuran gombrang, maka dari itu banyak yang menilai bahwa batik hanya cocok untuk orang tua saja. Dulu, kepopuleran mengenakan batik yang di masukkan ke dalam celana di publish oleh Alm. Mas Iwan Tirta. Namun kini dengan sedikit sentuhan modern batik lebih ngepas di badan, atau dalam istilahnya modernnya ‘slim-fit’. Sehingga batik pun cocok di pakai untuk berbagai usia.
Batik Cirebon jauh berbeda dengan kemeja batik yang banyak di jumpai di pasaran, yaitu dengan ukuran gombrang dan terlihat ke-tuaan. Batik Trusmi Cirebon menampilkan koleksinya dengan sentuhan seni dan filosofis batik yang modern. Beberapa contoh batik trusmi bisa di lihat ketika para model berlenggok pada acara karnval Batik Trusmi Sejuta Pesona Indonesia. Beberapa dari mereka juga ada yang mengenakan scarf batik. Bahkan batik bisa terkesan ‘ke-eropaan’.
Ini adalah upaya untuk melakukan 'leverage' terhadap kemeja batik itu sendiri. Maksudnya, dia ingin menghapus citra kemeja batik gombrong tanpa ukuran yang pas sebagai satu kewajaran. Artinya, standar baru kemeja batik dengan ukuran yang memeluk tubuh—atau bahkan ketat—kini harus memasuki era kejayaannya.
Ada beberapa motif yang menjadi benang merah koleksi Batik Trusmi ini. Salah satunya yaitu mega mendung. Mega mendung memang batik ciri khas dari Batik Cirebon. Dari kain batik megamendung ini dapat di ubah ke berbagai kerajinan batik maupun baju batik.
Batik memang merupakan fashion yang fleksibel. Batik di nilai mampu mengikuti perkembangan zaman. Kain batik memang kain tradisional. Namun jika di sentuh dengan sentuhan inovatif batik akan terlihat sangat modern dan cocok di pakai berbagai usia. Bahkan dengan lilitan scarf yang cocok trend fashion batik tidak kalah dengan luar negeri.(batik Cirebon)

Sunday, October 19, 2014

Batik Cirebon - Atasi Stress , Aktris Ini Mempunyai Ritual Cium Batik

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Ayu Dyah Pasha mengaku sering dilanda stress akibat kegiatannya yang padat. Apalagi, Ayu sedang sibuk membina Putra Putri Batik 2014 yang memiliki 5000 peserta. Namun, aktris berusia 50 tahun itu punya cara tersendiri, untuk menghilangkan stres.
“Karena saya hidup cinta batik. Salah satu cara ngilangin stres itu adalah memajang kain batik, manjangin dan cium, bau kain batik itu kan khas, nah itu bisa menetralisir, stres hilang,” kata Ayu seperti yang dilansir Nyata (Jawa Pos Group).
Ayu memang sangat mencintai batik. Menurut ketua Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN) itu, dirinya sudah tidak bisa dipisahkan dari batik. “Buat saya batik itu menjadi filosofi kehidupan. Menjadi bagian kehidupan yang sudah tidak bisa dipisahkan. Batik itu soulmate saya,” katanya.
Batik Cirebon - Ayu kagum dengan antusias para peserta yang ingin memperkenalkan batik daerah masing-masing. Di ajang kontes yang ke-4 itu, banyak juga peserta dari kawasan Indonesia Timur. “Semakin tahun antusiasme peserta Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara makin meningkat. Apalagi di luar dugaan peserta dari timur. Mereka antusias sekali mengikuti ajang ini,” katanya.
Ayu juga rela melepas pekerjaannya sebagai pemain sinetron untuk mengurus Putra Putri Batik-nya. “Kami ingin batik menjadi trend, dan pemuda juga merasa bangga dengan batik,” katanya.
Pada Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2014 terpilih Juara 1 diaih Garuda Cakti (Surabaya) dan Nina Jane (Jakarta). Sementara Juara 2 diraih Adrianus Sandy (Jakarta) dan Fransisca Oky (Solo). Juara 3 diraih Gusti Made (Denpasar) dan Cindy Herlin (Jakarta). “Saya bangga dengan anak-anak Indonesia suka dengan batik,” katanya.(ratih) (batik cirebon)

Saturday, October 18, 2014

Batik Cirebon - Pewarna Batik Alami dipakai di Kalimantan

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) membuat pewarna batik alami dari buah mangrove. Ini merupakan solusi atas pencemaran lingkungan akibat penggunaan pewarna sintetis pada industri batik.
Menurut Ketua Pusat Studi Zat Pewarna UNS Paryanto, pewarna alami ini sudah diujicobakan pada batik khas Bontang, Kalimantan Timur. Dia berharap, inovasi ini bisa diterima secara luas, terlebih lagi kota Solo adalah sentra industri batik yang sangat besar.
"Sebagian produsen batik di Solo dan sekitarnya mulai memperkenalkan produk batik dengan pewarna alam. Misalnya di Boyolali, sudah mulai  mengembangkan  warna alam dari kesumba, di bawah bimbingan UNS," papar Paryanto, di Solo Jawa Tengah.
Batik Cirebon - Paryanto menjelaskan, pihaknya juga melakukan pembinaan dalam pengembangan inovasi pewarna batik dari buah mangrove ini di Bontang, Kalimantan Timur. Di sana ada batik Etam yang sampai saat ini memproduksi batik dengan warna alami dari mangrove jenis Rhizopora Mucranata.
Proyek pembuatan pewarna alami dari mangrove ini melibatkan tiga mahasiswa Teknik Kimia UNS angkatan 2010. Mereka adalah Amirza Rahmana Prabowo, Jagis Rama Wijaya dan Josita Kusumadewi.
Ketiganya tertarik meneliti mangrove ketika praktik di Bontang, Kalimantan Timur, dan melihat persediaan buah ini begitu melimpah. Diperkirakan, Indonesia menjadi rumah bagi sekira 64 spesies mangrove.
Pewarna batik alami ini memang harus terus di kembangkan. Melihat penggunaan pewarna batik sintetis sudah begitu mengkhawatirkan. Limbah yang di hasilkan oleh pewarna sintetis ini cukup merusak lingkungan. Di tengah perkembangan batik yang sangat pesat ini, penggunaan pewarna sintetis akan semakin banyak dan limbah pun bisa saja semakin bertambah banyak dan semakin mencemari lingkungan.
Kontribusi mahasiswa UNS ini sangat bagus, mereka masih sangat muda namun kontribusinya sangat baik. Walau bagaimanapun, pewarna alam akan lebih di hargai oleh alam. Dan hasil limbahnya pun tidak begitu mencemari lingkungan. Perlu adanya inovasi-inovasi baru dari mahasiswa-mahasiswa di Indonesia untuk terus mengembangkan batik. Baik dari segi pewarna maupun dari segi design yang terus perlu di perbaharui agar peremajaan batik tetap hidup tidak di makan waktu. (batik cirebon)

Friday, October 17, 2014

Batik Cirebon - Di Masa SBY Batik, Angklung dan Keris Diakui UNESCO

SBY dan Istri
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong rakyat Indonesia ikut aktif mewartakan keunggulan budaya Nusantara kepada dunia. Hasilnya, sejumlah budaya Indonesia mendapat pengakuan internasional termasuk juga Batik Cirebon.
"Semua harus jadi duta bangsa. Wartakan kepada dunia tentang keindahan, keunikan dan kekhasan Indonesia," seru Presiden SBY saat membuka Word Summit Batik di JCC, Senayan, Jakarta (28/9/2011) silam.
SBY mengaku sangat suka memakai batik, termasuk saat bertemu dengan para pemimpin negara sahabat. Menurutnya, batik dapat digunakan sebagai sarana berdiplomasi.
"Letakkan batik sebagai sarana untuk diplomasi dan membangun persahabatan dengan negara sahabat. Meski batik ada di banyak negara, tapi batik Indonesia khas dan indah. Saat bangsa lain ingat batik, maka dia ingat Indonesia ," ucapnya SBY.
"Amerika dikenal dengan Coca Cola dan Hollywood. Turki dengan Blue Mosque. Singapura dengan logo singa. Indonesia punya banyak yang khas. Ada keris, wayang, batik, angklung, Raja Ampat, Toba, Borobudur, kopi luwak, nasi goreng dan ratusan lagi," sambungnya.
Di masa pemerintahan SBY, pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang dikutip detikcom pada Jumat (17/10/2014), pengakuan UNESCO terhadap hasil karya budaya bangsa diberikan untuk Keris (2005), Batik (2009), dan Angklung (2010) sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.
Selain itu, Tari Saman diakui pada tahun 2011 dan Noken pada tahun 2012 sebagai Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding. Lanskap Budaya Bali (Subak) juga diakui sebagai World Cultural Heritage pada tahun 2012. Presiden SBY selanjutnya menggagas World Culture Forum di Bali pada tahun 2013 untuk meningkatkan peran Indonesia dalam diplomasi kebudayaan di dunia internasional. Forum tersebut
menghasilkan ‘Bali Promise’ yang menyerukan pada negara/pemerintah di dunia untuk berkomitmen agar mengintegrasikan budaya dalam agenda pembangunan yang Berkelanjutan pasca 2015. (batik cirebon)

Thursday, October 16, 2014

Batik Cirebon – Tampil Cantik dengan Scarf Batik

batik cirebon
batik cirebon
Batik Cirebon - Scarf sudah menjadi aksesoris yang tidak lagi di jadikan sebagai pelengkap pakaian saja. Namun, dengan teknik lipatan yang tepat dan tentu saja perpaduan warna yang cocok, srarf bias menjadi hiasan yang lebih memperindah gaya berbusana seseorang.
Beberapa praktisi fashion, memperlihatkan teknik melipat scarf di luar pemakaian umum. Pada umumnya, orang hanya menalungkan scarf di leher tanpa teknik lipatan yang indah. Dan terkadang terkesan kurang rapih.
Scarf bukan hanya sebagai pelengkap saja, tapi beberapa orang sudah menjadikan scarf sebagai hiasan utama. Bahkan menjadi penunjang untuk menambah keindahan pakaian.
Batik Cirebon - Syal leher aksesoris fashion penting ditambah kegunaan tertentu mereka cenderung membuat kita semua menghargai ini semua lebih. Sebuah selendang leher dasar tersedia di sejumlah kain bentuk dan bentuk. Seseorang bisa menggunakan ini di hampir setiap saat sepanjang tahun atau bahkan untuk setiap kesempatan khusus. Mereka bahkan bisa menjadi unsur pakaian Anda sendiri profesional serta membuat Anda tampil modis dengan pakaian kasual.
Scarf pun kini semakin beragam, kain batik yang di anggap sebagai kain tradisional kini kain batik di ubah menjadi scarf yang cantik dan bernuansa modern.
Sementara banyak orang akan memakai salah satu aksesoris fashion brilian seluruh tempat dingin untuk menjaga diri dari dingin Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan citra Anda. Mereka biasanya terikat seluruh leher dalam berbagai gaya yang berarti Anda pasti tidak terbatas untuk mengikat hanya satu teknik tunggal.
Sejumlah teknik yang digunakan dalam mengikat dan mengenakan syal leher akan ditampilkan sebagai berikut :
1. Bow Faux Ini bisa menjadi fantastis untuk yang mengenakan leher terbuka. Memanfaatkan sebuah selendang leher persegi panjang dan mengikat simpul longgar dan menempatkan simpul tertentu di bawah dagu Anda. Pada titik ini mencampur berakhir tepat di belakang leher dan mengambil ini ke depan. Setelah itu posisi ujung syal Anda di dalam simpul longgar agar mereka berakhir dengan cara yang berlawanan lengkap setelah memperketat berakhir sedikit.
2. Knot Hacking Ini biasanya sebuah metode yang relatif mudah olahraga selendang leher Anda namun akan terlihat benar-benar baik dalam pakaian santai atau formal. Lipat syal leher Anda ke dalam satu setengah dan menempatkan ini di seluruh leher Anda. Pergi ke depan dan mengambil ujung dan lulus ini dalam lipatan tengah dan juga sedikit mengencangkan ini di bawah dagu Anda. Anda mungkin dapat memutar bahwa hanya sedikit agar lipatan tengah sebenarnya sedikit ke satu daerah serta memungkinkan ujungnya menjuntai bebas.
Ada banyak metode inventif tambahan untuk mengikat putaran selendang leher. Namun demikian perlu diingat untuk menyesuaikan dengan mode syal Anda sendiri bahkan lebih dengan menggunakan sebuah cincin atau pin syal. Anda mungkin dapat membuat pernyataan fashion dengan hanya mengenakan syal leher teknik khusus khas Anda. (Batik Cirebon)

Wednesday, October 15, 2014

Batik Cirebon - Ini Penyebab Orang AS Hingga Jerman Suka Batik Indonesia

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, pasar Amerika Serikat (AS) masih menjadi yang terbesar ekspor batik asal Indonesia. Ekspor batik Indonesia ke AS terus meningkat setiap tahun.
"Kita banyak ke Amerika ekspor baju batik. Batik terus naik. Alasannya kenapa? Karena desain daripada batik kita spesifik jadi ya kreativitas perajin kita cukup bagus," ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak saat ditemui di Kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis
Batik Cirebon - Nus menambahkan berbeda dengan batik asal Tiongkok dan Malaysia, batik asal Indonesia mempunyai ciri khas di ornamen desain lukisan batik. Setiap daerah di Indonesia mempunyai jenis batik sendiri dengan ornamen desain yang berbeda.
"Desain gambar dan kualitas jahitan cukup bagus. Kita, Anda lihat sendiri, batik Tiongkok itu desain yang membedakan. Kami optimistis batik kita tetap terus naik," imbuhnya. Selain disukai masyarakat AS, batik asal Indonesia juga digemari oleh warga Eropa seperti Jerman dan Belanda. "Pasar potensial Eropa dan ASEAN. Nomor satu Amerika," tegasnya.
Menurut catatan Kemendag, ekspor batik ke mancanegara tahun lalu jumlahnya cukup besar atau 10% dari total ekspor tekstil yang mencapai US$ 12 miliar. Total nilai ekspor batik sampai dengan akhir 2012 menembus US$ 278 juta atau melonjak tajam dibanding tahun 2011 yang mencapai US$ 5,88 juta.
Sedangkan dari periode Januari-Maret 2013, nilai ekspor batik sebesar US$ 50,07 juta. Jumlah ini juga meningkat dari periode yang sama 2012 sebesar US$ 42,26 juta. Amerika Serikat (AS) sebagai negara tujuan ekspor menyumbang kontribusi terbesar dari total penjualan ke luar negeri di kuartal I-2013 menjadi US$ 21,18 juta dari kuartal I-2012 sebesar US$ 17,46 juta.
Sementara negara ekspor batik kedua terbesar adalah Jerman dengan nilai penjualan dari US$ 2,68 juta (2012) menjadi US$ 4,52 juta (2013). Sedangkan Korea Selatan berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor US$ 3,94 juta (2012) menjadi US$ 1,8 juta (2013).
Nilai ekspor batik akan terus meroket karena batik tak hanya diekspor dalam bentuk sandang untuk produk fashion, tetapi juga diekspor sebagai produk kerajinan.
Kemendag akan terus konsisten mendukung promosi pemasaran produk batik di pasar internasional dengan tetap menjaga agar batik bisa memenuhi standar ramah lingkungan dan bebas bahan kimia berbahaya. (batik Cirebon)

Tuesday, October 14, 2014

Batik Cirebon - Zuckerberg Tak Pakai Sarung Batik di Borobudur

Batik Cirebon
Batik Cirebon
Batik Cirebon — CEO Facebook, Mark Zuckerbeg, sempat singgah di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (12/10/2014). Di laman Facebook-nya, dia terlihat hanya mengenakan celana pendek, tak sesuai aturan wajib bersarung batik. Kok bisa?
"Seluruh wisatawan yang menikmati sunrise pada Minggu kemarin memang tidak memakai batik khas Borobudur karena memang tidak disediakan," kata Estry, Marketing Hotel Manohara Borobudur Magelang, melalui sambungan telepon, Senin (13/10/2014).
Estry beralasan, sejak dua bulan terakhir terjadi kekurangan batik karena banyak wisatawan membawa pulang kain batik yang mereka kenakan saat naik ke candi. "Seharusnya dikembalikan lagi. Untuk sementara ini kami belum sediakan lagi. Kami sudah pesan hanya saja belum datang," ujar dia.(Estry)
Kain batik, aku Estry, memang wajib dikenakan wisatawan saat naik ke Candi Borobudur. Dia pun mengatakan, ada perbedaan corak batik yang dipakai wisatawan reguler dengan wisatawan khusus paket wisata sunrise.
Batik Cirebon - Untuk paket sunrise, kata Estry, batik hanya disediakan di Hotel Manohara dan warnanya lebih cerah. "Jadi memang tidak ada perlakuan khusus bagi Mark Zuckerberg," ujar dia. Menurut Estry, Zuckerberg pun menikmati matahari terbit dari lantai 10 candi, sebagaimana wisatawan biasa.
Kedatangan Zuckerberg ke Borobudur bahkan Estry akui tak diketahui pengelola wisata candi ini. Tak ada pula permintaan khusus untuk kedatangan bos Facebook ini.
"Biasanya kalau ada tamu khusus, seperti pejabat baik luar negeri atau dalam negeri, ada pemberitahuan sebelumnya, agar kami menyediakan tempat atau area khusus di Candi Borobudur," papar Estry.
"Kami tidak tahu kalau ada Mark Zuckerbeg di antara para wisatawan baik mancanegara maupun domestik yang ikut paket wisata sunrise kemarin pagi," ujar Estry.
Catatan Hotel Manohara, sebut Estry, ada 165 orang wisatawan mancanegara dan domestik yang menikmati wisata matahari terbit di candi ini pada Minggu sekitar pukul 04.30 WIB hingga pukul 07.00 WIB.Para wisatawan datang melalui beragam jasa agen perjalanan di Magelang dan Yogyakarta. Dari jumlah itu, 153 di antaranya menginap di Hotel Manohara dan selebihnya menginap di Hotel Amanjiwo, hotel mewah di kaki Bukit Menoreh. Zuckerberg diduga menginap di Hotel Amanjiwo.
"Saat mendaftar, semua memakai nama grup masing-masing biro wisata, tidak nama masing-masing wisatawan. Kalau Mr Mark sendiri pakai nama grup Weidner Pty," tutup Estry.(batik cirebon)